Kamis, 06 Agustus 2026

Mengenang Ken Block: Sang Legenda Gymkhana yang Mengubah Dunia Otomotif

Mengenang Ken Block: Sang Legenda Gymkhana yang Mengubah Dunia Otomotif

Ken Block Win Global Rallycross (GRC)
sumber : carbuzz.com


Dunia otomotif dan pop culture punya banyak pahlawan. Ada pebalap F1 dengan presisi tingkat tinggi, ada pebalap rally yang nekat menembus hutan, dan ada juga drifter yang hobi membakar ban di lintasan. Tapi, cuma ada satu orang yang sanggup menggabungkan semua elemen itu menjadi sebuah pertunjukan luar biasa yang bikin jutaan orang berdecak kagum: Ken Block.


Kalau kalian pecinta otomotif—atau minimal suka selancar di YouTube—pasti udah nggak asing lagi sama nama yang satu ini. Lewat aksi drifting gila-gilaan, mobil modifikasi monster, dan serial video Gymkhana, Ken Block berhasil menyihir dunia.


Yuk, kita bahas perjalanan hidup, karya monumental, dan warisan abadi yang ditinggalkan oleh sang legenda ini!


Mengenang Ken Block: Sang Legenda Gymkhana yang Mengubah Dunia Otomotif


Siapa Sih Ken Block? Dari Skateboarding ke Dunia Balap

Ken Block DC Shoes
sumber : skateboarding.com


Banyak dari kalian mungkin nyangka kalau Ken Block itu murni pebalap dari kecil. Padahal, fakta menariknya adalah Ken Block berlayar dari dunia action sports!


Lahir di California pada tahun 1967, pria bernama lengkap Kenneth Paul Block ini awalnya adalah seorang pengusaha sukses. Kalian tahu merek sepatu skateboard terkenal DC Shoes? Yup, Ken Block adalah salah satu co-founder-nya pada tahun 1994! Dari dunia skateboard dan snowboarding inilah Ken belajar gimana cara bikin konten keren, gaya hidup anak muda, dan budaya action sports yang penuh adrenalin.


Baru pada tahun 2005—saat usianya mendekati 38 tahun—Ken Block memutuskan buat terjun ke dunia balap profesional. Usia yang cukup "tua" buat memulai karier balap, tapi siapa sangka kalau keputusan ini malah mengubah jalurnya menjadi seorang legenda dunia.


baca juga : Mengenal Tommi Mäkinen: Raja Es WRC dan Kisah Legendaris di Balik Lancer Evo


Fenomena Gymkhana: Aksi Gila yang Mengguncang YouTube


Kalau harus sebutin satu hal yang bikin nama Ken Block melejit sampai ke pelosok dunia, jawabannya pasti Gymkhana.


Buat kalian yang belum tahu, Gymkhana adalah jenis balapan di mana pengemudi harus bernavigasi melewati rintangan rumit seperti cone, barrel, dan tembok beton dengan teknik drifting, donut, dan 360-degree turns.


Di tangan Ken Block, Gymkhana bukan sekadar kompetisi otomotif, melainkan sebuah seni visual. Pada tahun 2008, Ken merilis video Gymkhana Practice di YouTube. Siapa sangka, video itu langsung viral luar biasa!


Apa sih yang bikin video Gymkhana Ken Block begitu disukai kalian dan jutaan penonton lainnya?

  • Aksi Tanpa Takut: Ken Block nggak ragu nge-drift cuma beberapa sentimeter dari pinggir dermaga, helikopter yang lagi melayang, atau bahkan kereta api yang lagi jalan.

  • Sinematografi Ciamik: Pengambilan gambar dengan sudut extreme, gerakan slow-motion, dan suara raungan mesin v8 atau turbocharged yang bikin merinding.

  • Lokasi Ikonik: Dari jalanan menanjak San Francisco, sirkuit gurun di Dubai, sampai jalanan sempit di Universal Studios.


Setiap kali Ken Block dan tim Hooigans-nya merilis video baru, bisa dipastikan jagat internet langsung heboh. Video-video ini ditonton ratusan juta kali dan sukses menginspirasi generasi muda buat mencintai dunia otomotif.


Mobil-Mobil "Monster" Milik Ken Block

Ken Block Pikes at Peak International Hill Climb
sumber : ppihc.org


Nggak afdal rasanya kalau ngomongin Ken Block tanpa bahas mobil-mobil raksasa yang pernah dia kendarai. Ken Block dikenal selalu memodifikasi mobilnya sampai ke batas maksimal, baik secara performa maupun estetika.


