Minggu, 09 Agustus 2026

Biar Nggak Gelap Saat Hujan! Ini Cara Pakai dan Merawat Defogger Mobil

Biar Nggak Gelap Saat Hujan! Ini Cara Pakai dan Merawat Defogger Mobil

kabut kaca depan mobil
sumber : mag.toyota.co.uk


Pernah nggak kalian lagi asyik menyetir di tengah hujan deras, tiba-tiba kaca mobil mulai berembun dan bikin pandangan buram? Kondisi ini jelas sangat mengganggu kenyamanan, bahkan bisa membahayakan keselamatan berkendara. Otomatis, refleks pertama yang sering dilakukan adalah mengelap kaca dari dalam menggunakan kain atau tisu. Padahal, cara tersebut justru bisa membuat kaca makin buram dan bergaris-garis.


Sebenarnya, para produsen mobil sudah menyediakan solusi instan untuk mengatasi masalah ini. Solusi tersebut adalah fitur defogger. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang belum paham betul cara kerja fitur ini, kapan harus menggunakannya, hingga cara merawatnya agar tidak cepat rusak.


Nah, di artikel kali ini, kita bakal membahas tuntas seluk-beluk fitur defogger mobil dengan gaya santai. Simak tips lengkapnya di bawah ini agar kalian bisa berkendara dengan lebih aman dan nyaman saat hujan!


Apa Itu Fitur Defogger Mobil dan Bagaimana Cara Kerjanya?

tombol defogger depan dan belakang
sumber : autos.id


Secara sederhana, defogger berasal dari kata fog yang artinya kabut atau embun. Jadi, fitur ini memiliki fungsi utama untuk menghilangkan embun atau kondensasi yang menempel pada kaca mobil.


Mungkin kalian pernah memperhatikan garis-garis halus berwarna kecokelatan atau oranye yang menempel horizontal di kaca belakang mobil. Nah, garis-garis halus itu bukanlah sekadar stiker pemanis atau elemen desain, melainkan kawat tipis yang berfungsi sebagai elemen pemanas (heating element).


Fitur defogger ini umumnya terbagi menjadi dua jenis berdasarkan letaknya:

  1. Defogger Depan (Front Defogger): Biasanya memanfaatkan sistem aliran udara dari sistem AC mobil. Ketika tombolnya diaktifkan, angin bertekanan dan bersuhu sesuai pengaturan akan diarahkan langsung ke kisi-kisi AC di bawah kaca depan untuk menyeimbangkan suhu.

  2. Defogger Belakang (Rear Defogger): Bekerja menggunakan kawat pemanas (copper trace) yang dialiri arus listrik rendah. Saat diaktifkan, kawat tersebut akan menghasilkan panas ringan untuk menguapkan embun yang menempel pada permukaan kaca bagian dalam.


baca juga : Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil


Cara Tepat Menggunakan Defogger Mobil


Meskipun pengoperasiannya sangat mudah—cukup menekan tombol bertuliskan Rear/Front Defogger atau simbol kaca berembun—kalian tetap perlu memperhatikan beberapa langkah penggunaan yang benar berikut ini:


1. Aktifkan Hanya Saat Kaca Berembun

Jangan membiasakan menyalakan defogger sepanjang perjalanan jika kaca tidak berembun. Nyalakan fitur ini begitu pandangan di kaca belakang atau depan mulai tertutup titik-titik air kecil.


2. Matikan Jika Embun Sudah Hilang

Defogger belakang menggunakan panas listrik. Jika embun di kaca belakang sudah menguap dan pandangan kembali jernih, segera matikan fiturnya. Membiarkan elemen pemanas terus menyala tanpa ada embun dapat memperpendek umur kawat pemanas dan berisiko membuat kaca mengalami keretakan akibat suhu panas berlebih.


3. Padukan dengan Pengaturan AC yang Pas

Untuk bagian kaca depan, pastikan pengaturan AC kalian tidak berada pada suhu yang terlalu dingin. Perbedaan suhu yang ekstrem antara luar dan dalam kabin adalah penyebab utama munculnya embun. Mengatur sirkulasi udara luar masuk sesekali juga bisa membantu menyeimbangkan kelembapan.


Tips Merawat Fitur Defogger Agar Awet dan Tidak Cepat Rusak


Komponen defogger, terutama kawat pemanas di kaca belakang, cukup sensitif terhadap goresan dan perlakuan kasar. Biar fitur ini tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang, yuk terapkan tips perawatan berikut:


1. Hati-hati Saat Membersihkan Kaca Belakang

defogger jendela belakang
sumber : lexus.co.uk


Saat kalian mengelap kaca mobil bagian dalam, usahakan untuk tidak menggosoknya terlalu keras. Gunakan kain microfiber yang lembut dan usap secara searah dengan jalur kawat pemanas (biasanya secara horizontal). Mengelap secara vertikal dengan tekanan kuat berisiko memutus garis-garis kawat tipis tersebut.


2. Hati-hati Saat Memasang dan Melepas Kaca Film

Garis elemen defogger menempel langsung pada permukaan dalam kaca belakang. Jika kalian ingin mengganti atau melepas kaca film lama, serahkan pada teknisi spesialis yang berpengalaman. Proses pelepasan kaca film yang asal tarik bisa membuat kawat pemanas ikut terkelupas dan mati total.


3. Gunakan Cairan Pembersih Kaca yang Tepat

Hindari penggunaan cairan pembersih kaca yang mengandung bahan kimia keras atau zat korosif tinggi. Bahan kimia tertentu bisa mengikis lapisan pelindung pada kawat pemanas secara bertahap.


4. Rutin Cek Jalur Sekring (Fuse)

Jika tombol defogger sudah ditekan namun garis pemanas tidak kunjung hangat atau embun tidak hilang, masalahnya belum tentu pada kawat kaca. Bisa jadi sekring listrik yang mengarah ke sistem defogger putus. Kalian bisa memeriksa kotak sekring (fuse box) dan menggantinya jika memang terputus.


baca juga : Inilah Langkah Mudah Dan Aman Untuk Mencuci Ruang Mesin Mobil Kalian


Mitos vs Fakta Seputar Defogger Mobil

Agar kalian tidak salah kaprah, mari kita bedah beberapa hal yang sering membingungkan pengemudi:

  • Mitos: Defogger bikin aki mobil cepat tekor.

