Senin, 25 Mei 2026

Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?

Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?

Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?
sumber : wuling.id

Bagi sebagian besar pemilik mobil, ban mungkin hanya terlihat seperti karet bundar berwarna hitam. Namun, tahukah kalian kalau di balik lapisan karet tersebut terdapat struktur rahasia yang menentukan kenyamanan, keamanan, hingga keiritan bahan bakar mobil kalian. Saat ingin mengganti ban di toko, kalian mungkin akan dihadapkan pada dua istilah asing: Ban Bias dan Ban Radial.

Bagi orang awam, memilih di antara keduanya sering kali membingungkan. Jika salah pilih, taruhannya adalah kenyamanan berkendara bahkan kantong yang jebol karena ban cepat rusak. Yuk, pelajari tips memilih dan membedakan kedua jenis ban ini lewat panduan sederhana berikut!

Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?

Apa Itu Ban Bias dan Ban Radial?


Sebelum masuk ke cara membedakannya, kita perlu tahu dulu apa arti dari kedua jenis ban ini. Perbedaan utamanya bukan pada karet luarnya, melainkan pada konstruksi serat (rangka logam/nilon) di dalam ban. Ban Bias adalah teknologi ban yang lebih senior (konvensional). Rangka ban ini terbuat dari banyak lapisan serat nilon yang disusun secara menyilang (diagonal). Sedangkan, Ban Radial adalah teknologi yang lebih modern. Serat baja atau nilon di dalam ban disusun secara tegak lurus (90 derajat) dari lingkaran ban, mirip seperti jari-jari roda.

Cara Mudah Membedakan Ban Bias dan Radial


ban radial vs ban bias
sumber : banloader.com

Sebagai orang awam, kalian tidak perlu membelah ban untuk melihat isinya. Ada cara-cara kasat mata yang sangat mudah untuk membedakan keduanya:

1. Cek Kode di Dinding Ban (Paling Akurat!)

Cara paling gampang adalah membaca tulisan di pinggiran ban mobil kalian. Cari deretan angka ukuran ban, misalnya 195/65 R15. Jika ada huruf "R" di tengah angka tersebut, itu artinya Radial. Jika kodenya berbentuk angka langsung seperti 7.50-15 atau menggunakan huruf "D" (Bias/Diagonal), maka itu adalah ban Bias.

2. Perhatikan Kelenturan Dinding Ban

Coba tekan dinding samping (side wall) ban saat belum dipasang. Ban radial memiliki dinding samping yang lebih lentur dan empuk. Saat dipakai, ban radial akan terlihat agak sedikit kempes di bagian bawah karena kelenturannya ini (padahal tekanan anginnya pas). Ban bias memiliki dinding yang sangat kaku dan keras karena lapisannya yang tebal dan menyilang.

3. Bentuk Tapak Ban Saat Menapak Tanah

Ban Radial: Bagian tapak yang menempel ke aspal tetap rata dan melebar sempurna, sehingga daya cengkeramnya kuat.

Ban Bias: Karena strukturnya kaku, saat berputar atau berbelok, bagian tengah tapaknya cenderung agak terangkat, sehingga area yang menempel ke jalan lebih sempit.


Kelebihan dan Kekurangan: Mana yang Lebih Bagus?


Tidak ada ban yang 100% sempurna untuk segala kondisi. Masing-masing memiliki fungsi spesifiknya sendiri.

ban radial
sumber : tireclopedia.com

Kelebihan Ban Radial

Sangat Nyaman: Karena dinding sampingnya lentur, ban ini bertindak seperti peredam kejut tambahan. Guncangan di jalanan aspal terasa lebih minim.

Hemat Bahan Bakar: Ban radial memiliki rolling resistance (hambatan gulir) yang rendah. Artinya, mesin mobil tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memutar ban.

Lebih Awet untuk Kecepatan Tinggi: Ban radial tidak cepat panas saat digunakan di jalan tol, sehingga karetnya tidak mudah mengelupas.

Kekurangan Ban Radial

Dinding Samping Rentan: Karena lentur, bagian samping ban radial lebih sensitif terhadap tusukan batu tajam atau gesekan trotoar.

Harga Lebih Mahal: Teknologi modern membuat harganya sedikit di atas ban bias.

ban bias
sumber : tireclopedia.com

Kelebihan Ban Bias

Sangat Kuat Menahan Beban Berat: Konstruksi menyilang membuat ban ini sangat kokoh dari segala sisi, termasuk dinding sampingnya.

Tahan Banting di Medan Ekstrem: Sangat kebal terhadap benturan batu tajam, lubang dalam, atau jalanan rusak.

Harga Lebih Ekonomis: Ramah di kantong untuk pembelian awal.

Kekurangan Ban Bias

Terasa Keras dan Kaku: Jika dipasang di mobil pribadi, guncangan di dalam kabin akan sangat terasa.

Cepat Panas: Tidak ideal untuk dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan tol dalam waktu lama.



Tips Memilih: Mana yang Cocok untuk Mobil Kalian?

Agar tidak salah beli, sesuaikan pilihan ban dengan jenis kendaraan dan rute harian kalian:

Pilih Ban Radial jika Mobil kalian adalah mobil keluarga, MPV, sedan, atau SUV yang dominan digunakan di jalan kota beraspal atau jalan tol. Ban radial akan memberikan kenyamanan maksimal bagi keluarga kalian dan menghemat konsumsi bensin bulanan.

Pilih Ban Bias jika Kendaraan kalian adalah jenis niaga, truk engkel, pick-up untuk angkutan barang berat, atau mobil komersial yang sering melewati jalanan berbatu dan muatan berlebih (overload).

