Sabtu, 11 April 2026

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1
sumber : toyota.drive.place

Ketika mendengar kata "Corolla" pasti yang terbesit di pikiran adalah lini mobil legendaris dari Toyota yang masih eksis hingga sekarang. Nama "Corolla" sendiri memiliki arti mahkota kecil yang diambil dari bahasa latin. Toyota Corolla memulai debutnya di dunia otomotif mulai tahun 1966. Sejauh ini sudah terjual 50 juta lebih unit Toyota Corolla di seluruh dunia sampai pada model Corolla Cross. Bahkan, pada tahun 1997 Toyota Corolla menjadi mobil yang penjualannya paling laris di dunia.

Dari tahun 1966 hingga postingan ini diterbitkan Toyota Corolla sudah memiliki 12 generasi dengan berbagai layout dari sedan, liftback, hatchback, wagon dan yang paling baru adalah SUV. Nah, pada kali ini penulis akan mengajak kalian berkenalan dengan Toyota Corolla dari generasi ke generasi di bawah ini.

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi (Part 1)


Corolla Gen-1 (KE10-1966-1970)


Corolla E10
sumber : toyota-automobile-museum.jp

Sejarah besar dimulai pada tahun 1966 ketika Toyota meluncurkan Corolla generasi pertama sebagai bentuk pembuktian diri kepada dunia otomotif internasional. Di tengah tren produsen mobil yang kala itu rata-rata menggunakan mesin 1.000cc, Toyota tampil ambisius dengan menyematkan kapasitas 1.100cc untuk memberikan performa yang lebih unggul. Fakta menarik dari generasi ini adalah kegigihan Toyota dalam menembus pasar ekspor, dimulai dari Australia pada tahun 1966 hingga Amerika Serikat pada 1968. Sayangnya, bagi para pecinta mobil klasik di tanah air, Indonesia tidak masuk dalam daftar distribusi resmi untuk generasi pertama ini, sehingga unit yang ada saat ini biasanya merupakan koleksi langka hasil impor khusus atau perpindahan tangan antar-negara.

Dari sisi tampilan, Corolla generasi pertama mengusung konsep desain semi-fastback yang mencerminkan estetika sedan kelas dunia di masanya. Karakter klasiknya sangat kuat berkat penggunaan lampu depan bulat yang ikonik, fender yang tampak menonjol, serta posisi spion unik yang terletak di atas kap mesin atau fender mirrors. Masuk ke area interior, meski terlihat minimalis menurut standar modern, mobil dengan kode bodi KE10 (sedan), KE15 (coupe), dan KE16 (wagon) ini sudah dilengkapi fitur mewah di zamannya seperti radio, pemanas (heater), sandaran tangan, dan console box. Standar keselamatan pun mulai diperkenalkan melalui penggunaan sabuk pengaman, menandai awal kepedulian Toyota terhadap aspek keamanan pengemudi.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi fokus utama Toyota dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang responsif melalui mesin seri K berkapasitas 1.100cc dengan pasokan bahan bakar karburator. Untuk mengimbangi tenaga 60 HP yang dihasilkan, Toyota melakukan terobosan berani dengan menerapkan suspensi MacPherson Strut pada bagian depan—teknologi yang sangat canggih saat itu hingga membutuhkan waktu riset selama 2,5 tahun untuk mendapatkan setelan yang sempurna. Menjelang akhir masa produksinya pada tahun 1970, Corolla ini mendapatkan versi facelift dengan peningkatan kapasitas mesin menjadi 1.200cc serta pilihan transmisi yang beragam, mulai dari otomatis 2-percepatan hingga manual 4-percepatan dengan tuas di lantai maupun di kolom setir.

Corolla Gen-2 KE20 (1970-1974)


Corolla E20
sumber : wikipedia.org

Toyota Corolla generasi kedua, yang diperkenalkan secara global pada tahun 1970, memegang peranan krusial sebagai pionir keluarga Corolla di pasar otomotif Indonesia. Mobil ini memiliki fakta unik dengan julukan "Corbet" atau Corolla Betawi, sebuah nama yang lahir karena popularitasnya yang luar biasa di kalangan warga Jakarta serta perannya sebagai armada taksi ikonik di ibu kota pada masanya. Selain menjadi primadona lokal, ketangguhan dan durabilitas mobil ini diakui secara internasional dengan distribusi luas ke berbagai benua seperti Eropa, Amerika, hingga Afrika. Berkat reputasi keandalannya, Corolla generasi kedua sukses mencatatkan sejarah sebagai mobil terlaris kedua di dunia, menjadikannya salah satu simbol kesuksesan Toyota dalam merajai segmen sedan ekonomis secara global.

Dalam aspek desain, generasi kedua ini tampil dengan transformasi visual yang lebih modern melalui garis bodi yang cenderung membulat jika dibandingkan dengan pendahulunya. Meski tetap mempertahankan kesan kompak, Toyota merancang mobil ini dengan fokus utama pada peningkatan kenyamanan ruang kabin dan pengalaman berkendara yang lebih berkualitas. Di pasar internasional, Corolla ini hadir dalam berbagai varian model mulai dari sedan, coupe, hingga wagon, namun untuk pasar Indonesia, Toyota secara khusus hanya menghadirkan model sedan empat pintu yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan konsumen saat itu. Perubahan estetika ini tidak hanya mengejar penampilan, tetapi juga aspek ergonomis yang membuat pengemudi merasa lebih betah di balik kemudi.

Performa mesin menjadi salah satu keunggulan utama yang membuat Corolla generasi kedua begitu dicintai. Pada awal peluncurannya, mobil ini dipersenjatai mesin seri 3K berkapasitas 1.200cc yang sanggup menghasilkan tenaga 68 HP dan torsi 93 Nm, dengan dukungan tangki bahan bakar sebesar 45 liter untuk efisiensi perjalanan jauh. Untuk memberikan pilihan tenaga yang lebih besar, Toyota kemudian memperkenalkan mesin 1.600cc pada tahun 1971 yang mampu memuntahkan tenaga hingga 106 HP. Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 4 percepatan atau opsi transmisi otomatis yang inovatif di zamannya. Kombinasi teknologi mesin yang bandel dan perawatan yang mudah membuat Corolla ini tetap menjadi incaran para kolektor mobil antik hingga hari ini.

baca juga : Mengenal Nissan Silvia 270R Nismo, Tipe Nissan Silvia Paling Langka Yang pernah Ada

 

Corolla Gen-3 KE30-KE60 (1974-1979)


Corolla E30
sumber : wikipedia.org

Lahir pada tahun 1974, Toyota Corolla generasi ketiga muncul sebagai jawaban cerdas atas krisis energi global yang menuntut kendaraan hemat bahan bakar. Di Indonesia, mobil ini memiliki tempat spesial di hati para kolektor dengan julukan unik "Corvet" atau Corolla Veteran, sebuah nama warisan setelah generasi sebelumnya populer dengan sebutan "Corbet" (Corolla Betawi). Keberhasilan model ini di pasar internasional sangat fenomenal, dengan total penjualan menembus angka 3,7 juta unit. Salah satu fakta unik di balik kesuksesannya adalah dedikasi Chief Engineer Sasaki yang secara khusus meriset ukuran papan selancar untuk merancang varian liftback, guna memastikan ruang bagasi yang praktis namun tetap memiliki gaya yang sporty dan fungsional bagi gaya hidup anak muda kala itu.