Berikut beberapa mobil paling ikonik milik Ken Block yang mungkin pernah kalian lihat:

  1. Subaru Impreza WRX STI (Gymkhana 1 & 2): Mobil awal yang bikin namanya melambung. Ringan, kencang, dan suara knalpotnya khas banget.

  2. Ford Fiesta ST RX43: Digunakan di era pertengahannya bersama Ford. Agil dan luar biasa responsif buat manuver tajam.

  3. Hoonicorn RTR (Ford Mustang 1965): Ini dia mobil paling gila! Sebuah Mustang klasik All-Wheel Drive (AWD) yang dijejali twin-turbo dan sanggup menyemburkan tenaga hingga 1.400 horsepower! Mobil ini jadi bintang utama di Gymkhana 7 dan Climbkhana.

  4. Hoonitruck (Ford F-150 1977): Pick-up tua yang diubah jadi monster pembakar ban bertenaga 914 hp dengan mesin berbasis Ford GT V6 Twin-Turbo.

  5. Audi S1 Hoonitron: Mobil listrik (EV) khusus yang dibuatkan oleh Audi buat Ken Block dalam video Electrikhana di Las Vegas. Mobil ini membuktikan kalau kendaraan listrik pun bisa diajak gila-gilaan!


baca juga : Kenapa Mobil Ini Sering Dipakai Drift? Yuk, Mengenal 5 Mobil Ikonik Pilihan RevCultureID


Warisan yang Tak Tergantikan


Sayangnya, pada awal Januari 2023, dunia otomotif berduka mendalam. Ken Block meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan snowmobile di Utah, Amerika Serikat. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka luar biasa bagi keluarga, kolega, dan tentunya kalian semua para penggemarnya di seluruh dunia.


Meskipun Ken Block telah tiada, legacy atau warisan yang dia tinggalkan akan terus hidup. Ken berhasil membuktikan bahwa balapan bukan cuma soal siapa yang paling cepat menembus garis finish, tapi juga tentang bagaimana cara menikmati proses mengemudi dan membagikan keseruannya kepada orang lain.


Kini, semangat Ken Block diteruskan oleh keluarganya, terutama sang putri, Lia Block, yang juga sudah mulai menunjukkan bakat luar biasanya di balik kemudi mobil balap.


Kesimpulan


Ken Block bukan sekadar pebalap Rally atau drifter. Dia adalah seorang visioner, pengusaha, kreator konten, dan ikon budaya pop modern. Lewat gaya berkendara yang tanpa kompromi, dia berhasil menyatukan pecinta otomotif, game, skateboard, dan seni dalam satu wadah.


Jadi, dari semua video Gymkhana atau mobil-mobil monster milik Ken Block, mana nih yang paling jadi favorit kalian?


Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menginspirasi kalian semua untuk terus mengejar passion dengan totalitas tanpa batas, seperti yang dicontohkan oleh sang legenda, Ken Block!


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Rabu, 22 Juli 2026

Rahasia HPA Motorsport: Bengkel Gila yang Bikin VW dan Audi Jadi Monster Jalanan!

Rahasia HPA Motorsport: Bengkel Gila yang Bikin VW dan Audi Jadi Monster Jalanan!

Rahasia HPA Motorsport- Bengkel Gila yang Bikin VW dan Audi Jadi Monster Jalanan!
sumber : hpamotorsports.com


Pecinta otomotif, khususnya fans berat Volkswagen (VW) dan Audi, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama HPA Motorsport. Bayangkan saja, mobil perkotaan yang aslinya kalem dan nyaman, di tangan mereka bisa berubah menjadi monster jalanan yang sanggup mempermalukan supercar.


Nah, buat kalian yang penasaran kenapa bengkel modifikasi asal Kanada ini bisa sebegitu legendarisnya, mari kita bahas profil lengkap HPA Motorsport dengan santai sambil ngopi!


Rahasia HPA Motorsport: Bengkel Gila yang Bikin VW dan Audi Jadi Monster Jalanan!

Berawal dari Garasi Kecil di Kanada


Kisah sukses HPA Motorsport tidak terjadi dalam semalam. Semua berawal pada tahun 1991 di Langley, British Columbia, Kanada. Didirikan sebagai proyek berbasis kecintaan mendalam pada dunia otomotif (grassroots passion project), HPA awalnya hanyalah workshop kecil.


Fokus mereka dari dulu sangat konsisten: meningkatkan performa mobil-mobil besutan Volkswagen Audi Group (VAG). Seiring berjalannya waktu, dedikasi mereka membuahkan hasil. Sekarang, HPA Motorsport telah berkembang pesat dan beroperasi di fasilitas canggih seluas lebih dari 10.000 kaki persegi. Di dalam markas besar mereka ini, terdapat berbagai fasilitas canggih mulai dari area fabrikasi khusus, pusat mesin CNC, hingga alat Superflow AWD Dyno untuk menguji keliaran mobil buatan mereka.


baca juga : Mengenal RUF, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche


Mengapa HPA Motorsport Begitu Dikenal?