    Fakta: Defogger memang menyedot daya listrik untuk menghasilkan panas, tetapi dampaknya minimal jika hanya digunakan saat mesin menyala dan dimatikan begitu embun hilang.

  • Mitos: Defogger bisa bikin kaca mobil pecah seketika.

    Fakta: Kaca mobil modern sudah dirancang menggunakan bahan tempered glass atau laminated glass yang tahan perubahan suhu. Kaca hanya berisiko retak jika ada cacat/retak rambut sebelumnya dan defogger dinyalakan nonstop dalam waktu yang sangat lama.


Kesimpulan


Fitur defogger mungkin terlihat sepele dan jarang tersentuh saat cuaca cerah. Namun, begitu musim hujan tiba, keberadaannya sangat krusial untuk menjaga visibilitas berkendara dari ancaman embun.


Dengan memahami cara kerja dan langkah perawatannya, kalian tidak hanya menjaga fungsi fitur ini tetap maksimal, tetapi juga menghemat biaya perbaikan akibat kerusakan komponen. Jadi, mulai sekarang selalu ingat untuk mematikan defogger begitu kaca kembali bening, ya!


Apakah fitur defogger di mobil kalian saat ini berfungsi dengan baik, atau justru kawat pemanasnya sudah ada yang terputus?


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Kamis, 23 Juli 2026

Penyebab Blind Spot Mobil dan 7 Cara Ampuh Menguranginya demi Keselamatan

Penyebab Blind Spot Mobil dan 7 Cara Ampuh Menguranginya demi Keselamatan

Penyebab Blind Spot Mobil dan 7 Cara Ampuh Menguranginya demi Keselamatan
sumber : hotcars.com


Pernahkah kalian saat menyetir merasa situasi jalanan di samping atau belakang mobil kosong, lalu tiba-tiba ada sepeda motor yang membunyikan klakson tepat di samping pintu kalian? Padahal, beberapa detik sebelumnya kalian sudah mengecek kaca spion dan tidak melihat apa-apa.


Kejadian seperti ini bukan karena mistis atau kalian yang kurang fokus, melainkan karena fenomena bernama blind spot atau titik buta.


Blind spot merupakan salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Memahami lokasi titik buta ini serta tahu cara meminimalisasinya adalah keahlian wajib bagi setiap pengemudi. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar perjalanan kalian makin aman dan nyaman!


Penyebab Blind Spot Mobil dan 7 Cara Ampuh Menguranginya demi Keselamatan

Apa Itu Blind Spot pada Mobil?


Secara sederhana, blind spot adalah area di sekitar kendaraan yang tidak bisa dilihat oleh pengemudi secara langsung melalui mata telanjang maupun melalui bantuan kaca spion (samping dan tengah).


Meskipun mobil modern sudah dilengkapi dengan spion berteknologi canggih, desain pilar mobil dan batasan sudut pandang kaca tetap menyisakan sudut-sudut tersembunyi. Ketika ada kendaraan lain seperti motor, sepeda, atau bahkan mobil mungil—berada di area ini, mereka akan "menghilang" dari pandangan kalian.


Ingat: Semakin besar ukuran kendaraan yang kalian kemudikan, semakin luas pula area blind spot yang tercipta.


baca juga : Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban


Di Mana Saja Titik Blind Spot Utama pada Mobil?

diagram blind spot mobil


Untuk bisa mengantisipasinya, kalian harus tahu dulu di mana saja lokasi titik buta ini berada pada mobil penumpang standar:

  1. Sisi Samping Belakang (Kiri dan Kanan) Ini adalah titik buta paling umum. Area di samping belakang mobil yang berada sejajar dengan pilar C atau pilar D sering kali tidak terjangkau oleh pantulan spion samping maupun spion tengah.

  2. Bagian Belakang Tepat di Bawah Kaca Area tepat di belakang bumper mobil tidak terlihat langsung melalui kaca spion tengah, terutama jika kalian membawa barang bawaan bertumpuk di bagasi.

  3. Pilar A (Pilar Depan Mobil) Pilar pembatas antara kaca depan dan kaca jendela samping (pilar A) kerap menghalangi pandangan pengemudi saat hendak berbelok di persimpangan atau memutarkan arah (U-turn). Pejalan kaki atau pengendara motor sering kali "tertutup" oleh pilar ini.

  4. Bagian Depan Bawah Bumper Khusus untuk mobil dengan ground clearance tinggi seperti SUV atau truk, area tepat di bawah moncong depan mobil sering tidak terlihat oleh pengemudi.


Risiko Berbahaya Akibat Blind Spot


Mengabaikan keberadaan blind spot bisa berakibat fatal. Berikut adalah beberapa risiko nyata yang sering terjadi di jalan raya:

  • Serepetan saat Pindah Jalur (Lane Change): Kalian merasa jalur sebelah kosong, lalu menyalakan lampu sein dan berpindah jalur. Tiba-tiba ada kendaraan di titik buta yang melaju kencang.

  • Menabrak Pejalan Kaki saat Berbelok: Pilar A yang tebal dapat menutupi pejalan kaki atau pesepeda yang sedang menyeberang saat kalian berbelok di tikungan tajam.

  • Kecelakaan saat Mundur (Reversing): Anak kecil atau binatang peliharaan yang berada di belakang mobil sering kali tidak terlihat dari posisi duduk pengemudi.


7 Tips Ampuh Mengurangi Blind Spot saat Menyetir

Aksesoris Spion Blind Spot Mobil
sumber : carsome.my


Meskipun blind spot tidak bisa dihilangkan 100% secara alami karena hukum fisika dan konstruksi kendaraan, kalian bisa meminimalisasi dampaknya secara signifikan dengan melakukan langkah-langkah berikut:


1. Atur Posisi Kaca Spion dengan Benar

Banyak pengemudi menyetel kaca spion samping sampai melihat sebagian bodi mobil sendiri. Padahal, posisi tersebut justru memperluas area blind spot.