Secara visual, desain Corolla generasi ketiga mengalami evolusi yang signifikan dengan dimensi bodi yang lebih besar dan garis yang cenderung lebih membulat atau lancip dibandingkan model sebelumnya. Meskipun bobotnya bertambah, Toyota mengakali efisiensi konsumsi bahan bakar melalui penerapan kaca depan yang lebih landai hasil dari pengujian wind tunnel (terowongan angin) yang ketat. Masuk ke bagian interior, nuansa mewah sangat terasa berkat penggunaan material padding pada dasbor dan tata letak tombol kontrol yang lebih ergonomis dan terpusat. Tak hanya soal tampilan, aspek keselamatan pun mulai menjadi standar utama dengan hadirnya struktur bodi penyerap benturan (crumple zone) serta penggunaan sabuk pengaman tiga titik otomatis yang memberikan perlindungan lebih bagi pengemudi dan penumpang.

Di sektor dapur pacu, Toyota tetap mengandalkan mesin seri 3K berkapasitas 1.200cc untuk varian dua pintu, serta mesin 1.600cc untuk versi empat pintu yang lebih bertenaga. Performa mesin tersebut didukung oleh pilihan transmisi manual 4 dan 5 percepatan, serta transmisi otomatis 3 percepatan yang cukup modern di zamannya. Salah satu lompatan teknologi paling krusial pada generasi ini adalah pengaplikasian catalytic converter, sebuah inovasi ramah lingkungan yang membuat penjualannya meledak karena mampu memenuhi standar emisi yang mulai ketat. Kombinasi antara mesin yang andal, teknologi suspensi yang lebih stabil, dan fokus pada efisiensi aerodinamika menjadikan Corolla generasi ketiga ini sebagai salah satu tonggak sejarah kesuksesan Toyota dalam merajai pasar sedan ekonomis dunia.

Corolla Gen-4 KE70 (1979-1983)


Corolla E70
sumber : wikipedia.org

Toyota Corolla DX, atau yang secara global dikenal sebagai Corolla generasi keempat dengan kode bodi KE70, merupakan salah satu sedan paling ikonik yang pernah mengaspal di Indonesia sejak tahun 1979. Keunikan utama mobil ini terletak pada penamaannya; meski di pasar internasional memiliki banyak varian, di Indonesia hanya trim level "DX" yang resmi dipasarkan sehingga nama tersebut melekat kuat sebagai identitas lokal yang melegenda. Selain menjadi buruan utama para kolektor mobil lawas, fakta menarik lainnya adalah Corolla DX merupakan generasi terakhir Corolla di Indonesia yang menggunakan sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive), menjadikannya primadona di dunia balap retro dan drifting hingga saat ini.

Beralih ke sisi estetika, Corolla DX membawa perubahan desain revolusioner di bawah arahan desainer Fumio Agetsuma dengan meninggalkan kesan bulat era 70-an menuju tampilan serba kotak yang tegas dan maskulin. Perubahan desain ini tidak hanya terlihat pada bodi yang lebih melar dan lampu utama yang ikonik, tetapi juga merambah ke bagian interior yang lebih mewah karena mengadopsi material dashboard serta kursi dari Toyota Celica Camry. Ruang kabin dirancang lebih lapang dan sangat fokus pada pengemudi (driver oriented), lengkap dengan fitur kenyamanan seperti kursi yang dapat diatur kemiringannya serta headrest yang bisa disesuaikan tingginya, sebuah standar kemewahan sedan menengah pada zamannya.

Dapur pacu Toyota Corolla DX dipersenjatai oleh mesin seri 4K-U OHV 8 valve berkapasitas 1.300cc yang mampu memproduksi tenaga 75 HP dan torsi 105 Nm, yang dikenal sangat tangguh serta mudah dalam perawatan. Teknologi suspensi menjadi lompatan besar pada generasi ini, di mana penggunaan model pegas ulir (coil spring) menggantikan per daun, sehingga memberikan bantalan yang jauh lebih empuk dan stabil saat berkendara. Tenaga mesin tersebut disalurkan melalui transmisi manual 4 atau 5 percepatan, serta pilihan transmisi otomatis yang pada tahun 1982 mendapatkan peningkatan teknologi menjadi 4 percepatan, mempertegas posisi Corolla DX sebagai mobil yang menggabungkan durabilitas mesin klasik dengan kenyamanan teknologi modern di masanya.

Corolla Gen-5 E80 (1983-1987)


Corolla E80
sumber : toyota.drive.place

Toyota Corolla generasi kelima, yang resmi meluncur pada tahun 1983, menjadi tonggak sejarah paling revolusioner karena untuk pertama kalinya beralih menggunakan sistem penggerak roda depan (FWD). Di Indonesia, model ini sangat dikenal dengan sebutan Toyota Corolla GL dan hadir sebagai sedan yang menawarkan kenyamanan serta efisiensi ruang kabin yang lebih baik dibandingkan para pendahulunya. Fakta unik yang paling mendunia dari generasi ini adalah eksistensi varian coupe AE86 atau "Hachi-Roku", yang tetap mempertahankan penggerak roda belakang (RWD) dan menjadi bintang dalam budaya pop Jepang lewat anime Initial D. Meski di Indonesia popularitas Corolla GL sempat dibayangi oleh kesuksesan Corolla DX, namun model ini tetap dianggap sebagai pionir modernisasi Toyota yang mulai mengadopsi teknologi berbasis komputer.

Memasuki aspek estetika, Corolla GL masih mengusung bahasa desain bodi mengotak yang populer di era 80-an, namun dengan sentuhan yang jauh lebih rapi, aerodinamis, dan tampak "cantik". Toyota secara khusus merancang eksterior mobil ini dengan target pasar anak muda, yang terlihat dari garis bodi yang lebih mengalir serta desain lampu depan dan belakang yang lebih modern. Perubahan desain yang paling krusial justru terjadi pada struktur dasarnya; penggunaan layout mesin melintang dan penggerak roda depan secara dramatis meningkatkan kelegaan interior. Tanpa adanya terowongan transmisi yang besar di bawah kabin, penumpang dapat menikmati ruang kaki yang lebih luas, menjadikan pengalaman berkendara terasa lebih mewah dan nyaman untuk sebuah sedan kompak di masanya.