Kesimpulan

Memahami perbedaan ban bias dan radial akan menyelamatkan kalian dari kerugian finansial dan ketidaknyamanan berkendara. Selalu pastikan untuk melihat kode huruf "R" jika kalian mencari kenyamanan harian, dan pilih ban bias jika ketangguhan membawa beban berat adalah prioritas utama kalian. Sebelum membeli, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan toko ban terpercaya dan selalu cek tekanan angin ban secara berkala demi keselamatan berkendara!

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Rabu, 20 Mei 2026

Jangan Cuma Ikut Tren, Ini Komponen Vital Sistem NOS yang Harus Kalian Ketahui

Jangan Cuma Ikut Tren, Ini Komponen Vital Sistem NOS yang Harus Kalian Ketahui

Jangan Cuma Ikut Tren, Ini Komponen Vital Sistem NOS yang Harus Kalian Ketahui
sumber : pakwheels.com

Sistem Nitrous Oxide Systems (NOS) atau sering disebut sebagai "N2O" adalah salah satu cara paling instan dan legendaris untuk mendongkrak tenaga mesin secara drastis. Populer lewat kultur pop film balap dan kompetisi drag race, teknologi ini sebenarnya bekerja dengan prinsip kimia yang sederhana namun membutuhkan presisi mekanis yang sangat tinggi.

Bagi para pemula yang baru terjun ke dunia modifikasi performa, memahami bagaimana NOS bekerja tidak bisa dipisahkan dari komponen-komponen penyusunnya. Tanpa sistem yang terintegrasi dengan baik, menyuntikkan gas nitrous ke dalam mesin justru bisa berakhir dengan kerusakan fatal atau engine failure. Untuk memastikan modifikasi kalian aman dan bertenaga, penulis telah merangkum panduan mengenai komponen utama sistem NOS yang wajib kalian ketahui.

Jangan Cuma Ikut Tren, Ini Komponen Vital Sistem NOS yang Harus Kalian Ketahui



Bagaimana Sistem NOS Bekerja? (Prinsip Dasar)


Sebelum membedah komponennya, penting untuk memahami prinsip dasarnya. Nitrous Oxide (N2O) terdiri dari dua molekul nitrogen dan satu molekul oksigen. Ketika gas ini disuntikkan ke dalam ruang bakar yang panas, ikatan kimianya akan pecah. Oksigen tambahan yang terlepas inilah yang memungkinkan lebih banyak bahan bakar terbakar, menghasilkan ledakan tenaga yang jauh lebih besar. Sementara itu, nitrogen berfungsi memberikan efek mendinginkan suhu ruang bakar secara ekstrem, meningkatkan densitas udara yang masuk ke dalam mesin.


5 Komponen Utama Sistem NOS yang Wajib Ada


Sebuah paket sistem NOS terdiri dari rangkaian komponen mekanis dan elektrikal yang saling bekerja sama. Berikut adalah anatomi penting dari sistem tersebut:

1. Tabung Nitrous (Nitrous Bottle)

Tabung Nitrous
sumber : gridoto.com

Tabung ini adalah tangki penyimpanan utama untuk gas nitrous oxide dalam bentuk cair bertekanan tinggi. Biasanya terbuat dari bahan aluminium atau serat karbon ringan berkekuatan tinggi untuk menahan tekanan internal yang ekstrem.

Katup Utama (Bottle Valve): Berada di bagian atas tabung, berfungsi sebagai sakelar manual untuk membuka atau menutup aliran gas menuju ruang mesin.

Tekanan Ideal: Tabung harus berada pada tekanan optimal sekitar 900 hingga 1.000 PSI agar nitrous dapat mengalir dalam bentuk cair yang konsisten ke depan.

2. Solenoid (Solenoid Valves)


NOS Solenoid
sumber : holley.com

Solenoid adalah pintu gerbang elektronik yang mengatur kapan gas nitrous dan bahan bakar tambahan boleh masuk ke dalam mesin. Komponen ini bekerja menggunakan magnet elektrik yang membuka katup dalam hitungan milidetik ketika menerima sinyal listrik.

Solenoid Nitrous: Khusus mengatur aliran gas Nitrous Oxide (N2O) bertekanan tinggi dari tabung.

Solenoid Bahan Bakar: (Khusus pada Wet System) Mengatur aliran bensin tambahan untuk mengimbangi lonjakan oksigen dari nitrous, mencegah kondisi mesin terlalu kering (lean).

3. Nozzle (Penyuntik)

NOS Nozzle
sumber : wheelfront.com

Nozzle adalah komponen ujung tempat keluarnya nitrous (dan bahan bakar) ke dalam saluran udara masuk (intake manifold). Komponen ini bertugas mengatomisasi campuran agar menyatu sempurna dengan udara alami yang diisap mesin.

Single Nozzle: Biasanya ditempatkan di jalur pipa intake sebelum throttle body.

Direct Port Nozzle: Memiliki satu nozzle khusus untuk setiap silinder mesin, memberikan distribusi tenaga yang jauh lebih merata dan aman untuk mesin berspesifikasi tinggi.

4. Jets (Pembatas Aliran)

NOS Jets
sumber : summitracing.com

Di dalam nozzle atau sebelum solenoid, terdapat komponen kecil berbentuk kuningan yang disebut Jet. Komponen ini memiliki lubang dengan ukuran mikro yang sangat presisi (diukur dalam seperseribu inci).

Fungsi: Jet menentukan seberapa banyak daya kuda (Horsepower/HP) tambahan yang ingin disuntikkan (misalnya setelan 50 HP, 75 HP, hingga 100+ HP).

Keseimbangan: Mengubah ukuran jet nitrous wajib diikuti dengan penyesuaian ukuran jet bahan bakar agar rasio campuran udara dan bensin tetap aman.


5. Sistem Aktivasi Elektronik (Switches & Triggers)

Sistem Aktivasi Elektronik
sumber : summitracing.com

NOS tidak aktif secara terus-menerus. Diperlukan rangkaian sakelar pengaman agar sistem hanya menyala di saat yang tepat.