Ada ribuan tuning house di dunia ini, tetapi HPA Motorsport punya tempat spesial di hati para petrolhead. Apa rahasianya?

1. Spesialis VR6 dan Turbocharger

HPA VR6 Golf R
sumber : hpamotorsports.com


Salah satu mahakarya terbesar HPA adalah keahlian mereka dalam memodifikasi mesin VR6 legendaris milik VW. Mesin berkonfigurasi silinder unik ini dipadukan dengan sistem forced induction (Turbocharger) garapan HPA. Hasilnya? Lonjakan tenaga yang luar biasa besar namun tetap memiliki durabilitas yang tinggi untuk dipakai harian.


2. Ahlinya Konversi AWD (All-Wheel Drive)

Bukan cuma urusan mesin, HPA juga terkenal pintar memanipulasi sistem penggerak roda. Mereka adalah pionir dalam melakukan konversi penggerak roda depan (FWD) menjadi penggerak semua roda (AWD) berbasis sistem Haldex 4-Motion. Jadi, tenaga monster yang dihasilkan mesin tidak terbuang sia-sia karena traksi roda ke aspal menjadi sangat maksimal.


3. Racikan Software DSG Tuning yang Halus

Mobil kencang tanpa manajemen transmisi yang pintar akan terasa percuma. HPA Motorsport mengembangkan software kustom untuk transmisi kopling ganda alias DSG (Direct-Shift Gearbox) milik VW dan Audi. Hasil tuning DSG mereka membuat perpindahan gigi menjadi secepat kilat namun tetap menyalurkan tenaga dengan halus tanpa gejala menyentak yang mengganggu.


Dari Game Balap ke Dunia Nyata: Panggung SEMA dan Gran Turismo


Kalau kalian anak warnet atau generasi konsol yang suka main game Gran Turismo, kalian mungkin pernah mengendarai mobil ikonik HPA Motorsports Stage II R32. Mobil berbasis VW Golf R32 generasi pertama tersebut sukses memenangkan penghargaan bergengsi GT Award di ajang SEMA Show.


Di dunia nyata, mobil bermesin Twin-Turbo tersebut menghasilkan tenaga lebih dari 500 horsepower (hp)! Bayangkan saja, sebuah VW Golf kompak di awal era 2000-an sanggup melesat menandingi performa Ferrari dan Lamborghini pada masanya. Kehadiran mobil HPA di game Gran Turismo langsung mendongkrak popularitas mereka ke seluruh penjuru dunia.


baca juga : Mengenal Sejarah BMW M Power, Simbol Kecepatan yang Mengubah Dunia


Menu Modifikasi HPA Motorsport: Dari Harian Sampai Balap

HPA VW World Challenge 2015
sumber : hpamotorsports.com


HPA tidak hanya melayani modifikasi mobil utuh (complete vehicle builds), mereka juga menjual berbagai komponen performa tinggi terpisah yang bisa dibeli oleh konsumen umum. Beberapa produk andalan mereka meliputi:


  • Paket Turbo Upgrade: Mulai dari tipe hybrid seperti FR450 IS38 hingga turbo kustom berskala besar untuk mesin 2.0 TSI terbaru.

  • Intake Manifold: Menggunakan bahan cast aluminum berkekuatan tinggi yang mampu mengalirkan udara 40% lebih banyak dibanding komponen standar pabrikan.

  • Big Brake Kits (BBK): Bekerja sama dengan Baer Brakes, mereka menciptakan sistem pengereman multi-piston raksasa agar mobil yang sudah bertenaga monster bisa berhenti dengan aman.

  • Suspensi & Kaki-kaki: Menyediakan coilovers khusus yang dirancang agar mobil tetap nyaman dipakai di jalan raya tetapi tetap stabil saat melibas tikungan sirkuit.


Filosofi "Built to be Driven"


Satu hal yang membuat HPA Motorsport berbeda dengan bengkel modifikasi ekstrem lainnya adalah filosofi mereka: Built to be Driven (Dibuat untuk Dikendarai). Mereka tidak tertarik membuat mobil pameran yang hanya keren saat diam di garasi atau mobil drag yang ringkih.