Dapur pacu Toyota Corolla GL di Indonesia terbagi dalam dua periode utama, yakni penggunaan mesin berkode 2A kapasitas 1.300cc pada edisi 1983-1985, yang kemudian digantikan oleh mesin 2E yang lebih bertenaga pada versi facelift tahun 1985 hingga 1987. Teknologi yang disematkan pun melonjak drastis dengan mulai dikenalkannya sistem injeksi bahan bakar terkomputerisasi serta pilihan transmisi manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan. Di kancah internasional, generasi kelima ini juga memperkenalkan varian mesin legendaris 4A-GE 1.6L DOHC yang sangat bertenaga serta unit mesin diesel 1C 1.8L. Inovasi teknologi mesin yang lebih presisi serta penggunaan suspensi yang lebih empuk mempertegas posisi Corolla generasi kelima sebagai kendaraan yang efisien tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan berkendara.


Corolla Gen-6 E90 (1987-1991)


Corolla E90
sumber : toyota.drive.place

Toyota Corolla generasi keenam, yang lebih dikenal dengan kode bodi E90, resmi mengaspal di Indonesia pada rentang tahun 1987 hingga 1991 dan langsung menyabet gelar sebagai salah satu sedan paling ikonik. Menariknya, mobil ini lebih populer dengan julukan "Corolla Twincam" karena promosi teknologi camshaft ganda yang diusungnya, meskipun terdapat fakta unik bahwa varian terendahnya, tipe SE, sebenarnya tidak menggunakan mesin twin cam melainkan SOHC. Di pasar lokal, Toyota Astra Motor menghadirkan beberapa pilihan menarik mulai dari tipe SE, SE Limited, hingga varian Liftback 5-pintu yang sporty. Namun, kasta tertinggi yang paling diburu kolektor saat ini adalah tipe GTi, sebuah unit langka yang memiliki performa mesin luar biasa dan sering kali menjadi "harta karun" dalam kondisi orisinal di komunitas seperti Corolla Twincam Indonesia (CTI).

Beralih ke sisi estetika, di bawah arahan insinyur utama Akihiko Saito, Corolla E90 tampil dengan evolusi desain yang lebih membulat, lebih rendah, dan lebih lebar dibandingkan generasi sebelumnya yang kaku. Perubahan dimensi ini menciptakan siluet yang lebih dinamis dan aerodinamis, sekaligus memberikan dampak positif pada ruang kabin yang menjadi jauh lebih lega. Interiornya pun mengalami peningkatan kualitas secara masif dengan penggunaan material peredam suara yang lebih baik, sehingga menciptakan kenyamanan berkendara yang lebih senyap. Tidak hanya model sedan dan liftback saja yang beredar, secara eksklusif terdapat pula model wagon yang masuk melalui jalur perorangan, menambah keberagaman desain keluarga E90 yang tetap terlihat modis meski usianya telah melewati tiga dekade.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi daya tarik utama yang membuat mobil ini dijuluki sebagai sedan tercanggih di kelasnya pada masa itu. Toyota menawarkan tiga pilihan mesin: unit 2E 1.300cc yang ekonomis untuk tipe SE, mesin 4A-F 1.600cc untuk SE Limited, serta mesin legendaris 4A-GE DOHC pada tipe GTi yang mampu memuntahkan tenaga hingga 140 hp. Selain keunggulan mesin, Corolla Twincam juga telah memanjakan pengemudinya dengan fitur-fitur modern yang mewah saat itu, seperti power steering dan power window. Meskipun sebagian besar unit di Indonesia menggunakan sistem karburator dan penggerak roda depan (FWD), keberadaan varian injeksi (EFI) dan ketersediaan transmisi otomatis semakin mempertegas posisi Corolla generasi keenam ini sebagai pelopor mobil harian yang bertenaga namun tetap nyaman.

Penutup


Perjalanan Toyota Corolla dari generasi pertama hingga keenam (1966–1991) membuktikan bahwa inovasi dan adaptasi adalah kunci utama umur panjang sebuah legenda otomotif. Dari era pionir mesin 1.100cc hingga kemunculan Corolla Twincam yang membawa standar teknologi modern, setiap model telah mengukir sejarah unik di Indonesia, mulai dari pesona retro Corolla DX hingga efisiensi penggerak roda depan pada Corolla GL. Transformasi desain dan transisi teknologi dalam enam generasi awal ini hanyalah fondasi dari kisah panjang sedan terlaris di dunia yang terus berevolusi. Jangan lewatkan kelanjutan evolusi sang legenda pada era "Great Corolla" dan generasi-generasi setelahnya dalam pembahasan bagian kedua yang tidak kalah menarik!

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Selasa, 27 Oktober 2020

Mengenal RUF, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche

Mengenal RUF, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche

Mengenal RUF, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche
sumber : caranddriver.com

Jerman merupakan salah satu negara tempat lahirnya produsen mobil-mobil ternama, seperti Porsche, BMW, Volkswagen dan lain-lain. Karena Jerman memiliki banyak produsen mobil, tentunya tidak mengherankan jika di negara tersebut juga terdapat banyak tuner mobil.

Selain in-house tuner pabrikan, terdapat juga tuner yang bukan in-house pabrikan tetapi memiliki reputasi yang tidak kalah. Nah, pada kali ini penulis akan membahas salah satu tuner Jerman spesialis mobil Porsche yaitu RUF. Kenapa RUF? karena RUF merupakan salah satu tuner yang luar biasa, bahkan mereka pernah membuat mobil paling kencang di dunia.

Selanjutnya, bagaimana kisah tuner Jerman satu ini? yuk, kita bahas sejarah dan pencapaiannya di bawah ini.

Mengenal Ruf, Tuner Asal Jerman Spesialis Porsche


Awal Mula


Alois Ruf Jr.
sumber : carmagazine.co.uk

Awal mula berdirinya Ruf adalah dari sebuah bengkel kecil bernama "Auto Ruf" yang dibangun oleh Alois Ruf Sr. pada tahun 1939 di Plaffenhausen, Jerman. Beliau adalah seorang mekanik yang hobi merakit dari barang bekas. Pada tahun 1949 bengkel kecil tersebut berkembang menjadi sebuah pom bensin.

Pada tahun 1955 Ruf membangun bus travel dengan chassis Mercedes karena melihat peluang di tahun 1950-an banyak orang senang bepergian. Bus travel tersebut dipasarkan di Jerman dan responnya pun positif, berawal dari situ Ruf mengembangkan lagi bisnisnya dengan memiliki perusahaan bus sendiri.