  • Spion Kanan: Atur hingga kalian hanya melihat sedikit sekali (sekitar 10%) dari pilar belakang mobil kalian, sementara sisanya memperlihatkan jalanan di belakang.

  • Spion Kiri: Atur sedikit lebih lebar ke arah luar untuk memantau kendaraan yang hendak menyalip dari sisi kiri.

  • Spion Tengah: Pastikan membingkai seluruh kaca belakang secara sempurna tanpa terhalang headrest atau barang bawaan.


2. Gunakan Teknik Shoulder Check (Menengok Sejenak)

Sebelum berpindah jalur atau berbelok, jangan hanya mengandalkan kaca spion. Lakukan gerakan cepat menengok ke arah bahu kiri atau kanan (shoulder check) selama setengah detik untuk memastikan tidak ada kendaraan di samping kalian.


3. Tambahkan Kaca Spion Cembung (Blind Spot Mirror)

Aksesori murah meriah ini sangat efektif. Tambahan kaca cembung kecil yang ditempel di ujung spion samping memberikan sudut pandang ekstra (wide angle) sehingga area tersembunyi bisa terlihat.


4. Condongkan Badan saat Berbelok

Untuk mengatasi halangan dari pilar A ketika hendak berbelok di persimpangan, condongkan badan kalian ke depan sedikit ke arah kemudi. Langkah sederhana ini akan mengubah sudut pandang mata dan membebaskan area yang tertutup pilar.


5. Manfaatkan Teknologi Fitur Keselamatan Modern

Jika kalian sedang memilih mobil baru, prioritaskan kendaraan yang dilengkapi fitur keselamatan aktif seperti:

  • Blind Spot Monitoring (BSM): Memberikan peringatan visual (lampu indikator di spion) atau suara jika ada kendaraan di titik buta.

  • Rear Cross Traffic Alert (RCTA): Memperingatkan adanya kendaraan melintas dari samping saat kalian mundur dari area parkir.

  • Kamera 360 Derajat: Memberikan tampilan birds-eye view dari atas mobil saat bermanuver di tempat sempit.


6. Hindari Menumpuk Barang di Kaca Belakang

Saat mudik atau bepergian jauh, hindari menumpuk tas atau kardus di kabin belakang hingga menutupi kaca. Jika kaca belakang tertutup rapat, fungsi spion tengah akan hilang sepenuhnya dan memperluas blind spot belakang.


7. Berikan Tanda dan Jaga Jarak Aman

Selalu gunakan lampu sein setidaknya 3–5 detik sebelum melakukan perpindahan jalur. Memberi sinyal awal memberi waktu bagi pengendara lain yang berada di titik buta kalian untuk membunyikan klakson atau memberi jalan.


baca juga : Inilah Langkah Mudah Dan Aman Untuk Mencuci Ruang Mesin Mobil Kalian


Ringkasan Langkah Pencegahan Blind Spot


Untuk mempermudah penerapannya, ada beberapa langkah ringkas yang bisa kalian praktikkannya secara langsung di jalan raya.


Pertama, setel ulang posisi kaca spion secara tepat karena ini adalah cara paling mudah dan gratis untuk memperluas sudut pandang pantulan. Kedua, biasakan melakukan shoulder check dengan menengok sejenak ke arah bahu untuk memastikan area samping aman secara fisik.


Ketiga, kalian bisa menambahkan spion cembung kecil pada ujung spion utama demi menghilangkan blind spot samping dengan biaya yang sangat terjangkau. Keempat, manfaatkan sensor atau fitur keselamatan BSM pada mobil untuk mendeteksi kendaraan tersembunyi secara otomatis berbasis radar. Terakhir, selalu jaga kebersihan kaca kendaraan agar pandangan kalian tetap jernih dan bebas gangguan sepanjang perjalanan.


Kesimpulan


Memahami blind spot pada mobil adalah bagian penting dari defensive driving (mengemudi secara defensif). Kita tidak bisa mengontrol tindakan pengendara lain di jalan raya, namun kita bisa mengontrol sejauh mana kita mengenali area sekeliling kendaraan kita sendiri.


Sebelum memutar kunci kontak atau menekan tombol start-engine, luangkan waktu beberapa detik untuk memastikan posisi spion sudah tepat. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya dimulai dari kecermatan kalian di balik kemudi!


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Minggu, 14 Juni 2026

Mengenal Fitur ISOFIX: Kunci Keselamatan Si Kecil Selama di Mobil

Mengenal Fitur ISOFIX: Kunci Keselamatan Si Kecil Selama di Mobil

Mengenal Fitur ISOFIX- Kunci Keselamatan Si Kecil Selama di Mobil
sumber : pexels.com


Bagi para orang tua baru, membawa bayi atau balita bepergian dengan mobil pasti punya tantangan tersendiri. Mulai dari barang bawaan yang segambreng, sampai drama si kecil yang rewel di jalan. Nah, dari sekian banyak persiapan, ada satu hal yang paling krusial tapi sering banget disepelehkan: keselamatan anak selama di dalam mobil.


Mungkin kalian sering mendengar istilah car seat alias kursi khusus anak. Tapi, tahu nggak sih kalau sekarang ada teknologi yang namanya ISOFIX? Kalau kalian sering melihat logo kecil bertuliskan "ISOFIX" di jok belakang mobil kalian dan bingung itu buat apa, kalian berada di artikel yang tepat.


Yuk, kita bahas santai tapi mendalam tentang apa itu ISOFIX, kenapa fitur ini penting banget, dan gimana cara kerjanya!


Mengenal Fitur ISOFIX: Kunci Keselamatan Si Kecil Selama di Mobil


Apa Sih Sebenarnya ISOFIX Itu?

Instalasi ISOFIX Car Seat
sumber : besafe.com


Mari kita mulai dari definisinya dulu. ISOFIX adalah singkatan dari International Standard Organisation Fix. Keren banget ya namanya? Tapi sederhananya, ISOFIX adalah standar internasional untuk titik penambatan (anchor points) pada kursi anak di dalam mobil.


Sebelum ada teknologi ini, orang tua harus memasang car seat menggunakan sabuk pengaman (seat belt) bawaan mobil. Jujur aja, cara lama ini ribetnya minta ampun! Sering kali kita ragu, "Ini udah kencang belum ya?" atau "Kok kursinya masih agak goyang?".