Setiap mobil dan komponen yang keluar dari bengkel HPA wajib lolos uji ketahanan. Mereka menguji racikannya langsung di lintasan balap profesional melalui kompetisi seperti Pirelli World Challenge. Data dari sirkuit balap itulah yang kemudian diturunkan menjadi produk harian untuk mobil konsumen mereka. Hasil akhirnya adalah mobil modifikasi dengan tenaga luar biasa, temperatur mesin yang terjaga baik (thermal management), dan kenyamanan yang tidak dikorbankan.


Penutup


Kesimpulannya, HPA Motorsport bukan sekadar tempat modifikasi mobil biasa. Mereka adalah para insinyur gila yang berhasil memadukan keganasan performa khas sirkuit dengan kenyamanan mobil harian. Jadi, jangan heran kalau produk-produk mereka selalu menjadi incaran utama para pemilik VW dan Audi yang ingin merasakan sensasi berkendara "di luar nalar".


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Senin, 08 Juni 2026

Kisah Chevrolet Corvette C3 4 Pintu: Muscle Car Langka yang Mendahului Zaman

Kisah Chevrolet Corvette C3 4 Pintu: Muscle Car Langka yang Mendahului Zaman

Kisah Chevrolet Corvette C3 4 Pintu- Muscle Car Langka yang Mendahului Zaman
sumber : petrolicious.com


Kalau kita bicara soal Chevrolet Corvette C3, apa sih yang langsung terlintas di kepala kalian? Pasti mobil sport dua pintu dengan moncong panjang yang seksi, lampu depan pop-up yang ikonik, dan gaya ala hiu martil (Mako Shark) yang garang banget, kan? Tapi, pernah nggak kalian membayangkan kalau mobil sport legendaris Amerika ini punya varian 4 pintu?


Bukan hasil editan Photoshop, bukan juga sekadar konsep di atas kertas. Mobil ini nyata adanya! Namanya adalah Corvette America. Buat kalian yang suka dengan sejarah mobil unik dan langka, yuk kita kupas tuntas kisah di balik lahirnya Chevrolet Corvette C3 4 pintu ini dengan gaya santai sambil ngopi!


Kisah Chevrolet Corvette C3 4 Pintu: Muscle Car Langka yang Mendahului Zaman


Awal Mula Ide Gila: Mengapa Harus 4 Pintu?


Pada akhir tahun 1970-an, General Motors (GM) selaku induk perusahaan Chevrolet sedang memikirkan ide yang cukup radikal. Mereka melihat ada pasar potensial untuk orang-orang kaya yang ingin performa dan gengsi sebuah mobil sport, tapi tetap butuh kenyamanan sedan untuk membawa keluarga. Konsepnya mirip-mirip lah dengan apa yang dilakukan Porsche Panamera atau Aston Martin Rapide di era modern sekarang. Bedanya, GM ingin mencobanya pada sebuah Corvette C3!


Karena GM sendiri agak ragu dan tidak ingin mengacaukan lini produksi massal mereka di pabrik, mereka akhirnya melempar proyek ini ke pihak luar. GM bekerja sama dengan rumah modifikasi terkenal asal Pasadena, California, bernama California Custom Coach (CCC).


Cara Membuatnya: "Operasi Potong Sambung" Dua Mobil

Corvette C3 4 Doors
sumber : petrolicious.com


California Custom Coach tidak membangun mobil ini dari nol dengan cetakan baru. Cara yang mereka lakukan benar-benar ekstrem dan bikin geleng-geleng kepala: mereka memotong dua buah mobil Corvette C3 asli dan menyatukannya jadi satu!


Prosesnya kurang lebih seperti ini:

  • Corvette pertama dipotong dan diambil bagian depannya sampai kabin pengemudi (kehilangan bagian bagasi/belakang).

  • Corvette kedua dipotong dan diambil bagian kabin penumpang hingga buritan belakang (kehilangan bagian mesin dan moncong depan).

  • Kedua potongan raksasa ini kemudian dilas dan disatukan dengan sasis yang diperpanjang.

Hasil dari operasi potong-sambung ini melahirkan sebuah sedan sport dengan dimensi yang luar biasa melar. Secara fisik, bodi mobil ini memanjang sekitar 30 inci atau sekitar 76 sentimeter dibandingkan dengan versi C3 standar. Penambahan panjang ini otomatis membuat jarak sumbu roda atau wheelbase-nya melar menjadi 128 inci, sebuah ukuran yang hampir setara dengan limosin mini!


Corvette C3 4 Doors Interior
sumber : petrolicious.com


Menariknya, meskipun bodinya bertambah panjang secara signifikan, bobotnya hanya naik sekitar 500 pon menjadi total sekitar 4.020 pon saja berkat penggunaan material bodi fiberglass yang terkenal ringan. Sisi paling keren dari konfigurasi bodi baru ini adalah hadirnya empat panel atap T-Top yang bisa dilepas pasang seluruhnya.