Namun, yang menjadi awal kenapa RUF menjadi tuner Porsche yang hebat seperti sekarang adalah saat Alois Ruf Sr. membeli sebuah Porsche rusak. Mobil tersebut merupakan Porsche bekas kecelakaan lumayan parah yang diderek oleh Alois Ruf Sr. dan disimpan sementara di bengkelnya. Kemudian, pemilik mobil Porsche tersebut menawarkan mobilnya untuk dijual dan Alois Ruf Sr. pun setuju untuk membelinya.

Anak dari Alois Ruf Sr. yaitu Alois Ruf Jr. merupakan seorang "sports car enthusiast". Sehingga, pada tahun 1960 Alois Ruf Jr. mulai melakukan servis dan restorasi mobil Porsche di bengkel ayahnya. Kabar sedih datang di tahun 1974 yaitu Alois Ruf Sr. meninggal yang kemudiaan perusahaanya dilanjutkan oleh anaknya yaitu Alois Ruf Jr. yang baru berusia 24 tahun. Dibantu hanya dengan 3 orang karyawan Alois Ruf Jr. meneruskan perusahaan ayahnya dan fokus pada passionnya terhadap sports car pabrikan Porsche terutama yang model 911.

Pada tahun 1975, mobil Porsche pertama yang telah ditingkatkan performanya oleh RUF lahir. Selanjutnya tahun 1977, RUF kembali meningkatkan mobil Porsche yang mana kali ini adalah Porsche 930. Mobil tersebut mesinnya di stroke up menjadi 3.300cc dengan menggunakan piston yang lebih besar. Dan di tahun berikutnya yaitu 1978, Ruf berhasil meningkatkan mobil Porsche non-turbo pertama yang diberi nama Porsche 911 SCR. Pada dasarnya mobil tersebut adalah Porsche 911 N/A mesin 3.200cc yang ditingkatkan dan menghasilkan tenaga 217 HP. Hasilnya beberapa pelanggan banyak yang memesan model tersebut.
baca juga : Mengenal Mesin 2JZ, Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan
Pada tahun 1981, Ruf kembali membuat gebrakan. Mereka sadar bahwa salah satu kekurangan Porsche 911 adalah gearboxnya yang hanya memiliki 4 percepatan. Melihat hal tersebut Ruf mengembangkan gearbox dengan 5 percepatan untuk memaksimalkan performa Porsche 911.

Lahirnya Mobil Terkencang Di Dunia


RUF CTR Yellowbird
sumber : caranddriver.com

Sejak diambil alih oleh anaknya, RUF pun berhasil membangun reputasi sebagai tuner spesialis Porsche yang handal. Makin kesini mobil-mobil yang dibangun RUF semakin sedikit menggunakan parts dari Porsche. Bahkan, pada beberapa mobil yang mereka bangun menggunakan parts hingga mesin yang mereka buat sendiri hanya chassisnya saja dari Porsche.

Oleh karena itu pada tahun 1981, Pemerintah Jerman memberikan izin dan menjadikan RUF sebagai pabrikan mobil yang sebelumnya hanya bengkel spesialis Porsche. Karena RUF sudah mendapatkan izin sebagai pabrikan mobil, sehingga mobil yang mereka buat dari nol memiliki VIN (Vehicle Identification Number) sendiri.

Pada tahun 1987 RUF mencatatkan mobilnya sebagai mobil terkencang di dunia. Mobil tersebut adalah RUF CTR (Grup C,Turbo, RUF) atau yang dikenal sebagai "Yellowbird". Mobil tersebut mengambil basis dari Porsche 911 Carrera 3.2. Untuk julukan "Yellowbird" merupakan pemberian dari media otomotif terkenal Road & Track yang mana pada saat itu sedang mencari mobil produksi terkencang di dunia.

Pencarian mereka pun berhenti setelah menemukan RUF CTR (Yellowbird). Mobil dengan tenaga 463 BHP dan torsi sebesar 553 Nm tersebut memiliki kecepatan maksimal 342 km/h!!. Dengan kecepatan seperti itu RUF CTR (Yellowbird) mengalahkan Ferrari Testarossa dan Lamborghini Countach. Tidak hanya itu RUF CTR (Yellowbird) juga berhasil mempermalukan Porsche 959, Ferrari F40, dan Mercedes AMG. Dapur pacu dibalik kencangnya RUF CTR (Yellowbird) adalah sebuah mesin Flat-Six 3.400cc Twin-Turbo buatan Ruf.

Ruf Yang Semakin Kencang


Ruf CTR2
sumber : reddit.com

Saat itu dalam memproduksi mobil berbasis Porsche, RUF hanya membuat 10-30 unit. Selain itu kebanyakan memakai mobil customer yang dimodifikasi sesuai standar pabrikan RUF. Hampir semua mobil Porsche bisa mereka modifikasi dan dari beberapa kategori RUF jauh lebih unggul ketimbang tuner Porsche terkenal lainnya seperti RWB atau Singer.

Pada tahun 1995, generasi kedua RUF CTR pun lahir dengan nama RUF CTR2 yang berbasis Porsche 911 seri 993. Tenaga yang dimiliki juga jauh lebih besar dari pendahulunya yaitu 572 BHP dan torsi sebesar 780 Nm. Tenaga tersebut berasal dari mesin Flat-Six 3.600cc Twin Turbo. Hasilnya RUF CTR2 memiliki top speed 350 km/h dan akselerasi 0-100 dapat ditempuh hanya dalam 3,8 detik saja. Hal tersebut membuat RUF CTR2 menjadi mobil "road legal" paling kencang dipertengahan 90-an hingga dikalahkan oleh Mclaren F1 pada tahun 1998.
baca juga : Mengenal BMW E46 M3 GTR, BMW M3 Pertama Dengan Mesin V8 Yang Sangat Langka
Tidak seperti pendahulunya yang menggunakan penggerak belakang, kali ini RUF CTR2 menggunakan sistem penggerak all-wheel drive. Spoiler RUF CTR2 juga unik, namun desain yang unik tersebut bukan hanya kosmetik semata melainkan memiliki fungsi penting. Fungsinya antara lain adalah untuk memberikan downforce agar mobil lebih stabil. Kemudian, air vent di dalam spoilernya berfungsi untuk mendinginkan mesin agar tidak kepanasan.

Mobil SUV Pertama


RUF Dakara
sumber : motor1.com

Pada tahun 2003 Porsche merilis mobil SUV pertama mereka dengan nama Porsche Cayenne. Melihat hal ini RUF pun merilis mobil SUV pertama mereka juga dengan basis Porsche Cayenne. Mobil SUV pertam RUF tersebut diberi nama Dakara.