Arming Switch: Sakelar utama di dalam kabin untuk menyalakan aliran listrik ke sistem (seperti mengaktifkan mode siaga).

WOT (Wide Open Throttle) Switch: Sakelar mekanis atau elektrik yang dipasang pada pedal gas atau throttle body. NOS hanya akan menyembur ketika pedal gas diinjak penuh 100%. Ini adalah pengaman penting agar mesin tidak meledak di putaran bawah (low RPM).

Komponen Pendukung untuk Keamanan Ekstrem


Bagi modifikator yang mengutamakan durabilitas, komponen tambahan berikut sangat disarankan untuk dipasang:

NOS Bottle Heater
sumber : pitstopuse.com

Pemanas Tabung (Bottle Heater): Nitrous membutuhkan suhu tabung yang stabil untuk menjaga tekanan. Pemanas otomatis akan menjaga tabung tetap hangat agar tekanan tidak drop saat cuaca dingin.

NOS Pressure Gauge
sumber : lsxceleration.com

Pengukur Tekanan (Pressure Gauge): Indikator wajib di dasbor atau di dekat tabung untuk memantau apakah tekanan gas berada di zona aman (900-1000 PSI).

NOS purge valve
sumber : maverickmancarbon.com

Purge Valve: Katup pelepas yang digunakan untuk membuang udara palsu atau gas nitrous yang terjebak di sepanjang pipa saluran sebelum balapan dimulai. Ini memastikan bahwa saat tombol ditekan, yang masuk ke mesin adalah 100% cairan nitrous murni.

Penutup


Memahami setiap komponen sistem NOS membuktikan bahwa teknologi ini bukan sekadar urusan "pencet tombol langsung kencang". Setiap bagian memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan antara performa ekstrem dan keselamatan mekanikal mesin. Bagi para pemula, sangat disarankan untuk memulai dengan paket kit standar yang sudah teruji dan melakukan pemasangan di bengkel performa tepercaya.

Selasa, 24 Agustus 2021

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya?

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya?

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya
sumber : wsupercars.com

Knalpot adalah saluran yang berfungsi menyalurkan gas buang dan suara yang keluar dari hasil pembakaran di dalam mesin. Selain itu knalpot juga dapat meningkatkan tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar. Knalpot pada mobil zaman sekarang telah dilengkapi dengan catalytic converter. Komponen tersebut berfungsi untuk mengubah karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan uap air. Sehingga, gas buang menjadi lebih ramah lingkungan.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa knalpot juga dapat meningkatkan tenaga mesin. Nah, desain knalpot yang bagus adalah yang mampu memberikan back pressure yang tepat. Sehingga, tenaga yang dihasilkan mesin menjadi optimal. Oleh karena itu tidak mengherankan banyak pemilik mobil yang mengganti knalpot standarnya dengan knalpot aftermarket.

Namun, mengganti knalpot tidaklah semudah plug and play untuk menghasilkan tenaga yang optimal. Agar mendapatkan tenaga yang optimal pemasangan knalpot harus disesuaikan dengan transmisi, gaya mengemudi hingga RPM mesin. Jika, mobil kalian menggunakan transmisi manual maka yang harus diperhatikan adalah keseluruhan knalpot mulai dari header, downpipe, resonator dan muffler. Sedangkan pada mobil transmisi automatic kalian cukup memperhatikan headernya saja.

Terdapat beberapa tipe knalpot maupun konfigurasi yang beredar di pasaran untuk mengoptimalkan tenaga mesin. Nah, tipe-tipe knalpot tersebut akan penulis jelaskan di bawah ini.

Mengenal Berbagai Tipe-Tipe Knalpot Mobil, Memang Apa Bedanya?


Single Exit Pipe


Single Exit Pipe
sumber : helixsf.com

Tipe ini merupakan tipe knalpot yang paling umum pada mobil maupun truk. Knalpot tipe ini hanya memiliki satu pipa pembuangan. Alasan tipe knalpot ini banyak digunakan oleh produsen kendaraan adalah karena biaya produksi yang murah. Selain itu, proses pemasangannya pun mudah.

Kelebihan:


- Proses pemasangan yang mudah begitupun dengan memodifikasinya;
- Biaya produksi dan spare parts yang lebih murah dikarenakan tidak membutuhkan parts yang banyak;
- Sistem knalpotnya sederhana sehingga bobotnya ringan;
- Kecepatan aliran gas buang tinggi karena hanya menggunakan satu pipa;
- Karena umum digunakan sehingga spare partnya mudah ditemukan di pasaran;
- Suara yang dihasilkan cenderung kalem.

Kekurangan:


- Efisiensi bahan bakar tidak sebaik tipe knalpot lain;
- Tidak mampu memaksimalkan performa mesin.

Dual Rear Exit


Dual Rear Exit
sumber : helixsf.com

Dual rear exit merupakan tipe knalpot yang banyak digunakan pada mobil-mobil sporty. Sesuai namanya knalpot tipe ini memiliki dua pipa pembuangan. Untuk pembuangan gas, tipe knalpot ini lebih efisien daripada tipe knalpot Single Exit Pipe.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang;
- Performa mesin meningkat cukup signifikan;
- Tampilan mobil menjadi sporty;
- Suara knalpot lebih gahar.

Kekurangan :


- Biaya produksi yang lebih mahal karena komponen yang digunakan lebih banyak;
- Proses instalasi lebih rumit;
- Durabilitas knalpot tidak se-awet single exit pipe karena temperatur pada knalpot lebih panas;
- Suara yang gahar dapat mengganggu tetangga (jadi kalau lagi di perumahan jangan digeber-geber ya)

Opposite Dual Exhaust


Opposite Dual Exhaust
sumber : helixsf.com

Meski sama-sama memiliki dua pipa pembuangan dan secara tampilan dari luarnya mirip, namun tipe knalpot ini sebenarnya beda dengan dual rear exit. Pada tipe knalpot dual rear exit sistem pembuangannya tidak berlekuk. Sedangkan pada opposite dual exhaust sistem pembuangannya membungkus roda dan berlekuk untuk meningkatkan proses penyaringan gas buang.