Bayangkan saja, mobil ini jadi punya empat pintu fungsional, ruang kaki penumpang belakang yang lumayan lega, dan semua penumpangnya bisa menikmati angin segar karena atapnya bisa dibuka semua! Beneran berasa naik limosin sporty yang siap diajak nongkrong di pantai.


Dapur Pacu dan Performa: Apakah Masih Segarang Aslinya?

Corvette C3 4 Doors Dashboard
sumber : petrolicious.com


Berdasarkan catatan sejarah otomotif, basis bodi yang digunakan untuk versi produksi akhir ini menggunakan eksterior depan khas Corvette C3 keluaran tahun 1980. Di bawah kap mesinnya yang panjang, tertanam mesin V8 350 kubik inci (5.7 Liter) standar bawaan pabrik. Namun, karena ini adalah era cekikan regulasi emisi ketat di Amerika (sering disebut Malaise Era), tenaga yang dihasilkan mesin V8 ini tergolong pas-pasan untuk ukuran sekarang, yaitu hanya sekitar 195 horsepower.


Dipadukan dengan transmisi otomatis 3-percepatan, performanya otomatis menurun akibat bobot ekstra dan bodi yang melar. Akselerasi dari 0 ke 100 km/jam membutuhkan waktu sekitar 9 detikan. Ditambah lagi dengan wheelbase sekujur limosin, kelincahannya saat menikung jelas tidak se-asik versi dua pintunya. Tapi hey, mobil ini dibuat untuk cruising santai bareng keluarga sambil pamer, bukan untuk balapan sirkuit!


Alasan Mengapa Proyek Ini Gagal Total


Rencana awal GM dan California Custom Coach sebenarnya cukup ambisius. Mereka berencana memproduksi massal tiruan komersial ini sebanyak 40 unit per tahun sebagai kendaraan pesanan khusus eksklusif. Tapi kenyataannya? Proyek ini layu sebelum berkembang.


Ada dua alasan utama mengapa Corvette 4 pintu ini gagal di pasaran:


1. Harganya yang Bikin Kantong Bolong


Pada tahun 1980, harga satu unit Corvette C3 standar berkisar antara $13.000 hingga $14.000. Sementara itu, Corvette America 4 pintu ini dibanderol dengan harga fantastis, yaitu di atas $35.000! Kalau dikonversikan ke nilai mata uang saat ini, harganya setara dengan mobil mewah seharga lebih dari $135.000 (sekitar Rp 2 miliar lebih). Angka yang terlalu mahal untuk sebuah modifikasi "eksperimental".



2. Penolakan dari Kaum Purist


Pencinta fanatik Corvette (kaum purist) menganggap konsep empat pintu adalah sebuah dosa besar. Bagi mereka, Corvette sejati adalah mobil 2-seater sports car (dua kursi, dua pintu). Mengubahnya menjadi sedan keluarga dianggap merusak kesucian nama besar Corvette.


Tahukah Kalian? Karena sepinya peminat dan harganya yang selangit, akhirnya hanya ada 6 unit saja Corvette C3 4 pintu yang pernah diproduksi di dunia! Ini menjadikannya salah satu varian Corvette paling langka dan diburu kolektor kelas berat hingga hari ini.


Kesimpulan


Meskipun dicap sebagai kegagalan komersial pada zamannya, Chevrolet Corvette C3 4 pintu alias Corvette America adalah bukti keberanian dalam mendobrak batas desain otomotif. Konsep sedan super-sport 4 pintu yang mereka gagas di tahun 1980 justru menjadi tren global yang sangat sukses di era modern saat ini. Kisah mobil ini selalu menarik untuk diangkat kembali karena ia membuktikan bahwa dunia otomotif tidak pernah kekurangan ide-ide gila yang di luar nalar.


Bagaimana menurut kalian? Apakah Corvette C3 4 pintu ini terlihat keren dan elegan, atau justru terlihat aneh dan merusak estetika asli Stingray? Tulis opini kalian di kolom komentar di bawah ya! Jangan lupa buat share artikel ini ke temen-temen tongkrongan sesama pencinta mobil klasik.


terima kasih sudah berkunjung 😁

Sabtu, 22 Agustus 2020

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil
sumber : mitsubishi-motors.co.id


Sepertinya fitur Cruise Control pada mobil keluaran sekarang sudah tidak asing lagi. Maraknya penambahan fitur tersebut pada mobil menandakan pesatnya perkembangan teknologi. Makin kesini fitur-fitur yang dimiliki sebuah mobil semakin banyak ada yang penting banget dan ada juga yang tidak.


