![]() |
| sumber : zoomingjapang.com |
Kalau kalian pernah liburan ke Jepang atau sering nonton konten jalan-jalan di sana, kalian mungkin sadar ada satu pemandangan unik di lanskap lalu lintasnya. Banyak mobil di Jepang ditempeli stiker berdesain khusus dengan kombinasi warna yang mencolok. Stiker-stiker ini bukan sekadar hiasan atau aksesori modif biasa biar mobil kelihatan keren, melainkan sistem penandaan resmi yang diatur oleh undang-undang lalu lintas Jepang.
Pemerintah Jepang meluncurkan sistem penandaan stiker ini untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya. Melalui stiker ini, para pengguna jalan lain bisa langsung tahu siapa yang sedang mengemudi, sehingga bisa saling menghormati dan memberi ruang lebih. Penasaran apa saja jenis stiker tanda pengendara di Jepang dan apa maknanya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
1. Stiker Shoshinsha (Shoshinsha Mark) – Penanda Pengendara Pemula
| sumber : wikipedia.org |
Stiker pertama dan paling populer adalah Shoshinsha Mark (ććżéè»ąè æšè). Stiker ini memiliki bentuk menyerupai daun dengan kombinasi warna hijau di sebelah kiri dan kuning di sebelah kanan. Karena bentuknya yang khas, masyarakat Jepang sering menyebut stiker ini sebagai Wakaba Mark (Tanda Daun Muda).
Siapa yang wajib memakai stiker ini?
Pengemudi yang baru saja mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) mobil reguler.
Stiker wajib dipasang di bagian depan dan belakang mobil selama satu tahun pertama sejak SIM diterbitkan.
Fungsi utama dari stiker Shoshinsha adalah memberi tahu pengendara lain bahwa pengemudinya masih belum berpengalaman. Menariknya, aturan lalu lintas di Jepang memberikan perlindungan hukum khusus untuk pemegang stiker ini. Pengendara lain dilarang keras menyalip secara agresif, memotong jalan, atau melakukan manuver yang bisa membahayakan mobil berstiker Shoshinsha. Jika ada pengemudi lain yang terbukti mengganggu mobil berstiker ini, mereka bisa dikenakan denda dan pengurangan poin SIM. Jadi, kalau kalian berkendara di Jepang dan melihat stiker hijau-kuning ini, pastikan untuk selalu menjaga jarak aman.
baca juga : Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban
2. Stiker Koreisha (Koreisha Mark) – Tanda Pengendara Lansia
![]() |
| sumber : motomobinews.id |
Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan populasi lansia terbesar di dunia. Untuk menjaga keselamatan para pengemudi lanjut usia dan pengguna jalan lainnya, pemerintah Jepang memperkenalkan Koreisha Mark (é«éœąéè»ąè æšè).
Stiker ini memiliki dua versi desain yang pernah dan sedang digunakan:
Desain Lama (Kuning-Oranye): Berbentuk menyerupai tetesan air atau daun gugur dengan paduan warna kuning dan oranye.
Desain Baru (Empat Daun): Diperkenalkan sejak tahun 2011, berbentuk daun clover empat kelopak dengan warna hijau, hijau muda, kuning, dan oranye.
Stiker ini ditujukan bagi pengemudi yang berusia 70 tahun ke atas. Meskipun pengguanaannya sangat disarankan bagi mereka yang berusia 70–74 tahun dan dianjurkan secara kuat untuk usia 75 tahun ke atas, stiker ini menjadi simbol kepedulian di jalan raya. Ketika mobil memasang stiker ini, pengemudi di sekitarnya disarankan untuk lebih bersabar, memberikan prioritas saat mereka ingin berpindah jalur, serta menjaga jarak ekstra.
3. Stiker Shintai Shougaisha (Shintai Shougaisha Mark) – Tanda Pengendara Disabilitas Fisik
| sumber : motomobinews.id |
Stiker ketiga adalah Shintai Shougaisha Mark (èș«äœéćźłè æšè). Stiker ini berbentuk lingkaran dengan simbol clover berwarna putih di atas latar belakang biru. Karena bentuknya, stiker ini juga sering disebut sebagai Yotsuba Mark (Tanda Clover Empat Sehelai).
Stiker ini khusus dipasang pada mobil yang dikemudikan oleh seseorang yang memiliki keterbatasan fisik atau disabilitas pada anggota gerak tubuhnya. Biasanya, mobil yang menggunakan stiker ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa dikendalikan secara manual atau sesuai kebutuhan fisik pengemudinya.
Sama seperti stiker pemula, hukum lalu lintas Jepang memberikan perlindungan ketat bagi kendaraan yang memasang stiker disabilitas ini. Pengendara lain dilarang memotong jalur atau memblokir jalan mobil ini. Selain itu, stiker ini juga memudahkan pengemudi untuk mendapatkan akses prioritas di area parkir khusus disabilitas di tempat-tempat umum.
baca juga : Inilah Langkah Mudah Dan Aman Untuk Mencuci Ruang Mesin Mobil Kalian
4. Stiker Choukaku Shougaisha (Choukaku Shougaisha Mark) – Tanda Pengendara Gangguan Pendengaran
| sumber : motomobinews.id |
Stiker terakhir yang tidak kalah penting adalah Choukaku Shougaisha Mark (èŽèŠéćźłè æšè). Stiker ini berbentuk lingkaran dengan gambar kupu-kupu berwarna kuning berlatar belakang hijau. Kombinasi bentuk kupu-kupu ini membentuk simbol dua telinga yang saling membelakangi.
Stiker ini wajib dipasang oleh pengemudi yang memiliki gangguan pendengaran berat (tuli) tetapi telah memenuhi syarat hukum untuk mengemudikan kendaraan setelah melalui tes khusus. Karena pengemudi tidak dapat mendengar klakson atau suara sirine kendaraan darurat dengan jelas, stiker ini berfungsi sebagai peringatan visual bagi pengemudi di sekitarnya.
Pengendara lain yang melihat stiker kupu-kupu hijau-kuning ini diharapkan memberikan behaves lebih waspada dan menggunakan isyarat lampu (seperti lampu dim) jika ingin memberi tanda, bukan hanya mengandalkan klakson.
Kesimpulan
Keberadaan sistem stiker ini membuktikan betapa tertib dan terstrukturnya lalu lintas di Jepang. Sistem penandaan visual ini tidak hanya berfungsi sebagai regulasi tertulis, tetapi juga membangun budaya empati di jalan raya. Dengan melihat stiker yang terpasang, kalian bisa langsung menyesuaikan cara berkendara demi keselamatan bersama.
Jika kalian punya rencana untuk menyewa mobil dan melakukan road trip di Jepang kelak, memahami arti stiker-stiker ini tentu akan membuat pengalaman berkendara kalian jadi jauh lebih aman dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu mematuhi rambu-rambu lokal dan saling menghormati sesama pengguna jalan!
Apakah kalian punya pengalaman unik melihat stiker-stiker ini saat liburan ke Jepang?
Terima kasih sudah berkunjung đ
.jpg)
.webp)
.jpg)
.webp)
.jpg)
%20(carbuzz.com).webp)
.webp)
.jpg)
.webp)
.jpg)
.jpeg)
.webp)