Cara termudah untuk membedakan RUF Dakara dengan Porsche Cayenne adalah dari lampunya. RUF Dakara menggunakan lampu dari Porsche 911 seri 997. Selain lampu RUF Dakara juga memiliki bodykit yang dimodifikasi agar lebih aerodinamis. Untuk urusan performa RUF Dakara menggunakan mesin V8 4.500cc Twin-Turbo yang menyemburkan tenaga jauh lebih besar dari Porsche Cayenne yaitu 591 HP dan torsi 750Nm.

RUF CTR Paling Kencang Saat Ini


RUF CTR3 Clubsport
sumber : topgear.com

Pada tahun 2007 RUF merilis generasi ketiga dari lini CTR dengan nama RUF CTR3.Perilisan mobil tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-20 rilisnya RUF CTR pertama dan pembukaan pabrik RUF di Bahrain. RUF CTR3 berbasiskan Porsche Cayman dengan body yang didesain oleh RUF. Tidak seperti RUF CTR2 yang menggunakan sistem penggerak all-wheel drive. Pada generasi ketiga ini sistem penggerak yang digunakan adalah rear wheel drive.

Dapur pacu dari RUF CTR3 adalah sebuah mesin Flat-Six berkapasitas 3.700cc Twin Turbo. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 682 BHP dan torsi 890 Nm. Top Speed yang dicapai oleh RUF CTR3 adalah 375 km/h, jauh lebih cepat dari pendahulunya.

Pada tahun 2012 di event Geneva Motor Show, RUF merilis CTR3 Clubsport. Varian tersebut adalah versi upgrade dari RUF CTR3 standard. Meski kapasitas mesinnya sama dengan RUF CTR3 Standard, mesin versi clubsport mendapatkan modifikasi. Sehingga, tenaga yang dihasilkan lebih besar yaitu 766 BHP dan torsi 980 Nm. Top speednya pun bertambah menjadi 380 km/h.

Penutup


Mungkin beberapa dari kalian menganggap bahwa RUF tidaklah original karena mengambil basis dari mobil pabrikan lain. Namun, perlu kalian ingat dalam ideologi RUF benar-benar kental tertanam pada mobil yang mereka buat. Oleh karena itu meski terlihat sama dengan mobil Porsche tetapi DNA yang dimiliki adalah milik RUF. Cara mereka memaksimalkan teknologi turbo sungguh luar biasa. Sehingga, tidak mengherankan mobil buatan RUF benar-benar kencang dengan mampu mengeluarkan potensi Turbo dengan baik.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Senin, 07 September 2020

Mengenal Nissan Silvia 270R Nismo, Tipe Nissan Silvia Paling Langka Yang pernah Ada

Mengenal Nissan Silvia 270R Nismo, Tipe Nissan Silvia Paling Langka Yang pernah Ada

Mengenal Nissan Silvia 270R Nismo, Tipe Nissan Silvia Paling Langka Yang pernah Ada
sumber : carsguide.com.au

Nissan Silvia adalah salah satu lini mobil sport andalan Nissan yang tidak kalah terkenal dengan lini andalan nissan lainya seperti Skyline atau Fairlady Z. Lini Nissan Silvia identik dengan sebuah mobil sport yang berukuran kompak, affordable dan menggunakan sistem penggerak roda belakang.

Kepopuleran Nissan Silvia juga dibantu dengan semakin meningkatnya trend balapan drifting. S-Platform yang diusung Nissan Silvia ditambah sistem penggerak roda belakang membuatnya enak buat drifting. Nah, kali ini yang mau penulis bahas adalah tipe Nissan Silvia paling langka di dunia. Tipe apakah Nissan SIlvia tersebut? dan mengapa bisa langka? daripada penasaran yuk lanjut baca pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Nissan Silvia 270R Nismo, Tipe Nissan Silvia Paling Langka Yang Pernah Ada


Sejarah


Nissan Silvia 270R Nismo Back
sumber : carsguide.com.au

Nissan Silvia pertama kali diluncurkan pada tahun 1965, namun pada saat itu belum menggunakan S-Platform yang terkenal akan keseimbangannya. S-Platform mulai digunakan pada tahun 1975 oleh Nissan Silvia S10 dan terus digunakan hingga Nissan S15.

Dari semua Nissan Silvia yang pernah dirilis, Nissan Silvia S13 hingga S15 lah yang populer. Hal tersebut tak terlepas dari banyak yang menggunakan tipe tersebut untuk drifting. Namun, terdapat satu tipe Nissan Silvia yang sangat langka yaitu Nissan Silvia 270R Nismo yang berbasis Nissan Silvia S14. Kenapa langka? karena hanya diproduksi sebanyak 50 unit saja.

Kelahiran Nissan Silvia 270R Nismo bukanlah tanpa alasan. Pada tahun 1994 saat Nissan Silvia S14 dirilis, banyak pembeli yang tidak puas. Hal tersebut dikarenakan S14 memiliki suspensi yang empuk seperti spons dan sistem pengereman yang kurang baik. Mendengar hal tersebut Nissan langsung bergerak cepat dengan memasukkannya ke in-house tuner mereka yaitu NISMO.
NISMO sukses memperbaiki hampir semua kekurangan yang dimiliki Nissan Silvia S14. Nismo pun memberikan nama 270R dikarenakan Silvia tersebut mampu menghasilkan tenaga sebasar 270HP. Perubahan yang dilakukan oleh NISMO tetap menganut konsep efisiensi dan nilai ekonomis tanpa mengorbankan keseimbangan yang luar biasa dari S-Platform.

Nissan Silvia 270R memiliki karakter performance yang siap turun untuk kompetisi. Sangat berbeda dengan Nissan Silvia S14 yang lebih terlihat daily-use. Lahirnya Nissan Silvia 270R Nismo juga sebagai perayaan 10 tahun NISMO. Jadi bisa dibilang mobil ini benar-benar langka dan spesial. Meski Nissan Silvia 270R NISMO hanya diproduksi 50 unit, tetapi NISMO menjual bodykit 270R secara bebas. Sehingga, pemiliki Nissan Silvia S14 bisa merubah tampilan mobilnya menjadi seperti Nissan Silvia 270R NISMO.

Performa


Nissan Silvia 270R Nismo Turbo Gauge
sumber : carsguide.com.au

Sesuai namanya Nissan Silvia 270R NISMO menggunakan parts dari NISMO. Parts tersebut mulai dari interior, eksterior, mesin, kaki-kaki dan lain-lain. Pada bagian mesin parts yang digunakan, seperti engine cover biru tua, Camshaft Nismo. Selain itu parts yang dipakai adalah Tower Bar Nismo, brake Stopper Nismo, Pipa-pipa dan Intercooler Nismo, Air Cleaner Nismo, dan lain-lain. Berkat NISMO suspensinya pun jadi lebih stabil dan sistem pengereman jauh lebih baik.