Nah, ISOFIX hadir sebagai solusi dari keribetan tersebut. Sistem ini memungkinkan kalian untuk mengunci car seat langsung ke sasis atau bodi mobil tanpa perlu melilitkan sabuk pengaman lagi. Jadi, tingkat keamanannya jauh lebih rigid dan stabil.



Kenapa Harus Pakai ISOFIX? Ini 4 Alasan Utamanya!


Kalau kalian masih mikir, "Ah, pakai seat belt biasa juga cukup kok," coba deh intip beberapa alasan kenapa kursi ISOFIX jauh lebih unggul berikut ini:


1. Pemasangan Super Mudah dan Anti-Gagal

Menurut riset keselamatan berkendara, hampir 80% orang tua salah memasang car seat manual yang menggunakan sabuk pengaman. Efeknya? Fungsi perlindungannya jadi berkurang drastis. Dengan ISOFIX, risiko salah pasang ini bisa ditekan sampai di bawah 6%. Mengapa? Karena pemasangannya memakai sistem plug-and-play. Kalian tinggal mendorong besi pengait pada car seat ke titik jangkar di jok mobil sampai terdengar bunyi "KLIK". Kelar! Sangat ramah buat bapak-bapak atau ibu-ibu yang nggak mau ribet.


2. Jauh Lebih Stabil dan Aman

Karena car seat langsung mengunci ke sasis mobil, kursinya nggak bakal bergeser atau goyang, bahkan saat mobil harus ngerem mendadak atau melewati tikungan tajam. Ini memberikan perlindungan maksimal pada area kepala dan leher anak yang memang masih sangat rentan.


3. Biasanya Dilengkapi Indikator Keamanan

Banyak produsen car seat ISOFIX yang menambahkan indikator warna (biasanya warna merah dan hijau). Kalau kalian pasangnya belum pas, indikatornya bakal berwarna merah. Begitu posisinya sudah mengunci dengan sempurna, warnanya akan berubah jadi hijau. Fitur simpel begini bikin hati orang tua jadi jauh lebih tenang selama menyetir.


4. Perlindungan Ekstra dengan Top Tether atau Support Leg

Sistem ISOFIX modern biasanya nggak cuma mengandalkan dua pengait di bawah jok saja. Ada proteksi tambahan berupa Top Tether (tali pengait ke bagian belakang jok) atau Support Leg (kaki penyangga yang menempel ke lantai mobil). Fungsinya adalah mencegah car seat terbalik atau terlempar ke depan saat terjadi benturan keras.


Cara Mengecek Apakah Mobil Kalian Sudah Mendukung ISOFIX

Mobil Support ISOFIX
sumber : pexels.com


"Mobil saya udah ada ISOFIX-nya belum ya?"


Tenang, cara ceknya gampang banget kok. Sebagian besar mobil keluaran tahun 2013 ke atas biasanya sudah dilengkapi dengan fitur ini sebagai standar keselamatan wajib. Coba kalian pergi ke jok baris kedua. Cari celah di antara sandaran punggung dan dudukan jok. Biasanya di sana ada logo lingkaran kecil bergambar anak di kursi, atau tulisan "ISOFIX". Kalau kalian raba ke dalam celah tersebut, kalian akan merasakan ada besi pengait berbentuk kotak atau silinder yang tertanam kuat di sana. Nah, itulah titik jangkarnya!



Tips Memilih dan Membeli Car Seat ISOFIX


Setelah tahu pentingnya fitur ini, jangan langsung buru-buru beli ya. Ada beberapa tips pintar yang perlu kalian perhatikan sebelum membeli car seat ISOFIX:

  • Sesuaikan dengan Berat dan Usia Anak: Car seat dibagi berdasarkan kelompok umur dan berat badan (Group 0+, 1, 2, dan 3). Pastikan kalian membeli yang sesuai dengan fase pertumbuhan si kecil saat ini, atau pilih jenis all-in-one yang bisa diatur posisinya dari bayi sampai usia sekolah.

  • Pastikan Kompatibilitas: Walaupun namanya standar internasional, ada baiknya kalian mencoba memasang car seat tersebut langsung di mobil kalian sebelum membelinya, atau tanyakan pada penjual mengenai kecocokan tipenya dengan model mobil kalian.

  • Pilih yang Mudah Dibersihkan: Namanya juga anak-anak, pasti ada momen di mana mereka menumpahkan susu, remah biskuit, atau bahkan muntah di jalan. Pilih car seat yang kain pembungkusnya bisa dilepas dan dicuci dengan mudah.


Kesimpulan


Investasi pada kursi ISOFIX bukan sekadar mengikuti tren atau biar kelihatan keren saat foto bersama si kecil di dalam mobil. Ini adalah bentuk proteksi nyata dan bukti cinta kita terhadap keselamatan buah hati tercinta.


Dengan sistem pemasangan yang antipat-gulipat (anti-ribet) dan tingkat keamanan yang super tinggi, perjalanan keluarga di akhir pekan pasti bakal terasa jauh lebih menyenangkan, tenang, dan bebas dari rasa cemas.


Catatan Penting: Secanggih apa pun teknologi car seat yang kalian punya, pastikan untuk selalu mengemudi dengan bijak dan mematuhi rambu lalu lintas, ya! Keselamatan adalah nomor satu.


Gimana, sudah siap berburu car seat ISOFIX buat si kecil akhir pekan ini?


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Senin, 25 Mei 2026

Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?

Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?

Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?
sumber : wuling.id


Bagi sebagian besar pemilik mobil, ban mungkin hanya terlihat seperti karet bundar berwarna hitam. Namun, tahukah kalian kalau di balik lapisan karet tersebut terdapat struktur rahasia yang menentukan kenyamanan, keamanan, hingga keiritan bahan bakar mobil kalian. Saat ingin mengganti ban di toko, kalian mungkin akan dihadapkan pada dua istilah asing: Ban Bias dan Ban Radial.