Umumnya tipe knalpot opposite dual exhaust digunakan pada kendaraan yang mengangkut atau menarik beban yang berat seperti truk kontainer, dan sejenisnya. Hal tersebut dikarenakan pada tipe knalpot opposite dual exhaust tidak meninggalkan residu pada bagian belakang yang ditakutkan bakal menempel pada beban yang ditarik. Untuk kelebihan dan kekurangannya pun tidak jauh beda bahkan nyaris sama dengan tipe knalpot dual rear exit.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang
- Performa mesin meningkat cukup signifikan
- Tampilan mobil menjadi sporty
- Suara knalpot lebih gahar
- Penggunanaan bahan bakar menjadi lebih efisien dalam kondisi tertentu
- Tidak meninggalkan residu pada bagian belakang

Kekurangan :


- Biaya produksi yang lebih mahal karena komponen yang digunakan lebih banyak
- Proses instalasi lebih rumit
- Durabilitas knalpot tidak se-awet single exit pipe karena temperatur pada knalpot lebih panas.
- Suara gahar yang dapat mengganggu

Dual Side Exhaust


Dual Side Exhaust
sumber : helixsf.com

Tipe knalpot ini merupakan yang paling unik dibanding tipe knalpot lainnya dalam hal posisi pipa pembuangan. Pada umumnya pipa pembuangan mengarah ke belakang kendaraan, namun pada tipe ini mengarah ke samping yang biasanya diletakkan di belakang sisi penumpang.

Selain posisinya yang unik suara knalpotnya juga beragam tergantung diameter pipa keluarannya. Semakin kecil maka suaranya makin berisik dan nyaring. Semakin besar diameternya maka suaranya semakin empuk dan ngebass. tipe knalpot ini juga banyak digunakan pada mobil-mobil sport seperti dodge viper dan lain-lain.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang
- Performa mesin meningkat cukup signifikan
- Tampilan mobil menjadi sporty dan unik
- Suara knalpot lebih bervariasi tergantung diameter pipa keluaran

Kekurangan :


- Biaya produksi yang lebih mahal karena komponen yang digunakan lebih banyak
- Proses instalasi lebih rumit
- Durabilitas knalpot tidak se-awet single exit pipe karena temperatur pada knalpot lebih panas.
- Suara knalpot yang bisa saja mengganggu

High Performance Exhaust


High Performance Exhaust
sumber : helixsf.com

Tipe knalpot kali ini tidak terbatas dari jumlah pipa keluaran seperti tipe-tipe knalpot sebelumnya. Sesuai namanya High Performance Exhaust yang tentunya mengutamakan performa tinggi yang mana knalpot fokus untuk memaksimalkan tenaga dari mesin. Tipe knalpot ini juga merupakan tipe yang paling efisien dan paling bagus sekaligus harganya mahal banget.

baca juga : Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Biasanya dalam instalasi High Performance Exhaust dilakukan penggantian hampir seluruh komponen jalur knalpot mulai dari header, downpipe sampai muffler. Bahkan lekukannya benar-benar diperhatikan agar tidak mengganggu performa mesin. Karena instalasi yang rumit dan biaya yang besar tipe knalpot ini biasanya digunakan untuk balapan saja dan tidak recommended untuk daily use.

Kelebihan :


- Temperatur mesin lebih dingin karena pembuangan gas panas hasil pembakaran dari mesin lebih cepat dibuang
- Performa mesin meningkat sangat signifikan
- Tampilan mobil menjadi racing look
- Suara knalpot lebih nyaring dan garang

Kekurangan :


- Biaya produksi yang mahal karena banyak komponen yang diganti
- Proses instalasi lebih rumit sedikit kesalahan dapat mempengaruhi performa
- Durabilitas knalpot tidak se-awet knalpot biasa yang lebih ke daily use karena temperatur pada knalpot lebih panas.
- Bahan bakar menjadi boros berbanding lurus dengan meningkatnya tenaga secara signifikan
- Suara knalpot yang bisa saja mengganggu

Penutup


Baiklah itu tadi 5 tipe knalpot yang umumnya digunakan. Namun terdapat juga tipe knalpot modifikasi yang bentuk dan penempatannya unik seperti knalpot pada aliran modifikasi "Bosozoku" dan lainnya. Kalau dilihat dari tipe knalpot di atas bisa dibilang kalau tipe knalpot dual exhaust adalah yang paling banyak variasinya. Hal yang patut diperhatikan bila kalian ingin mengganti knalpot adalah peruntukan dan gaya berkendara kalian.

Kalau kalian tidak masalah soal kecepatan yang penting irit bahan bakar, maka tipe knalpot satu pipa keluaran adalah pilihan yang pas sebagai catatan tipe knalpotnya yang standar bukan high performance. Namun, jika menuntut kecepatan dan tidak terlalu pusing soal bahan bakar maka tipe knalpot dua pipa keluaran pilihan yang pas dan jika kalian mau turun balap sebaiknya gunakan tipe knalpot High Performance untuk mendukung kalian bisa naik podium.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Rabu, 11 November 2020

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Roda Belakang (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya
sumber : autoevolution.com

Agar sebuah mobil dapat berjalan, maka tenaga dari mesin harus disalurkan ke roda. Nah, untuk menyalurkan tenaga tersebut tentunya perlu melalui beberapa komponen. Sederhananya tenaga disalurkan dari mesin menuju gearbox lalu lanjut ke gardan kemudian ke as roda.