Berkat sentuhan NISMO pada mesin SR20 membuat Nissan Silvia S14 mendapatkan peningkatan tenaga yang signifikan. Nissan Silvia S14 semula memiliki tenaga 217HP menjadi 270HP. Sebuah angka yang menjadi alasan kenapa mobilnya berubah nama menjadi Nissan Silvia 270R NISMO.

Interior dan Eksterior


Nissan Silvia 270R Nismo Interior
sumber : carsguide.com.au

Pada bagian interior, elemen sentuhan NISMO benar-benar terasa karena ada di mana-mana. Jok depan dan belakang sudah diganti menggunakan buatan NISMO dengan motif yang keren serta tulisan NISMO. Setir bawaan yang besar dan memiliki airbag telah diganti dengan setir racing NISMO tanpa airbag. Speedometer juga sudah diganti dengan versi 300 km/h ditambah boost gauge yang diletakkan di panel pintu pengemudi. Tidak hanya itu NISMO juga memberikan cut off switch untuk mematikan mesin saat kondisi darurat. Selain itu penambahan cut switch off juga menambah kesan mobil balap karena hampir semua mobil balap menggunakannya.

Nissan Silvia 270R Nismo Eksterior
sumber : supercars.net

Pada bagian eksterior, Nissan Silvia 270R NISMO menggunakan bodykit dari NISMO. Jika kalian lihat dari depan bumper depannya lebih meng-kotak. Desain tersebut terinspirasi dari mobil-mobil DTM tahun 1994. Desain ini juga dikatakan untuk mengurangi daya angkat aerodinamis bagian depan mobil. Pada bagian bumper depan juga terdapat ventilasi di bagian pinggir untuk mendinginkan rem. Pada bagiam side skirt belakang juga dilengkapi ventilasi yang bertujuan untuk mendinginkan rem menggunakan aliran udara.

Penutup

Nah, itu tadi pengenalan singkat mengenai mobil Silvia paling langka. Namun, karena bodykitnya di jual bebas banyak pemilik Silvia S14 meng-convert tampilannya menjadi seperti Silvia 270R Nismo. Jadi, jika kalian kebetulan lihat Nissan Silvia 270R NISMO jangan heboh dulu siapa tahu itu cuma S14 yang pakai bodykit hehe

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Kamis, 30 April 2020

Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi

Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi

Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi
sumber : conceptcarz.com

Nama Ford dalam dunia otomotif sangatlah terkenal di seluruh dunia. Hal itu memang dikarenakan mobilnya yang berkualitas dan sering memenangkan berbagai kejuaraan. Mengingat salah satu mobil legendaris mereka yaitu Ford GT40 yang mampu mendominasi endurance racing pada tahun 1960-an. Ford pun membuat suksesornya dengan nama Ford GT90.

Mengenal Ford GT90, Suksesor Ford GT40 Yang Tidak Pernah Diproduksi


Pada Bulan Januari 1995 tepatnya pada pameran Detroit Auto Show, Ford memamerkan sebuah mobil konsep dengan nama Ford GT90. Pada pameran tersebut Ford GT90 mendapatkan  label "world's mightiest supercar" karena memiliki teknologi tercanggih pada saat itu.

Hal tersebut tidaklah mengherankan karena Ford GT90 memang diplot untuk menjadi suksesor Ford GT40 yang legendaris. Selain sebagai suksesor Ford GT40 yang legendaris, Ford GT90 juga merupakan sebuah test bed untuk teknologi, konsep teknis dan desain, serta fitur yang berorientasi pada pengemudi yang kedepannya akan digunakan pada mobil Ford lainnya.

Ford GT90 juga merupakan mobil pertama yang menggunakan konsep desain "New Edge" yang kemudian juga digunakan pada mobil-mobil Ford selanjutnya seperti Ford Focus, Mustang dan Falcon. Hal tersebut semakin membuat Ford GT90 semakin spesial.

Waktu Yang Singkat Bukan Hambatan Untuk Menciptakan "Monster"


Ford GT90 Back
sumber : conceptcarz.com

Ford GT90 dibuat oleh sebuah grup kecil khusus di Ford SVT (Special Vehicle Team) hanya dalam kurun waktu enam bulan. Sebuah waktu yang sangat singkat untuk menciptakan sebuah supercar. Karena waktunya terlalu singkat, sehingga tim yang membuatnya menggunakan beberapa parts dari Jaguar untuk menghemat waktu. Sebagi informasi pada saat itu Jaguar masih menjadi milik Ford jadi sah-sah saja menggunakan partsnya. Selain waktu yang sangat singkat pembuatan Ford GT90 juga memakan biaya sekitar 3 juta US Dollar.

Eksterior dan Interior


Ford GT90 Side
sumber : conceptcarz.com

Ford GT90 hadir dengan warna putih cerah. Menganut konsep desain "New Edge" posisi kabin Ford GT90 menjadi lebih ke depan dan memiliki kap mesin yang pendek. Wheelbase yang dimilikinya juga panjang yaitu 2.946 mm. Konsep desain "New Edge" benar-benar membuat Ford GT90 terlihat hi-tech dan futuristik.

Panel bodi Ford GT90 terbuat dari bahan serat karbon dan chassis alumunium monocoque yang membentuk honey-comb. Pintu Ford GT90 juga canggih karena bisa dioperasikan secara elektronik,. Selain itu bagian kabinnya pun luas tidak seperti supercar 90-an yang umumnya memiliki kabin yang sempit.

Ford GT90 Interior
sumber : conceptcarz.com

Masuk ke Interior, Ford GT90 didominasi oleh warna biru cerah yang dilapisi oleh kombinasi bahan kulit dan suede. Model open-gated shifternya yang berwarna silver ditambah alumunium linkage yang terhubung ke konsol tengah terlihat keren dan sporty.

Pada bagian konsol tengah terbuat dari bahan serat karbon dan memiliki detail berwarna silver dan terbuat dari alumunium. Desain panel instrumen customnya pun tak kalah keren yang mana diletakkan di depan setir dan tambahan di pintu pengemudi. Agar tidak terlihat monoton detail setiga warna kuning yang terdapat pada setir terlihat sempurna sebagai pemanis.

Performa


Ford GT90 V12 Engine
sumber : conceptcarz.com

Performa Ford GT90 sangat luar biasa tinggi. Ford GT90 menggunakan mesin berkapasitas 6.000cc 12 silinder V12 yang merupakan penggabungan dari 2 mesin V8 Lincoln. Tidak cukup sampai disitu agar semakin bertenaga mesin V12 tersebut dibekali turbo Garrett Systems T2 sebanyak 4 unit. Sehingga tenaga yang dihasilkan adalah 720 HP dan torsi 895 Nm.