Bagi orang awam, memilih di antara keduanya sering kali membingungkan. Jika salah pilih, taruhannya adalah kenyamanan berkendara bahkan kantong yang jebol karena ban cepat rusak. Yuk, pelajari tips memilih dan membedakan kedua jenis ban ini lewat panduan sederhana berikut!


Ban Bias vs Ban Radial: Mana yang Cocok untuk Mobil Harian Kalian?

Apa Itu Ban Bias dan Ban Radial?


Sebelum masuk ke cara membedakannya, kita perlu tahu dulu apa arti dari kedua jenis ban ini. Perbedaan utamanya bukan pada karet luarnya, melainkan pada konstruksi serat (rangka logam/nilon) di dalam ban. Ban Bias adalah teknologi ban yang lebih senior (konvensional). Rangka ban ini terbuat dari banyak lapisan serat nilon yang disusun secara menyilang (diagonal). Sedangkan, Ban Radial adalah teknologi yang lebih modern. Serat baja atau nilon di dalam ban disusun secara tegak lurus (90 derajat) dari lingkaran ban, mirip seperti jari-jari roda.


Cara Mudah Membedakan Ban Bias dan Radial


ban radial vs ban bias
sumber : banloader.com


Sebagai orang awam, kalian tidak perlu membelah ban untuk melihat isinya. Ada cara-cara kasat mata yang sangat mudah untuk membedakan keduanya:


1. Cek Kode di Dinding Ban (Paling Akurat!)

Cara paling gampang adalah membaca tulisan di pinggiran ban mobil kalian. Cari deretan angka ukuran ban, misalnya 195/65 R15. Jika ada huruf "R" di tengah angka tersebut, itu artinya Radial. Jika kodenya berbentuk angka langsung seperti 7.50-15 atau menggunakan huruf "D" (Bias/Diagonal), maka itu adalah ban Bias.


2. Perhatikan Kelenturan Dinding Ban

Coba tekan dinding samping (side wall) ban saat belum dipasang. Ban radial memiliki dinding samping yang lebih lentur dan empuk. Saat dipakai, ban radial akan terlihat agak sedikit kempes di bagian bawah karena kelenturannya ini (padahal tekanan anginnya pas). Ban bias memiliki dinding yang sangat kaku dan keras karena lapisannya yang tebal dan menyilang.


3. Bentuk Tapak Ban Saat Menapak Tanah

Ban Radial: Bagian tapak yang menempel ke aspal tetap rata dan melebar sempurna, sehingga daya cengkeramnya kuat.


Ban Bias: Karena strukturnya kaku, saat berputar atau berbelok, bagian tengah tapaknya cenderung agak terangkat, sehingga area yang menempel ke jalan lebih sempit.



Kelebihan dan Kekurangan: Mana yang Lebih Bagus?


Tidak ada ban yang 100% sempurna untuk segala kondisi. Masing-masing memiliki fungsi spesifiknya sendiri.


ban radial
sumber : tireclopedia.com


Kelebihan Ban Radial

Sangat Nyaman: Karena dinding sampingnya lentur, ban ini bertindak seperti peredam kejut tambahan. Guncangan di jalanan aspal terasa lebih minim.


Hemat Bahan Bakar: Ban radial memiliki rolling resistance (hambatan gulir) yang rendah. Artinya, mesin mobil tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memutar ban.


Lebih Awet untuk Kecepatan Tinggi: Ban radial tidak cepat panas saat digunakan di jalan tol, sehingga karetnya tidak mudah mengelupas.


Kekurangan Ban Radial

Dinding Samping Rentan: Karena lentur, bagian samping ban radial lebih sensitif terhadap tusukan batu tajam atau gesekan trotoar.


Harga Lebih Mahal: Teknologi modern membuat harganya sedikit di atas ban bias.


ban bias
sumber : tireclopedia.com


Kelebihan Ban Bias

Sangat Kuat Menahan Beban Berat: Konstruksi menyilang membuat ban ini sangat kokoh dari segala sisi, termasuk dinding sampingnya.


Tahan Banting di Medan Ekstrem: Sangat kebal terhadap benturan batu tajam, lubang dalam, atau jalanan rusak.


Harga Lebih Ekonomis: Ramah di kantong untuk pembelian awal.


Kekurangan Ban Bias

Terasa Keras dan Kaku: Jika dipasang di mobil pribadi, guncangan di dalam kabin akan sangat terasa.


Cepat Panas: Tidak ideal untuk dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan tol dalam waktu lama.




Tips Memilih: Mana yang Cocok untuk Mobil Kalian?

Agar tidak salah beli, sesuaikan pilihan ban dengan jenis kendaraan dan rute harian kalian:


Pilih Ban Radial jika Mobil kalian adalah mobil keluarga, MPV, sedan, atau SUV yang dominan digunakan di jalan kota beraspal atau jalan tol. Ban radial akan memberikan kenyamanan maksimal bagi keluarga kalian dan menghemat konsumsi bensin bulanan.


Pilih Ban Bias jika Kendaraan kalian adalah jenis niaga, truk engkel, pick-up untuk angkutan barang berat, atau mobil komersial yang sering melewati jalanan berbatu dan muatan berlebih (overload).


Kesimpulan

Memahami perbedaan ban bias dan radial akan menyelamatkan kalian dari kerugian finansial dan ketidaknyamanan berkendara. Selalu pastikan untuk melihat kode huruf "R" jika kalian mencari kenyamanan harian, dan pilih ban bias jika ketangguhan membawa beban berat adalah prioritas utama kalian. Sebelum membeli, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan toko ban terpercaya dan selalu cek tekanan angin ban secara berkala demi keselamatan berkendara!


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Selasa, 22 September 2020

Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil
sumber : pixabay.com


Bahan bakar merupakan hal yang sangat-sangat penting bagi sebuah kendaraan. Karena tanpanya kendaraan kalian tidak akan bisa digunakan. Nah, karena begitu pentingnya banyak pemilik kendaraan melakukan berbagai cara untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Baik itu dari teknik mengemudi maupun cara pengisiannya.


Namun kebanyakan adalah mitos semata khususnya teknik pengisian bahan bakar. Nah, apa sajakah mitos-mitos seputar pengisian bahan bakar mobil? Yuk, disimak mitos-mitosnya di bawah ini.