Nah, salah satu fitur yang lagi nge-hits sekarang ini adalah fitur Cruise Control. Singkatnya Cruise Control adalah sebuh teknologi yang memungkinkan mobil kalian berjalan dengan kecepatan yang stabil tanpa menginjak pedal gas. Berkat teknologi ini tentunya membuat perjalanan jauh jadi tidak melelahkan. Sungguh sebuah inovasi teknologi yang canggih bukan? Namun, apa hanya itu? Sebenarnya apa itu Cruise Control? dan bagaimana cara kerja serta cara menggunakannya?


Untuk mengetahui itu semua, yuk diterusin bacanya karena penjelasan lebih lanjut mengenai Cruise Control akan dijelaskan di bawah ini.


Apa Yang Harus Kalian Ketahui tentang Cruise Control Pada Mobil


Apa Itu Cruise Control?


Fitur Cruise Control
sumber : oto.co.id


Cruise control adalah salah satu inovasi teknologi yang digunakan pada mobil. Cruise Control berfungsi untuk mengatur kecepatan mobil dengan stabil tanpa perlu menginjak pedal gas. Sehingga bisa juga dibilang dengan fitur Cruise Control mobil kalian tetap berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Cruise control juga terkadang disebut sebagai speed control atau autocruise.


Fitur Cruise Control juga sering dijadikan bahan untuk menaikkan gengsi alias pamer. Si pemilik memamerkan bahwa mobilnya mampu berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Padahal si pemilik mobil tersebut belum tentu ngerti cara menggunakannya.


Baik kita kembali lagi ke pembahasan.


Seperti yang kita ketahui dengan Cruise Control mobil kalian bisa jalan sendiri tanpa menginjak pedal gas. Namun, terdapat teknologi yang membuat fitur Cruise Control semakin canggih. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC). Dengan fitur ini mobil yang dalam mode Cruise Control dapat melakukan pengereman secara otomatis. Misal jika jarak mobil kalian dengan yang kendaraan yang ada di depan terlalu dekat maka mobil akan mengerem otomatis dan jika menjauh mobil pun akan berkaselerasi dengan sendirinya.


Meski telah menggunakan teknologi Adaptive Cruise Control (ACC) bukan berarti mengemudi dengan mengandalkan Cruise Control memberikan kemanan 100 persen. Kalian juga harus tetap waspada untuk menghindari kecelakaan karena kondisi jalanan yang tidak dapat ditebak. Terkadang ada kendaraan di depan yang mengerem mendadak atau kendaraan yang menyalip dengan sembarangan tanpa melihat kondisi. Dengan adanya Cruise Control berkendara dengan jarak yang jauh membuat tidak melelahkan. Selain itu Cruise Control sangat efektif digunakan pada perjalanan luar kota atau jalan bebas hambatan yang mana biasanya lalu lintas tidak padat.


Bagaimana Cara Kerja Cruise Control ?


Adaptive Cruise Control
sumber : mitsubishi-motors.ie


Cruise Control bekerja dengan memanfaatkan Electronic Control Unit (ECU) untuk mengendalikan posisi throttle, sehingga kecepatan mobil bisa diatur. Terdapat kabel di antara katup throttle dan aktuator yang mana kabel ini terhubung juga dengan pedal gas. Sehingga saat Cruise Control aktif, aktuator akan menarik kabel yang terhubung dengan pedal gas tadi. Jadi tidak mengherankan ketika Cruise Control aktif pedal gas kalian bisa naik turun dengan sendirinya.


Selain menggunakan kabel, aktuator pada beberapa mobil ada yang memanfaatkan kevakuman mesin untuk membuka atau menutup throttle. Sistem ini mengandalkan katup kecil yang dikendalikan secara elektronik untuk mengatur vakum.

Cruise control juga memanfaatkan sensor khusus dalam hal memantau kecepatan dan posisi throttle. 

Selain itu juga memanfaatkan sensor untuk melihat kecepatan yang ingin dicapai dan untuk menonaktifkannya. Berkat sistem tersebut kecepatan mobil saat mode Cruise Control tetap stabil sesuai kecepatan yang sudah di-set. Kecepatan tetap stabil tanpa memperhatikan beban kendaraan maupun medan tanjakan maupun turunan yang dilalui.


Sebagai contoh kalian men-set kecepatan mode Cruise Control 70 km/jam, namun kecepatan mobil kalian saat itu adalah 50 km/jam. Maka, sistem secara otomatis akan melakukan akselerasi hingga kecepatan mencapai 70 km/jam dan mempertahankannya.