Selanjutnya, terdapat beberapa sistem untuk menggerakkan roda mobil yang berdampak pada karakteristik berkendara dan handling. Sejauh ini ada 4 jenis sistem penggerak roda mobil yaitu, Rear Wheel Drive (RWD), Front Wheel Drive (FWD), Four Wheel Drive (4WD) dan All Wheel Drive (AWD). Setiap sistem penggerak tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, pada artikel ini penulis hanya membahas sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD).

Nah, apakah yang dimaksud dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD)?

Apa kelebihan dan kekurangannya?

Semua akan penulis bahas di bawah ini.

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya


Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive?


Rear Wheel Drive Layout
sumber : en.wikipedia.org

Sesuai dengan namanya Rear Wheel Drive (RWD) adalah sistem penggerak menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Sederhananya roda belakanglah yang menggerakkan mobil dan roda depan hanya berfungsi untuk mengarahkan mobil. Sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) populer digunakan sampai akhir tahun 90an. Setelah itu hingga sekarang banyak pabrikan menerapkan sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) pada mobil mereka.
Jadi, apakah sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) lebih baik daripada Rear Wheel Drive (RWD)? Tentu saja tidak karena setiap sistem penggerak roda punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk pertanyaan tersebut penulis akan menjawabnya pada bagian penutup. Nah, saat ini mari ketahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) di bawah ini

Apa Kelebihan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) ?


Honda S2000 Terkenal Memiliki Keseimbangan Yang Baik
sumber : thenewswheel.com

Mampu Menahan Beban Yang Berat


Mobil-mobil dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) mampu menahan beban yang berat. Hal ini dikarenakan konstruksi penyaluran tenaga dari mesin ke roda yang sentral. Berkat penyaluran tenaga yang sentral, sehingga tenaga yang disalurkan dari mesin ke roda tetaplah besar meski bobot mobilnya berat.

Punya Keseimbangan Yang Baik


Keseimbangan mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal bagus terutama saat berakselerasi dan pada kecepatan tinggi. Hal tersebut dikarenakan weight distribution yang baik antara bagian depan dengan belakang mobil.

Selain itu mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal memiliki handling yang baik saat menikung. Oleh karena itu tidak mengherankan, jika sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) sering digunakan pada mobil sports maupun mobil mewah.

Berkat sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD), sehingga roda depan dan belakang memiliki tugasnya masing-masing. Roda belakang untuk menggerakkan dan roda depan untuk mengarahkan mobil. Hasilnya, grip ban jauh lebih baik saat menikung.

Khusus mobil yang memiliki layout RR (Rear Engine, Rear Wheel Drive) memiliki steering yang sangat responsif serta traksi roda belakang jadi meningkat. Karena bobot mobil lebih terpusat di belakang

Durabilitas Kaki-Kaki Lebih Tinggi


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki kaki-kaki yang kuat serta kokoh. Hal tersebut dikarenakan tiap roda, yaitu depan maupun belakang memiliki tugas masing-masing. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang semua tugas dibebankan pada roda depan. Sehingga, tidak mengherankan kalau kaki-kaki terutama as roda mobil Rear Wheel Drive (RWD) jauh lebih awet meski sering melewati jalan yang jelek atau berlubang.

Desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) pun dibuat sangat sederhana, sehingga biaya perbaikan atau perawatannya lebih murah dibanding sistem penggerak lainnya. Selain itu, karena durabilitas yang tinggi membuat mobil Rear Wheel Drive (RWD) mampu membawa beban yang berat.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) tetap bagus meski menggunakan mesin yang berat atau kapasitas yang besar. Hal tersebut terbukti dimana mobil Formula 1 yang punya kapasitas mesin besar menggunakan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD). Kemudian, performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) di tanjakan lebih baik ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD).

Radius Putar Lebih Patah dan Power Steering Ringan


Salah satu keunggulain lain dari mobil Rear Wheel Drive (RWD) adalah radius putarnya yang lebih patah. Hal tersebut dikarenakan roda tidak terhalang oleh drive shaft dan ruas rotasi roda lebih luas.

Selain itu kerja power steering menjadi lebih ringan karena roda depan hanya bertugas untuk mengarahkan mobil. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang mana roda depan juga bertugas untuk menggerakkan mobil, sehingga beban kerja roda depan lebih berat. 

Lalu, Apa Kekurangan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD)


Mazda RX7 FC Drifting
sumber : reddit.com

Bobot Mobil Cukup Berat


Meski desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) dibuat sangat sederhana. Namun, desain tersebut membutuhkan komponen yang lebih banyak. Sehingga, berdampak pada bertambahnya bobot mobil.

Nah, jika mobil bertambah berat otomatis konsumsi bahan bakar pun meningkat. Selain itu biaya produksi juga bertambah, sehingga tidak mengherankan kalau harga mobilnya mahal.

Ban Belakang Cepat Aus/Habis


Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pada sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) roda belakanglah yang memiliki tugas untuk menggerakkan mobil. Sehingga, wajar jika ban belakang lebih cepat aus atau habis. Karena menggerakkan mobil butuh tenaga yang besar dan gaya gesek pada ban juga tinggi.

Kabin Kurang Luas


Biasanya kabin pada mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki tonjolan di tengahnya yang sedikit mengganggu ruang kaki, meskipun ada juga yang rata. Hal tersebut dikarenakan adanya terowongan di bawah mobil yang digunakan untuk tempat propeller shaft.

Selain itu kpasitas bagasi mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung lebih sempit ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD). Karena di bawah bagasi terdapat gardan sehingga, kapasitas bagasi lebih sempit dan posisinya lebih tinggi.

Gampang Oversteer (Melintir)


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memang memiliki handling yang baik di kecepatan tinggi. Namun, lain halnya jika saat jalanan licin atau berpasir. Pada kondisi tersebut mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung untuk "oversteer" karena roda belakang sebagai penggerak mobil kehilangan traksi.