Tenaga yang besar tersebut di salurkan ke roda belakang mengingat Ford GT90 memiliki layout MR ( Mid Engine, Rear Wheel Drive). Penyaluran tenaga ke roda belakang melalui gearbox FFD-Ricardo five-speed manual transmission yang diambil dari Jaguar XJ220.
baca juga : Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya
Hasilnya Top speed mencapai 407 km/h dan akselerasi dari 0-100 km/h dapat dicapai hanya dalam 3,1 detik. Nah, untuk mengimbangi tenaga yang besar tersebut Ford GT90 menggunakan double wishbone suspension yang lagi-lagi diambil dari Jaguar XJ220 karena memiliki handling yang baik pada kecepatan tinggi.

Sayangnya "Monster" Tersebut Tak Pernah Diproduksi


Ford GT90 Front
sumber : conceptcarz.com

Padahal konsep Ford GT90 sudah dipamerkan dan cukup pantas bila menjadi suksesor Ford GT40. Namun, entah kenapa Ford tidak pernah memproduksinya mereka justru menjadikan Ford GT yang diproduksi tahun 2004 sebagai suksesor Ford GT40.
Karena hanya ada satu di dunia dan itu pun masih berupa konsep. Hingga saat ini keberadaan mobil tersebut masih belum jelas. Terakhir, terlihat Ford GT90 pernah masuk lelang melalui RM auction pada tahun 2009.

Penutup

Baiklah, itu tadi perkenalan Ford GT90 sebuah mobil konsep yang entah kenapa tidak pernah diproduksi padahal sangat menjanjikan. Selain menjanjikan patut diingat bahwa Ford GT90 pernah mendapatkan label "world's mightiest supercar" pada saat dipamerkan di Detroit Auto Show. Mungkin Ford punya pertimbangan khusus kenapa tidak pernah memproduksinya.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Jumat, 31 Januari 2020

Mengenal BMW E46 M3 GTR, BMW M3 Pertama Dengan Mesin V8 Yang Sangat Langka

Mengenal BMW E46 M3 GTR, BMW M3 Pertama Dengan Mesin V8 Yang Sangat Langka

Mengenal BMW E46 M3 GTR, BMW M3 Pertama Dengan Mesin V8 Yang Sangat Langka
sumber : bmwblog.com

BMW merupakan pabrikan mobil asal Jerman yang terkenal sebagai produsen mobil mewah berperforma tinggi serta teknologinya yang canggih. Dengan profil yang seperti itu mobil pabrikan BMW pun berani terjun mengikuti ajang American Le Mans Series Kelas GT (Grand Touring) tahun 2000.

Mengenal BMW E46 M3 GTR, BMW M3 Pertama Dengan Mesin V8 Yang Sangat Langka


Pada ajang American Le Mans Series saat itu diikuti oleh 17 tim yang 16 diantaranya menggunakan Porsche 911s dan hanya 1 tim yang menggunakan BMW. Mobil BMW yang digunakan adalah BMW E46 M3 dengan mesin 3.200cc inline 6 silinder S54B32. Hasilnya Porsche begitu dominan terbukti dari 12 balapan 11 diantaranya dimenangi oleh Porsche, sedangkan tim BMW hanya mampu menang sekali di Laguna Seca.

Performa Mesin V8 Yang Buas!


Mesin V8 P60 BMW E46 M3 GTR
sumber : bmwblog.com

Karena Porsche begitu dominan, BMW pantang menyerah dan sangat ingin mematahkan dominasi Porsche di ajang itu. Hal itu dibuktikan dengan lahirnya BMW E46 M3 GTR dengan mesin 4.000cc V8 dengan kode mesin P60 dan transmisi manual 6-speed. Hal ini menjadikan BMW E46 M3 GTR merupakan mobil seri M3 pertama yang menggunakan mesin V8. Selain mesin baru beberapa modifikasi pun dilakukan agar performa handling bisa mengimbangi tenaga yang dihasilkan mesin. Bobot dari BMW E46 M3 GTR juga lebih ringan 220 kg dibanding E46 M3 biasa. Hasil dari mesin baru tersebut sungguh luar biasa terbukti BMW E46 M3 GTR mampu melesat dari 0-100 km/h hanya dalam waktu 4,6 detik!
baca juga : Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

Melanggar Peraturan Untuk Mematahkan Dominasi Porsche


Interior BMW E46 M3 GTR
sumber : bmwblog.com

Pada American Le Mans Series 2001 BMW langsung menggunakan BMW E46 M3 GTR yang telah mereka kembangkan. Hasilnya BMW sukses mematahkan dominasi Porsche. Terbukti BMW mampu memenangkan 7 dari 10 balapan. Sebelum BMW menjadi juara pada tahun itu Porsche melayangkan protes bahwa BMW melanggar peraturan.

Hal itu memang benar, pada ajang American Le Mans Series mobil yang boleh digunakan adalah mobil yang memiliki versi "road legal". Sedangkan, seperti yang kita ketahui BMW E46 M3 yang diproduksi untuk umum adalah yang menggunakan mesin 3.200cc inline 6 silinder S54B32 bukannya V8. Selain itu mobil versi "road legal" tersebut juga harus terjual minimal 10 unit dalam setahun dan paling tidak terjual di dua benua.

BMW pun menyetujui aturan tersebut dan memproduksi versi "road legal" hanya 10 unit dengan harga yang sangat mahal yaitu €250.000 pada tahun 2001. BMW sebenarnya memang tidak berniat memproduksinya secara masal. BMW hanya memproduksinya agar bisa mengikuti ajang American Le Mans Series saja. Pada akhirnya BMW pun sukses menjual 10 unit dan menjuarai American Le Mans Series pada tahun 2001.

Akhir Dari BMW E46 M3 GTR Di American Le Mans Series


BMW E46 M3 GTR dan BMW E46 M3
sumber : bmwblog.com

Akibat dari ulah BMW tersebut aturan mobil American Le Mans Series berubah pada tahun berikutnya. Pada tahun tersebut mobil yang boleh berpartisipasi adalah mobil yang paling sedikit diproduksi 100 unit. Selain itu pabrikan mobilnya juga harus memproduksi mesinnya sebanyak 1000 unit. Melihat hal tersebut BMW pun mundur dari ajang American Le Mans Series mengingat biaya produksi mesin V8 P60 sangatlah mahal. Namun, untuk balapan di Eropa BMW E46 M3 GTR tetap ikut berpartisipasi karena tidak ada aturan yang seperti diterapkan pada American Le Mans Series.