Disaat melalui jalan menanjak yang mana akselerasi pastinya akan melambat. sistem pun secara otomatis menaikkan posisi throttle agar mencapai kecepatan yang sudah di-set. Begitu pun saat melalui jalan menurun yang mana akselerasi akan semakin cepat. Maka, sistem pun akan mengontrol posisi throttle dan mengatur udara yang masuk ke mesin, sehingga mobil seperti melakukan deselerasi hingga sesuai dengan kecepatan yang di-set.


Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa, terdapat fitur dari Cruise Control yang mana mobil akan melakukan pengereman otomatis berdasarkan kecepatan dan jarak kendaraan yang ada di depan. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC).


Adaptive Cruise Control (ACC) bekerja juga dengan memanfaatkan sensor khusus yang umumnya dari laser. Sensor ini bertugas untuk mendeteksi jarak dan kecepatan dengan kendaraan yang ada di depan. Mobil akan mengerem ketika jarak mobil sudah terlalu dekat. Begitu juga ketika mobil mendeteksi jarak yang terlalu jauh dengan kendaraan di depannya, mobil akan menambah kecepatan hingga mencapai kecepatan yang kalian setting sebelumnya.


Bagaimana Cara Menggunakan Cruise Control ?


Menggunakan Cruise Control
sumber : practicalmechanic.com


Mengaktifkan Cruise Control sangatlah mudah karena tombol untuk mengaktifkan dan men-settingnya ada di setir semua. Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah kalian harus melaju mencapai kecepatan yang diinginkan. Saat kecepatan tercapai tekan tombol Cruise Control/Set kemudian kalian bisa mengatur batas kecepatannya dengan menekan tanda plus atau minus. Setelah Cruise Control mobil kalian aktif maka mobil kalian akan berjalan dengan sendirinya sesuai kecepatan yang kalian setting.


Kemudian, untuk menonaktifkan Cruise Control juga sangat mudah terdapat dua cara untuk menonaktifkannya. Pertama dengan menekan tombol cancel dan yang kedua adalah dengan menginjak pedal gas atau pedal rem. 


Terdapat kecepatan minimum yang harus dicapai untuk mengaktifkan Cruise Control. Masing-masing pabrikan pun memiliki kecepatan minimum yang berbeda-beda, namun umumnya adalah 40 km/h. Jika kecepatan mobil kalian di bawah kecepatan minimum maka Cruise Control tidak dapat diaktifkan. Hal tersebut memang diatur oleh pabrikan karena Cruise Control memang ditujukan untuk jalan bebas hambatan. Soalnya jika fitur Cruise Control juga dapat diaktifkan saat jalanan padat akan meningkatkan risiko kecelakaan.


Penutup

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Cruise Control mulai dari apa, cara kerja hingga bagaimana cara menggunakannya. Sebenarnya penggunaan fitur Cruise Control di Indonesia masih belum bisa diterapkan dengan maksimal. Mengingat kondisi jalanan di Indonesia yang padat hingga macet. Selain itu sikap pengendara yang masih suka sembarangan tidak memperhatikan rambu dan sekitarnya. Jadi, tidak mengherankan jika fitur Cruise Control hanya sekedar menaikkan gengsi semata.


Terima kasih sudah berkunjung 😁

Kamis, 30 April 2020

Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi

Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi

Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi
sumber : conceptcarz.com


Nama Ford dalam dunia otomotif sangatlah terkenal di seluruh dunia. Hal itu memang dikarenakan mobilnya yang berkualitas dan sering memenangkan berbagai kejuaraan. Mengingat salah satu mobil legendaris mereka yaitu Ford GT40 yang mampu mendominasi endurance racing pada tahun 1960-an. Ford pun membuat suksesornya dengan nama Ford GT90.


Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi


Pada Bulan Januari 1995 tepatnya pada pameran Detroit Auto Show, Ford memamerkan sebuah mobil konsep dengan nama Ford GT90. Pada pameran tersebut Ford GT90 mendapatkan  label "world's mightiest supercar" karena memiliki teknologi tercanggih pada saat itu.


Hal tersebut tidaklah mengherankan karena Ford GT90 memang diplot untuk menjadi suksesor Ford GT40 yang legendaris. Selain sebagai suksesor Ford GT40 yang legendaris, Ford GT90 juga merupakan sebuah test bed untuk teknologi, konsep teknis dan desain, serta fitur yang berorientasi pada pengemudi yang kedepannya akan digunakan pada mobil Ford lainnya.


Ford GT90 juga merupakan mobil pertama yang menggunakan konsep desain "New Edge" yang kemudian juga digunakan pada mobil-mobil Ford selanjutnya seperti Ford Focus, Mustang dan Falcon. Hal tersebut semakin membuat Ford GT90 semakin spesial.