"Oversteer" adalah sebuah kondisi mobil melintir yang mana bagian belakang mobil ngebuang ke sisi luar. Nah, jika kalian dapat mengendalikannya maka jadilah sebuah teknik mengemudi yang terkenal akan keindahannya yaitu "drifting" alias ngepot.

Namun, patut diingat tidak semua orang menguasai teknik drifting. Oleh karena itu pabrikan mobil melengkapi mobil mereka dengan teknologi "traction control" atau sejenisnya. Teknologi tersebut bertugas untuk meminimalisir risiko terjadinya "oversteer".

Penutup


Baiklah itu tadi penjelasan mengenai sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga penjalasan tersebut bisa menjadi referensi buat kalian yang ingin memiliki mobil. Kalau kalian ingin mobil performa dan durabilitas pilih mobil Rear Wheel Drive (RWD) dan jika ingin mobil yang ekonomis maka pilih mobil Front Wheel Drive (RWD).

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Kamis, 08 Oktober 2020

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil
sumber : pixabay.com

Umumnya dalam membaca sebuah tenaga mobil kebanyakan orang hanya terpaku pada Horsepowernya saja. Selain itu yang umum kita dengar adalah sebutan "Pemuja Horsepower" untuk orang-orang yang dikit-dikit patokannya Horsepower. Padahal ada hal lain dalam tenaga mobil yang lebih penting dari Horsepower, yaitu Torsi. Namun, kebanyakan orang tidak memperhatikan hal tersebut. Entah karena tidak mengerti atau memang menyepelekannya.

Nah, kali ini penulis akan menjelaskan apa itu torsi dan seberapa penting perannya terhadap mobil. Yuk, disimak penjelasannya di bawah ini.

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil


Apa itu Torsi?


Kunci Torsi
sumber : themechanicdoctor.com

Torsi adalah momen putar atau gaya dorong yang dihasilkan oleh sebuah mesin. Sederhananya torsi adalah tenaga yang dikeluarkan mesin dari posisi mobil diam sampai bergerak. Sehingga, bisa dibilang fungsi utama torsi adalah untuk menggerakkan mobil karena tanpanya mobil akan diam saja.

Nilai torsi dihitung berdasarkan tenaga yang dihasilkan oleh crankshaft mobil. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai torsi adalah panjang langkah atau stroke piston. Semakin panjang stroke-nya maka torsi yang dihasilkan pun semakin besar dan sebaliknya.
Akselerasi mobil juga bertambah kencang bila memiliki torsi yang tinggi. Karena semakin tinggi laju mobil maka putaran mesin semakin cepat. Sehingga dibutuhkan torsi yang tinggi untuk dapat memutarnya dengan cepat. Selain itu dengan torsi yang tinggi membuat kalian bisa bermaneuver dengan lincah meski tidak menginjak penuh pedal gas.

Jenis mobil yang memiliki torsi besar biasanya adalah mobil dengan mesin diesel atau mobil dengan konfigurasi mesin "V". Tidak seperti mesin bensin, mesin diesel memiliki RPM yang tidak terlalu tinggi biasanya mentok di 4.000 RPM untuk mencapai redline. Sedangkan, mesin bensin bahkan bisa mencapai 9.000 RPM. Perbedaan ini dikarenakan torsi pada mesin bensin masuk saat RPM cukup tinggi lain halnya dengan mesin diesel yang mana torsinya masuk pada RPM bawah.

Satuan Ukur Torsi


Satuan Ukur Torsi
sumber : macsmotorcitygarage.com

Terdapat dua satuan ukur yang sering digunakan untuk mengukur torsi, yaitu Newton Meter (Nm) dan Pound Feet (lb-ft). Namun, satuan ukur yang sering digunakan adalah Newton Meter (Nm) yang mana hampir digunakan di semua negara. Sedangkan, Pound Feet (lb-ft) digunakan oleh Amerika Serikat dan juga Inggris.

1 Newton Meter (Nm) setara dengan 0,738 Pound Feet (lb-ft), sedangkan 1 Pound Feet (lb-ft) setara dengan 1,355 Newton Meter (Nm). Jadi, bisa disimpulkan bahwa satuan Newton Meter (Nm) memiliki nilai lebih besar dibanding Pound Feet (lb-ft).

Penutup


Jika dilihat di kehidupan sehari-hari peran torsi jauh lebih penting dibanding horsepower. Karena tanpanya mobil tidak dapat bergerak. Apalagi bagi mobil-mobil muatan yang bobotnya berat tentu sangat membutuhkan torsi yang tinggi.

Namun, kembali lagi torsi dan horsepower sama-sama hal penting pada mobil yang mana tergantung peruntukkannya. Mobil torsi besar biasanya dimiliki mobil-mobil muatan yang bobotnya berat. Sedangkan mobil dengan horsepower yang besar biasanya dimiliki mobil sport, supercar atau mobil balap karena dituntut untuk memiliki kecepatan yang tinggi.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Sabtu, 22 Agustus 2020

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil
sumber : mitsubishi-motors.co.id

Sepertinya fitur Cruise Control pada mobil keluaran sekarang sudah tidak asing lagi. Maraknya penambahan fitur tersebut pada mobil menandakan pesatnya perkembangan teknologi. Makin kesini fitur-fitur yang dimiliki sebuah mobil semakin banyak ada yang penting banget dan ada juga yang tidak.

Nah, salah satu fitur yang lagi nge-hits sekarang ini adalah fitur Cruise Control. Singkatnya Cruise Control adalah sebuh teknologi yang memungkinkan mobil kalian berjalan dengan kecepatan yang stabil tanpa menginjak pedal gas. Berkat teknologi ini tentunya membuat perjalanan jauh jadi tidak melelahkan. Sungguh sebuah inovasi teknologi yang canggih bukan? Namun, apa hanya itu? Sebenarnya apa itu Cruise Control? dan bagaimana cara kerja serta cara menggunakannya?