Mengisi Saat Hujan Agar Dapat Banyak Bahan Bakar


Mengisi Saat Hujan Agar Dapat Banyak Bahan Bakar
sumber : pixabay.com


Mitos yang pertama adalah jika mengisi bahan bakar saat hari hujan maka akan dapat lebih banyak. Mengapa bisa berpikiran seperti itu?


Teorinya adalah saat hujan suhu udara pastinya rendah atau dingin. Karena suhu yang dingin tersebut  membuat bahan bakar menjadi menyusut karena memang sifat bahan bakar yang sensitif terhadap perubahan suhu. Selain itu, suhu yang rendah juga membuat tingkat penguapan lebih sedikit.


Teori di atas memang benar, lalu di mana letak mitosnya? Sebelum menjawab mari kita bahas lebih lanjut mengenai teori di atas. Seperti yang dijelaskan bahwa suhu dingin dapat mengurangi tingkat penguapan bahan bakar. Namun, penyusutannya tidaklah besar, sehingga penambahan saat mengisi bahan bakar sangat-sangat tidak signifikan. Jadi, tidak "worth it" jika ingin mengisi bahan bakar harus menunggu hujan agar dapat bahan bakar yang banyak.


RON atau CN Lebih Tinggi Memiliki Efisiensi Yang Lebih Baik 


RON atau CN Lebih Tinggi Memiliki Efisiensi Yang Lebih Baik
sumber : viva.co.id/Yasin Fadilah


Mitos satu ini juga sudah umum beredar di masyarakat penulis sendiri sering mendengarnya. Misal, masih banyak orang beranggapan menggunakan pertamax jauh lebih irit dibanding pertalite atau premium. Nah, anggapan tersebut sebenarnya salah.


Sebenarnya pengisian bahan bakar yang tepat adalah berdasarkan rasio kompresi mesin mobil kalian.

Jika, kalian mengisi bahan bakar dengan dengan RON atau CN lebih tinggi dari rekomendasi rasio kompresi mesin kalian. Maka, pembakaran menjadi tidak sempurna yang mana meninggalkan endapan dan flek yang berujung pada knocking engine.

Jadi, bisa disimpulkan dengan menggunakan RON atau CN yang tinggi malah boros atau tidak efisien. Selain, itu mesin menjadi knocking atau yang biasa orang awam kenal mesin "mengelitik" jadi mengeluarkan biaya lagi untuk membersihkannya. Oleh karena itu gunakan bahan bakar dengan RON atau CN sesuai dengan rekomendasi rasio kompresi mesin kalau tidak mau rugi banyak.


Tidak Boleh Mengisi Bahan Bakar Saat Tangki Penyimpanan Diisi


Tidak Boleh Mengisi Bahan Bakar Saat Tangki Penyimpanan Diisi
sumber : semarang.bisnis.com


Mitos ini muncul dengan teori saat tangki timbun diisi, maka endapan kotoran pada dasar tangki akan naik. Nah, kotoran inilah yang dianggap akan masuk ke mobil saat melakukan pengisian.


Lalu, benarkah hal tersebut? faktanya adalah tidak. Teori tersebut dibantahkan oleh prosedur pembersihan tangki penyimpanan secara berkala. Pembersihan ini bertujuan agar tidak ada kotoran di tangki penyimpanan. Selain itu, pompa pengisian bahan bakar juga memiliki filter kotoran. Sehingga bahan bakar yang diisi ke mobil aman dari kotoran.


Lebih Hemat Mengisi Bahan Bakar Di Pagi Hari Atau Malam Hari


Lebih Hemat Mengisi Bahan Bakar Di Pagi Hari Atau Malam Hari
sumber : pixabay.com


Pada dasarnya mitos ini sama seperti mitos pengisian bahan bakar saat hujan yang menjadi kunci adalah suhu. Pada pagi hari biasanya suhu cuaca belum tinggi apalagi malam hari yang suhunya rendah maka tingkat penguapan bahan bakar rendah.


Sehingga, diharapkan tangki bahan bakar bisa menampung lebih banyak. Hal tersebut memang benar, namun tidak signifikan hanya bertambah beberapa mililiter saja. Jadi, sebaiknya isi saja bahan bakar tidak peduli itu pagi, siang ataupun malam.


Menggoyang-goyangkan Kendaraan Agar Mendapat Bahan Bakar Lebih Banyak


Menggoyang-goyangkan Kendaraan Agar Mendapat Bahan Bakar Lebih Banyak
sumber : wajibbaca.com


Mitos satu ini adalah yang paling mungkin untuk kita lihat. Penulis pun tidak jarang melihat orang mengisi bahan bakar sambil mengoyang-goyangkan kendaraannya. Kalian pun pasti pernah melihatnya minimal sekali.


Teori dari mitos ini adalah agar gelembung saat pengisian bahan bakar cepat naik, sehingga tangki bisa terisi penuh. Padahal faktanya kendaraan sekarang memiliki sistem ventilasi pada tangki. Sehingga, udara di dalam akan keluar dengan sendirinya tanpa perlu menggoyang-goyangkan kendaraan. Menggoyang-goyang kendaraan hanya menjadi kegiatan yang melelahkan, malah bisa bikin bahan bakar cepat menguap.


Mengisi Bahan Bakar Hingga Sangat Penuh Bahkan Tumpah-Tumpah


Mengisi Bahan Bakar Hingga Sangat Penuh Bahkan Tumpah-Tumpah
sumber : teaandpositivity.blogspot.com


Tidak sedikit pemilik kendaraan mengisi bahan bakar hingga sangat penuh bahkan tumpah-tumpah. Hal ini biasa dilakukan oleh orang yang ingin bepergian jauh. Tujuan dari pengisian penuh ini adalah agar tidak sering mengisi di POM dan konsumsi bahan bakar lebih irit.


Teori tersebut tidak sepenuhnya salah khususnya masalah irit. Sebenarnya untuk masalah irit tergantung dari cara berkendara. Namun, bila tangki diisi penuh maka ruang untuk penguapan semakin sedikit sehingga bahan bakar menjadi lebih irit.