Waktu Yang Singkat Bukan Hambatan Untuk Menciptakan "Monster"


Ford GT90 Back
sumber : conceptcarz.com


Ford GT90 dibuat oleh sebuah grup kecil khusus di Ford SVT (Special Vehicle Team) hanya dalam kurun waktu enam bulan. Sebuah waktu yang sangat singkat untuk menciptakan sebuah supercar. Karena waktunya terlalu singkat, sehingga tim yang membuatnya menggunakan beberapa parts dari Jaguar untuk menghemat waktu. Sebagi informasi pada saat itu Jaguar masih menjadi milik Ford jadi sah-sah saja menggunakan partsnya. Selain waktu yang sangat singkat pembuatan Ford GT90 juga memakan biaya sekitar 3 juta US Dollar.


Eksterior dan Interior


Ford GT90 Side
sumber : conceptcarz.com


Ford GT90 hadir dengan warna putih cerah. Menganut konsep desain "New Edge" posisi kabin Ford GT90 menjadi lebih ke depan dan memiliki kap mesin yang pendek. Wheelbase yang dimilikinya juga panjang yaitu 2.946 mm. Konsep desain "New Edge" benar-benar membuat Ford GT90 terlihat hi-tech dan futuristik.


Panel bodi Ford GT90 terbuat dari bahan serat karbon dan chassis alumunium monocoque yang membentuk honey-comb. Pintu Ford GT90 juga canggih karena bisa dioperasikan secara elektronik,. Selain itu bagian kabinnya pun luas tidak seperti supercar 90-an yang umumnya memiliki kabin yang sempit.


Ford GT90 Interior
sumber : conceptcarz.com


Masuk ke Interior, Ford GT90 didominasi oleh warna biru cerah yang dilapisi oleh kombinasi bahan kulit dan suede. Model open-gated shifternya yang berwarna silver ditambah alumunium linkage yang terhubung ke konsol tengah terlihat keren dan sporty.


Pada bagian konsol tengah terbuat dari bahan serat karbon dan memiliki detail berwarna silver dan terbuat dari alumunium. Desain panel instrumen customnya pun tak kalah keren yang mana diletakkan di depan setir dan tambahan di pintu pengemudi. Agar tidak terlihat monoton detail setiga warna kuning yang terdapat pada setir terlihat sempurna sebagai pemanis.


Performa


Ford GT90 V12 Engine
sumber : conceptcarz.com


Performa Ford GT90 sangat luar biasa tinggi. Ford GT90 menggunakan mesin berkapasitas 6.000cc 12 silinder V12 yang merupakan penggabungan dari 2 mesin V8 Lincoln. Tidak cukup sampai disitu agar semakin bertenaga mesin V12 tersebut dibekali turbo Garrett Systems T2 sebanyak 4 unit. Sehingga tenaga yang dihasilkan adalah 720 HP dan torsi 895 Nm.


Tenaga yang besar tersebut di salurkan ke roda belakang mengingat Ford GT90 memiliki layout MR ( Mid Engine, Rear Wheel Drive). Penyaluran tenaga ke roda belakang melalui gearbox FFD-Ricardo five-speed manual transmission yang diambil dari Jaguar XJ220.

baca juga : Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

Hasilnya Top speed mencapai 407 km/h dan akselerasi dari 0-100 km/h dapat dicapai hanya dalam 3,1 detik. Nah, untuk mengimbangi tenaga yang besar tersebut Ford GT90 menggunakan double wishbone suspension yang lagi-lagi diambil dari Jaguar XJ220 karena memiliki handling yang baik pada kecepatan tinggi.


Sayangnya "Monster" Tersebut Tak Pernah Diproduksi


Ford GT90 Front
sumber : conceptcarz.com


Padahal konsep Ford GT90 sudah dipamerkan dan cukup pantas bila menjadi suksesor Ford GT40. Namun, entah kenapa Ford tidak pernah memproduksinya mereka justru menjadikan Ford GT yang diproduksi tahun 2004 sebagai suksesor Ford GT40.

Karena hanya ada satu di dunia dan itu pun masih berupa konsep. Hingga saat ini keberadaan mobil tersebut masih belum jelas. Terakhir, terlihat Ford GT90 pernah masuk lelang melalui RM auction pada tahun 2009.


Penutup

Baiklah, itu tadi perkenalan Ford GT90 sebuah mobil konsep yang entah kenapa tidak pernah diproduksi padahal sangat menjanjikan. Selain menjanjikan patut diingat bahwa Ford GT90 pernah mendapatkan label "world's mightiest supercar" pada saat dipamerkan di Detroit Auto Show. Mungkin Ford punya pertimbangan khusus kenapa tidak pernah memproduksinya.


Terima kasih sudah berkunjung 😁