BMW E46 M3 GTR NFS Most Wanted
sumber : nfscars.net

Penutup

Baiklah, itu tadi pengenalan singkat dari BMW E46 M3 GTR yang merupakan salah satu mobil BMW paling langka. Sebagai informasi tambahan BMW E46 M3 GTR juga hadir di Need for Speed Most Wanted dan mobil tersebut menjadi final boss yang harus kalian hadapi. Hal itu juga membuktikan bahwa BMW E46 M3 GTR merupakan mobil yang kencang luar biasa.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Rabu, 08 Januari 2020

Mengenal Nissan Skyline GT-R Nismo 400R, Mobil Lini Skyline Paling Langka di Dunia

Mengenal Nissan Skyline GT-R Nismo 400R, Mobil Lini Skyline Paling Langka di Dunia

Nissan Skyline GT-R Nismo 400R
sumber : torque-gt.co.uk

Lini mobil Skyline dari Nissan merupakan lini mobil yang melegenda. Lini mobil tersebut terkenal akan desainnya yang keren dan memiliki kecepatan serta tenaga yang besar hingga mendapat julukan "Godzilla". Diantara lini mobil Nissan Skyline mulai dari R32, R33 dan R34 Nissan R33 merupakan varian yang paling banyak mendapat kritik dan sering menjadi kambing hitam. Kritikus sering membandingkannya dengan R32 yang mana lebih bisa diterima dan R34 yang merupakan lini Skyline paling populer.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan R33, baik itu R32 maupun R34 semuanya memiliki kelebihannya masing-masing. Bahkan R33 sendiri pernah mengikuti kompetisi Endurance 24 Hours of Le Mans. Hal ini merupakan sebuah hal yang luar biasa, mengingat R33 adalah varian yang paling sering diperdebatkan dan mendapatkan kritik.
baca juga : 36 Mobil yang Ada di Anime Initial D dan Spesifikasinya
Selain pernah mengikuti kompetisi Endurance 24 Hours of Le Mans Skyline R33 memiliki varian spesial. Biasanya varian GT-R merupakan versi tertinggi dalam lini Skyline, namun Skyline R33 memiliki varian yang lebih tinggi lagi, yaitu Nissan Skyline GT-R Nismo 400R.

Mengenal Nissan Skyline GT-R Nismo 400R, Mobil Lini Skyline Paling Langka di Dunia


Nissan Skyline GT-R Nismo 400R
sumber : torque-gt.co.uk

Nissan Skyline GT-R Nismo 400R dirilis pada tahun 1997 dan dirakit di Nismo Omori Factory. Pada awalnya Nismo berencana untuk memproduksi sebanyak 100 unit. Namun, kenyataannya hanya 44 unit yang pernah diproduksi. Oleh karena itu mobil satu ini sangat langka, bayangkan aja cuma ada 44 unit loh di seluruh dunia. Nissan Skyline GT-R Nismo 400R memiliki sistem penggerak all wheel drive dengan transmisi manual 5-speed.

Performa Mesin Modifikasi Yang Luar Biasa


Nissan Skyline GT-R Nismo 400R Engine RB-X GT2
sumber : torque-gt.co.uk

Berbasis Nissan Skyline GT-R R33 sehingga mesin yang digunakan adalah inline-6 RB26DETT. Namun, mesin tersebut telah banyak dimodifikasi oleh Reinik (sekarang Reimax) sehingga kode mesinnya dirubah menjadi RB-X-GT2.

Hasilnya pun kapasitas mesin ini menjadi 2.771cc ditambah dengan twin turbo, sehingga tenaga yang dihasilkan menjadi 400HP dan torsi 470Nm. Dengan tenaga sebesar itu Nissan Skyline GT-R Nismo 400R mampu melesat dari 0-100 km/h hanya dalam 4 detik saja dan top speed mencapai 300 km/h.
baca juga : Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

Handling Yang Semakin Baik


Nissan Skyline GT-R Nismo 400R Engine RB-X GT2
sumber : torque-gt.co.uk

Untuk mengimbangi tenaga yang besar Nismo juga memodifikasi komponen kaki-kaki untuk meningkatkan handlingnya. Nismo memasang bushing yang lebih kaku, damper buatan Bilstein dan ketinggiannya pun dikurangi sebanyak 30 mm. Tidak luput Nismo juga memasang front strut brace dengan bahan titanium untuk mendapatkan handling yang lebih baik lagi. Nissan Skyline GT-R Nismo 400R juga dibekali teknologi ATTESA E-TS PRO yang berfungsi untuk meningkatkan handling mobil.

Untuk sistem pengereman masih menggunakan kaliper Brembo sama seperti Nissan Skyline GT-R R33, namun yang spesial adalah kampas remnya yang khusus dari Nismo. Driveshaft yang digunakan pada Nissan Skyline GT-R Nismo 400R sudah berbahan serat karbon yang diklaim memiliki bobot lebih ringan hingga 50 persen, hal ini juga pastinya berdampak pada handling dan performa yang meningkat.

Eksterior dan Interior Khas Nismo


Nissan Skyline GT-R Nismo 400R Interior
sumber : torque-gt.co.uk

Pada bagian Eksterior Nissan Skyline GT-R Nismo 400R menggunakan kap mesin yang terbuat dari serat karbon. Spoiler belakang berbahan serat karbon yang bisa diatur tingkat kemiringannya. Mobil ini juga memiliki over fender 25mm dan body kit dari Nismo yang tidak hanya keren tetapi juga memiliki beberapa lubang ventilasi untuk membantu mendinginkan rem.

Terdapat emblem Nismo dan 400R pada bagian belakang mobil serta adanya stripe vinyl 400R pada kedua sisi mobil. Tak kalah keren Nissan Skyline GT-R Nismo 400R menggunakan velg forged 3 piece Nismo LM-GT1 berukuran 18 inci dan lebar 10. Kemudian, menggunakan ban Bridgestone RE710 dengan ukuran 275/35 R18.

Selanjutnya dari segi interior sebenarnya sih tidak berubah banyak dari Nissan Skyline GT-R R33. Hanya terdapat beberapa perubahan seperti jok bucket seat dari Nismo. Panel speedometer khusus 400R serta gauge dan instrumen khas Nismo. Kemudian, Stir racing dengan tombol klakson berlogo 400R dan tuas transmisi yang terbuat dari bahan titanium.

Penutup

Baiklah, itu tadi pengenalan mengenai lini Skyline paling langka yaitu Nissan Skyline GT-R Nismo 400R. Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah Skyline spesial ini bagus atau tidak? Menurut penulis sih meski mobil ini spesial tetap saja penulis masih lebih suka Nissan Skyline GT-R R34 haha.

Terima kasih sudah berkunjung 😁