Tetapi dengan catatan jangan mengisi bahan bakar hingga terlalu penuh bahkan tumpah. Karena panas dari bahan bakar dapat meningkatkan tekanan yang menekan bahan bakar naik bahkan terdorong keluar. Kemudian tumpahan tersebut dapat merusak cat mobil. Jadi, sisakan ruang antara bahan bakar dengan kepala tangki.


Penutup

Nah, itu tadi adalah beberapa mitos seputar pengisin bahan bakar mobil. Apakah salah satu mitos di atas ada yang pernah kalian dengar atau kalian mempraktekkannya hingga saat ini. Jika iya, segera hentikan karena itu semua hanya mitos. Kalau masalah irit itu tergantung dari teknik berkendara dan perawatan mobil itu sendiri. Karena mobil yang tidak terawat cenderung boros.


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Sabtu, 22 Agustus 2020

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil
sumber : mitsubishi-motors.co.id


Sepertinya fitur Cruise Control pada mobil keluaran sekarang sudah tidak asing lagi. Maraknya penambahan fitur tersebut pada mobil menandakan pesatnya perkembangan teknologi. Makin kesini fitur-fitur yang dimiliki sebuah mobil semakin banyak ada yang penting banget dan ada juga yang tidak.


Nah, salah satu fitur yang lagi nge-hits sekarang ini adalah fitur Cruise Control. Singkatnya Cruise Control adalah sebuh teknologi yang memungkinkan mobil kalian berjalan dengan kecepatan yang stabil tanpa menginjak pedal gas. Berkat teknologi ini tentunya membuat perjalanan jauh jadi tidak melelahkan. Sungguh sebuah inovasi teknologi yang canggih bukan? Namun, apa hanya itu? Sebenarnya apa itu Cruise Control? dan bagaimana cara kerja serta cara menggunakannya?


Untuk mengetahui itu semua, yuk diterusin bacanya karena penjelasan lebih lanjut mengenai Cruise Control akan dijelaskan di bawah ini.


Apa Yang Harus Kalian Ketahui tentang Cruise Control Pada Mobil


Apa Itu Cruise Control?


Fitur Cruise Control
sumber : oto.co.id


Cruise control adalah salah satu inovasi teknologi yang digunakan pada mobil. Cruise Control berfungsi untuk mengatur kecepatan mobil dengan stabil tanpa perlu menginjak pedal gas. Sehingga bisa juga dibilang dengan fitur Cruise Control mobil kalian tetap berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Cruise control juga terkadang disebut sebagai speed control atau autocruise.


Fitur Cruise Control juga sering dijadikan bahan untuk menaikkan gengsi alias pamer. Si pemilik memamerkan bahwa mobilnya mampu berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Padahal si pemilik mobil tersebut belum tentu ngerti cara menggunakannya.


Baik kita kembali lagi ke pembahasan.


Seperti yang kita ketahui dengan Cruise Control mobil kalian bisa jalan sendiri tanpa menginjak pedal gas. Namun, terdapat teknologi yang membuat fitur Cruise Control semakin canggih. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC). Dengan fitur ini mobil yang dalam mode Cruise Control dapat melakukan pengereman secara otomatis. Misal jika jarak mobil kalian dengan yang kendaraan yang ada di depan terlalu dekat maka mobil akan mengerem otomatis dan jika menjauh mobil pun akan berkaselerasi dengan sendirinya.


Meski telah menggunakan teknologi Adaptive Cruise Control (ACC) bukan berarti mengemudi dengan mengandalkan Cruise Control memberikan kemanan 100 persen. Kalian juga harus tetap waspada untuk menghindari kecelakaan karena kondisi jalanan yang tidak dapat ditebak. Terkadang ada kendaraan di depan yang mengerem mendadak atau kendaraan yang menyalip dengan sembarangan tanpa melihat kondisi. Dengan adanya Cruise Control berkendara dengan jarak yang jauh membuat tidak melelahkan. Selain itu Cruise Control sangat efektif digunakan pada perjalanan luar kota atau jalan bebas hambatan yang mana biasanya lalu lintas tidak padat.


Bagaimana Cara Kerja Cruise Control ?


Adaptive Cruise Control
sumber : mitsubishi-motors.ie


Cruise Control bekerja dengan memanfaatkan Electronic Control Unit (ECU) untuk mengendalikan posisi throttle, sehingga kecepatan mobil bisa diatur. Terdapat kabel di antara katup throttle dan aktuator yang mana kabel ini terhubung juga dengan pedal gas. Sehingga saat Cruise Control aktif, aktuator akan menarik kabel yang terhubung dengan pedal gas tadi. Jadi tidak mengherankan ketika Cruise Control aktif pedal gas kalian bisa naik turun dengan sendirinya.


Selain menggunakan kabel, aktuator pada beberapa mobil ada yang memanfaatkan kevakuman mesin untuk membuka atau menutup throttle. Sistem ini mengandalkan katup kecil yang dikendalikan secara elektronik untuk mengatur vakum.

Cruise control juga memanfaatkan sensor khusus dalam hal memantau kecepatan dan posisi throttle. 

Selain itu juga memanfaatkan sensor untuk melihat kecepatan yang ingin dicapai dan untuk menonaktifkannya. Berkat sistem tersebut kecepatan mobil saat mode Cruise Control tetap stabil sesuai kecepatan yang sudah di-set. Kecepatan tetap stabil tanpa memperhatikan beban kendaraan maupun medan tanjakan maupun turunan yang dilalui.


Sebagai contoh kalian men-set kecepatan mode Cruise Control 70 km/jam, namun kecepatan mobil kalian saat itu adalah 50 km/jam. Maka, sistem secara otomatis akan melakukan akselerasi hingga kecepatan mencapai 70 km/jam dan mempertahankannya.


Disaat melalui jalan menanjak yang mana akselerasi pastinya akan melambat. sistem pun secara otomatis menaikkan posisi throttle agar mencapai kecepatan yang sudah di-set. Begitu pun saat melalui jalan menurun yang mana akselerasi akan semakin cepat. Maka, sistem pun akan mengontrol posisi throttle dan mengatur udara yang masuk ke mesin, sehingga mobil seperti melakukan deselerasi hingga sesuai dengan kecepatan yang di-set.


Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa, terdapat fitur dari Cruise Control yang mana mobil akan melakukan pengereman otomatis berdasarkan kecepatan dan jarak kendaraan yang ada di depan. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC).


Adaptive Cruise Control (ACC) bekerja juga dengan memanfaatkan sensor khusus yang umumnya dari laser. Sensor ini bertugas untuk mendeteksi jarak dan kecepatan dengan kendaraan yang ada di depan. Mobil akan mengerem ketika jarak mobil sudah terlalu dekat. Begitu juga ketika mobil mendeteksi jarak yang terlalu jauh dengan kendaraan di depannya, mobil akan menambah kecepatan hingga mencapai kecepatan yang kalian setting sebelumnya.


Bagaimana Cara Menggunakan Cruise Control ?


Menggunakan Cruise Control
sumber : practicalmechanic.com


Mengaktifkan Cruise Control sangatlah mudah karena tombol untuk mengaktifkan dan men-settingnya ada di setir semua. Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah kalian harus melaju mencapai kecepatan yang diinginkan. Saat kecepatan tercapai tekan tombol Cruise Control/Set kemudian kalian bisa mengatur batas kecepatannya dengan menekan tanda plus atau minus. Setelah Cruise Control mobil kalian aktif maka mobil kalian akan berjalan dengan sendirinya sesuai kecepatan yang kalian setting.


Kemudian, untuk menonaktifkan Cruise Control juga sangat mudah terdapat dua cara untuk menonaktifkannya. Pertama dengan menekan tombol cancel dan yang kedua adalah dengan menginjak pedal gas atau pedal rem. 


Terdapat kecepatan minimum yang harus dicapai untuk mengaktifkan Cruise Control. Masing-masing pabrikan pun memiliki kecepatan minimum yang berbeda-beda, namun umumnya adalah 40 km/h. Jika kecepatan mobil kalian di bawah kecepatan minimum maka Cruise Control tidak dapat diaktifkan. Hal tersebut memang diatur oleh pabrikan karena Cruise Control memang ditujukan untuk jalan bebas hambatan. Soalnya jika fitur Cruise Control juga dapat diaktifkan saat jalanan padat akan meningkatkan risiko kecelakaan.


Penutup

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Cruise Control mulai dari apa, cara kerja hingga bagaimana cara menggunakannya. Sebenarnya penggunaan fitur Cruise Control di Indonesia masih belum bisa diterapkan dengan maksimal. Mengingat kondisi jalanan di Indonesia yang padat hingga macet. Selain itu sikap pengendara yang masih suka sembarangan tidak memperhatikan rambu dan sekitarnya. Jadi, tidak mengherankan jika fitur Cruise Control hanya sekedar menaikkan gengsi semata.


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Minggu, 28 Juni 2020

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban
Photo by Sebastian Huxley on Unsplash


Berkendara dengan mobil kesayangan atau orang yang dicintai tentu saja menyenangkan. Namun, dalam berkendara di jalan risiko terjadinya sebuah kecelakan selalui mengintai. Baik itu karena kelalaian kita atau karena pengendara lain. Nah, salah satu penyebab kecelakaan di jalan adalah pecah ban.


Banyak faktor yang menyebabkan pecah ban. Oleh karena itu sebelum berkendara sebaiknya di cek dulu kondisi mobil mulai dari kondisi mesin hingga ban. Nah, jika ban mobil terlanjur pecah apakah yang harus kita lakukan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis memberikan beberapa tips. Patut diingat tips ini tidak menjamin risiko kecelakaan hilang 100%. Setidaknya tips ini mampu meminimalisir risiko kecelakaan dan seandainya kecelakaan pun tingkat kerusakannya tidak terlalu parah. Nah, kalau begitu langsung saja kita simak tipsnya di bawah ini.


Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban


Bersikap dan Berpikir Tenang


Bersikap dan Berpikir Tenang
Photo by A. L. on Unsplash


Sikap tenang adalah hal yang paling mendasar dan sangat utama. Karena dengan bersikap tenang kalian dapat berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat. Selain itu juga bisa menjaga fokus kalian jika bersikap tenang.


Mengendalikan Kecepatan


Caranya adalah lepaskan kaki dari menginjak pedal gas secara perlahan. Jangan melepas gas dengan cepat karena bisa membuat mobil melintir.


Jangan gunakan rem untuk membantu mengurangi kecepatan karena bisa membuat mobil melintir. Salah satu cara yang aman adalah memanfaatkan engine brake. Turunkan gigi secara bertahap dan  lakukan engine brake dengan halus.


Mengendalikan Setir


Mengendalikan Setir
Photo by nichiiro on Unsplash


Sembari mengendalikan laju mobil, kalian juga harus mengendalikan setir mobil. Biasanya setir akan condong berat ke arah ban yang pecah misalnya ke kanan bila yang pecah ban kanan dan sebaliknya.


Agar mobil tetap stabil maka perlu dilakukan counter steering. Apabila mobil condong ke kanan karena pecah ban sebelah kanan, maka balas dengan mengarahkan setir ke kiri dan sebaliknya. 


Pastikan kalian menggenggam setir mobil dengan baik. Karena bila terjadi slip saat memegang setir bisa bahaya.


Jaga Keseimbangan


Jaga Keseimbangan
Photo by Indira Tjokorda on Unsplash


Kalian harus seimbang apabila terjadi pecah ban. Seimbang yang dimaksud disini adalah menjaga ketenangan, mampu mengendalikan kecepatan dan juga setir.


Jika kalian bisa mengendalikan semuanya nyalakan sein kiri untuk memberi tanda bahwa kalian ingin menepi. Setelah mobil sudah menepi dan benar-benar berhenti, segera nyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman.


Kemudian, ganti ban yang pecah dengan ban serep. Jika ban yang pecah lebih dari satu atau tidak tahu cara mengganti ban kalian bisa langsung menelpon bengkel atau jasa towing mobil.


Penutup

Baiklah, itu tadi cara yang tepat untuk mengendalikan mobil saat pecah ban. Ingat selalu cek kondisi mobil sebelum bepergian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Terima kasih sudah berkunjung 😁