Untuk mengetahui itu semua, yuk diterusin bacanya karena penjelasan lebih lanjut mengenai Cruise Control akan dijelaskan di bawah ini.

Apa Yang Harus Kalian Ketahui tentang Cruise Control Pada Mobil


Apa Itu Cruise Control?


Fitur Cruise Control
sumber : oto.co.id

Cruise control adalah salah satu inovasi teknologi yang digunakan pada mobil. Cruise Control berfungsi untuk mengatur kecepatan mobil dengan stabil tanpa perlu menginjak pedal gas. Sehingga bisa juga dibilang dengan fitur Cruise Control mobil kalian tetap berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Cruise control juga terkadang disebut sebagai speed control atau autocruise.

Fitur Cruise Control juga sering dijadikan bahan untuk menaikkan gengsi alias pamer. Si pemilik memamerkan bahwa mobilnya mampu berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Padahal si pemilik mobil tersebut belum tentu ngerti cara menggunakannya.

Baik kita kembali lagi ke pembahasan.

Seperti yang kita ketahui dengan Cruise Control mobil kalian bisa jalan sendiri tanpa menginjak pedal gas. Namun, terdapat teknologi yang membuat fitur Cruise Control semakin canggih. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC). Dengan fitur ini mobil yang dalam mode Cruise Control dapat melakukan pengereman secara otomatis. Misal jika jarak mobil kalian dengan yang kendaraan yang ada di depan terlalu dekat maka mobil akan mengerem otomatis dan jika menjauh mobil pun akan berkaselerasi dengan sendirinya.

Meski telah menggunakan teknologi Adaptive Cruise Control (ACC) bukan berarti mengemudi dengan mengandalkan Cruise Control memberikan kemanan 100 persen. Kalian juga harus tetap waspada untuk menghindari kecelakaan karena kondisi jalanan yang tidak dapat ditebak. Terkadang ada kendaraan di depan yang mengerem mendadak atau kendaraan yang menyalip dengan sembarangan tanpa melihat kondisi. Dengan adanya Cruise Control berkendara dengan jarak yang jauh membuat tidak melelahkan. Selain itu Cruise Control sangat efektif digunakan pada perjalanan luar kota atau jalan bebas hambatan yang mana biasanya lalu lintas tidak padat.

Bagaimana Cara Kerja Cruise Control ?


Adaptive Cruise Control
sumber : mitsubishi-motors.ie

Cruise Control bekerja dengan memanfaatkan Electronic Control Unit (ECU) untuk mengendalikan posisi throttle, sehingga kecepatan mobil bisa diatur. Terdapat kabel di antara katup throttle dan aktuator yang mana kabel ini terhubung juga dengan pedal gas. Sehingga saat Cruise Control aktif, aktuator akan menarik kabel yang terhubung dengan pedal gas tadi. Jadi tidak mengherankan ketika Cruise Control aktif pedal gas kalian bisa naik turun dengan sendirinya.

Selain menggunakan kabel, aktuator pada beberapa mobil ada yang memanfaatkan kevakuman mesin untuk membuka atau menutup throttle. Sistem ini mengandalkan katup kecil yang dikendalikan secara elektronik untuk mengatur vakum.
Cruise control juga memanfaatkan sensor khusus dalam hal memantau kecepatan dan posisi throttle. 
Selain itu juga memanfaatkan sensor untuk melihat kecepatan yang ingin dicapai dan untuk menonaktifkannya. Berkat sistem tersebut kecepatan mobil saat mode Cruise Control tetap stabil sesuai kecepatan yang sudah di-set. Kecepatan tetap stabil tanpa memperhatikan beban kendaraan maupun medan tanjakan maupun turunan yang dilalui.

Sebagai contoh kalian men-set kecepatan mode Cruise Control 70 km/jam, namun kecepatan mobil kalian saat itu adalah 50 km/jam. Maka, sistem secara otomatis akan melakukan akselerasi hingga kecepatan mencapai 70 km/jam dan mempertahankannya.

Disaat melalui jalan menanjak yang mana akselerasi pastinya akan melambat. sistem pun secara otomatis menaikkan posisi throttle agar mencapai kecepatan yang sudah di-set. Begitu pun saat melalui jalan menurun yang mana akselerasi akan semakin cepat. Maka, sistem pun akan mengontrol posisi throttle dan mengatur udara yang masuk ke mesin, sehingga mobil seperti melakukan deselerasi hingga sesuai dengan kecepatan yang di-set.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa, terdapat fitur dari Cruise Control yang mana mobil akan melakukan pengereman otomatis berdasarkan kecepatan dan jarak kendaraan yang ada di depan. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC).

Adaptive Cruise Control (ACC) bekerja juga dengan memanfaatkan sensor khusus yang umumnya dari laser. Sensor ini bertugas untuk mendeteksi jarak dan kecepatan dengan kendaraan yang ada di depan. Mobil akan mengerem ketika jarak mobil sudah terlalu dekat. Begitu juga ketika mobil mendeteksi jarak yang terlalu jauh dengan kendaraan di depannya, mobil akan menambah kecepatan hingga mencapai kecepatan yang kalian setting sebelumnya.

Bagaimana Cara Menggunakan Cruise Control ?


Menggunakan Cruise Control
sumber : practicalmechanic.com

Mengaktifkan Cruise Control sangatlah mudah karena tombol untuk mengaktifkan dan men-settingnya ada di setir semua. Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah kalian harus melaju mencapai kecepatan yang diinginkan. Saat kecepatan tercapai tekan tombol Cruise Control/Set kemudian kalian bisa mengatur batas kecepatannya dengan menekan tanda plus atau minus. Setelah Cruise Control mobil kalian aktif maka mobil kalian akan berjalan dengan sendirinya sesuai kecepatan yang kalian setting.

Kemudian, untuk menonaktifkan Cruise Control juga sangat mudah terdapat dua cara untuk menonaktifkannya. Pertama dengan menekan tombol cancel dan yang kedua adalah dengan menginjak pedal gas atau pedal rem. 

Terdapat kecepatan minimum yang harus dicapai untuk mengaktifkan Cruise Control. Masing-masing pabrikan pun memiliki kecepatan minimum yang berbeda-beda, namun umumnya adalah 40 km/h. Jika kecepatan mobil kalian di bawah kecepatan minimum maka Cruise Control tidak dapat diaktifkan. Hal tersebut memang diatur oleh pabrikan karena Cruise Control memang ditujukan untuk jalan bebas hambatan. Soalnya jika fitur Cruise Control juga dapat diaktifkan saat jalanan padat akan meningkatkan risiko kecelakaan.

Penutup

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Cruise Control mulai dari apa, cara kerja hingga bagaimana cara menggunakannya. Sebenarnya penggunaan fitur Cruise Control di Indonesia masih belum bisa diterapkan dengan maksimal. Mengingat kondisi jalanan di Indonesia yang padat hingga macet. Selain itu sikap pengendara yang masih suka sembarangan tidak memperhatikan rambu dan sekitarnya. Jadi, tidak mengherankan jika fitur Cruise Control hanya sekedar menaikkan gengsi semata.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Senin, 10 Agustus 2020

Mengenal Mesin 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda

Mengenal Mesin 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda

Mengenal 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda
sumber : evo.co.uk

Mesin 4G63T merupakan salah satu mesin yang menjadi incaran car enthusiast dan termasuk mesin yang legendaris. Mesin 4G63T identik dengan lini andalan Mitsubishi dalam kategori sports car yakni Lancer Evolution. Wajar saja identik soalnya mesin 4G63T menjadi jantung pacu mulai dari Lancer Evolution I - IX. 

Nah, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa mesin ini menjadi incaran para car enthusiast. Lalu, mengapa mesin ini diincar? Tentunya karena banyak hal menarik soal mesin ini sehingga menjadi incaran. Yuk, kita bahas lebih lanjut mengenai mesin 4G63T di bawah ini.

Mengenal 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda


Sejarah


Mitsubishi Galant VR-4
sumber : japanesenostalgiccar.com

Mesin 4G63T termasuk keluarga mesin "Sirius" dari Mitsubishi yang diperkenalkan tahun 1980-an. Lini Mesin Sirius antara lain adalah 4G61, 4G62, 4G63, 4G63T, 4G64. Arti Huruf "T" pada mesin 4G63T adalah Turbo. Ya, mesin ini ditambah dengan turbo sehingga menjadi tambah kencang. 

Mesin 4G63T memiliki 4 silinder berkapasitas 2.000cc dengan Turbo. Meski identik dengan Mitsubishi Lancer Evolution, faktanya mesin ini sudah duluan terkenal digunakan pada Mitsubishi Galant VR-4 hanya saja tidak se-ikonik Lancer Evolution.

Selain Galant VR-4, mesin 4G63T juga pernah digunakan pada Mitsubishi Eclipse sebelum menjadi jantung andalan Lancer Evolution. Mesin 4G63T menjadi ikonik dengan Lancer Evolution karena menjadi jantung pacu mulai dari Lancer Evolution I-IX.

Mesin 4G63T terus digunakan pada Lancer Evolution dari Evo I-IX karena mesinnya sudah sangat bagus dan kuat. Selain itu mesin ini juga sangat cocok dengan Lancer Evolution.

Performa


Lancer Evolution VI Tommi Makinen Edition
sumber : evo.co.uk

Pada Lancer Evolution I mesin 4G63T mampu menghasilkan 247 HP. Mesin tersebut terbukti kuat dan sangat cocok dengan Lancer Evolution.

Sebagai bukti mesin yang tertanam di Lancer Evolution ini mampu menjadi juara World Rally Championship (WRC) sebanyak 4 kali berturut-turut (1996-1999) yang mana drivernya kala itu Tommi Makinen.

Saking tangguh dan bagusnya mesin ini dari tahun 1992-2007 Mesin 4G63T basenya tetap sama hanya dibutuhkan beberapa penyesuaian saja. Teknologi MIVEC andalan Mitsubishi pun baru digunakan pada mesin 4G63T Lancer Evolution IX.

Tenaga mesin ini dari pabrikan adalah sebesar 240-280 HP tergantung generasinya. Namun, bila dimodifikasi mesin ini sanggup memiliki tenaga lebih dari 1.000 HP.
Meski mesin ini kencang dan tangguh, namun tak menutup kemungkinan bahwa mesin ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah bobotnya yang lebih berat dibandingkan mesin 4 silinder alumunium biasa. Selain itu valvetrainnya bisa rusak jika menggunakan ground camshaft yang tidak tepat.

Durabilitas


Mesin 4G63T juga terkenal memiliki durabilitas yang sangat tinggi. Terbukti mesin ini mampu menahan tenaga lebih dari 1.000 HP. Hebatnya lagi mesin ini hanya berkapasitas 2.000cc dan memiliki 4 silinder saja.

Mesin 4G63T bisa memiliki durabilitas yang sangat tinggi karena menggunakan Iron Block,  Forged Steel Crankshaft, Cast Alumunium Piston. Selain itu mesin ini juga menggunakan High Flowing Alumunium Head dan Dua Balance Shaft. 

Penutup

Nah, itu tadi pengenalan mengenai mesin 4G63T yang legendaris dari Mitsubishi. Mesin termasuk mesin favorit bagi yang mencintai kecepatan. Selain itu support produk aftermarket yang tersedia juga masih banyak. Sehingga memudahkan kalian untuk melakukan modifikasi. Mesin ini juga termasuk mesin favorit penulis. Jadi, apakah mesin 4G63T termasuk favorit kalian juga?

Terima kasih sudah berkunjung 😁