Sabtu, 16 Mei 2026

Kenapa Mobil Ini Sering Dipakai Drift? Yuk, Mengenal 5 Mobil Ikonik Pilihan RevCultureID

Kenapa Mobil Ini Sering Dipakai Drift? Yuk, Mengenal 5 Mobil Ikonik Pilihan RevCultureID

Kenapa Mobil Ini Sering Dipakai Drift- Yuk, Mengenal 5 Mobil Ikonik Pilihan RevCultureID
sumber : gotothegrid.com

Dunia drifting adalah perpaduan antara seni kontrol kendaraan dan performa mesin yang mumpuni. Bagi para pecinta kecepatan yang ingin merasakan sensasi "sideways", pemilihan mobil adalah langkah krusial. Bukan sekadar soal tenaga besar, namun soal keseimbangan, sasis, dan jiwa dari mobil itu sendiri.

Memasuki lintasan drifting membutuhkan kendaraan yang memiliki karakter penggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive) dan distribusi bobot yang optimal. Di postingan ini, penulis telah merangkum lima mobil pilihan yang mencakup spektrum klasik, modern, hingga ikonik yang sudah diakui di sirkuit drift global maupun lokal.

Kenapa Mobil Ini Sering Dipakai Drift? Yuk, Mengenal 5 Mobil Ikonik Pilihan RevCultureID


1. Toyota AE86: Sang Legenda Abadi

Toyota AE86
sumber : speedhunters,com

Tidak ada mobil yang lebih "klasik" dan "ikonik" dalam sejarah drifting selain Toyota Corolla AE86, atau yang akrab disapa Hachi-Roku. Mobil ini menjadi standar emas bagi para drifter purist. Meski diproduksi pada era 80-an, popularitasnya tak pernah padam berkat keseimbangan sasis yang luar biasa. Mengapa AE86 begitu spesial? Jawabannya bukan pada tenaga mesinnya yang besar karena mesin 4A-GE bawaannya relatif kecil melainkan pada bobotnya yang ringan dan komunikasinya yang jujur dengan pengemudi. Mobil ini akan memaksa kalian mempelajari teknik drift yang benar karena kalian tidak bisa hanya mengandalkan tenaga untuk membuang pantat mobil. Memiliki AE86 adalah tentang menghargai warisan Keiichi Tsuchiya dan kultur JDM yang sesungguhnya.


2. Nissan Silvia S15: Masterpiece Drifting Modern

Nissan Silvia S15
sumber :  jdmexport.com

Jika AE86 adalah gurunya, maka Nissan Silvia S15 adalah murid yang melampaui semua ekspektasi. S15 merupakan puncak evolusi dari keluarga S-Chassis Nissan. Desainnya yang tajam dan aerodinamis menjadikannya mobil yang sangat fotogenik di lintasan, namun kecantikannya bukan sekadar tampilan luar. S15 dibekali mesin SR20DET yang sangat responsif dan memiliki pasar aftermarket yang sangat luas. Kalian bisa dengan mudah menemukan modifikasi untuk meningkatkan tenaga hingga level kompetisi profesional. Sasisnya yang kaku namun fleksibel untuk diatur membuatnya sangat stabil saat melakukan transisi cepat. Ini adalah pilihan ideal bagi drifter yang menginginkan performa modern tanpa kehilangan nuansa klasik JDM.

3. BMW Seri 3 E46: Ikon Eropa di Sirkuit Drift

BMW Seri 3 E46
sumber : s3mag.com

Drifting tidak hanya milik Jepang. BMW Seri 3 E46 telah membuktikan bahwa salah satu raksasa otomotif Jerman memiliki tempat istimewa di sirkuit drifting. BMW E46 menjadi pilihan favorit karena distribusi bobot 50:50 yang legendaris, memberikan stabilitas luar biasa saat mobil sedang dalam posisi miring. Keunggulan E46 terletak pada kemudahan dalam melakukan modifikasi sudut putar roda (steering angle). Selain itu, ketersediaan unit di pasar mobil bekas menjadikannya basis yang lebih masuk akal dibandingkan mobil sport Jepang yang harganya terus melambung tinggi. Dengan sasis yang kuat dan opsi mesin yang beragam, E46 adalah senjata mematikan bagi drifter yang mencari durabilitas dan gaya ala kontinental.

4. Toyota GR86: Penerus Spiritual yang Sempurna

Toyota GR86
sumber : hypebeast.com

Bagi kalian yang menginginkan mobil drift dengan teknologi terbaru dan rasa berkendara yang murni, Toyota GR86 adalah jawabannya. Mobil ini adalah perwujudan modern dari filosofi AE86: ringan, lincah, dan berpenggerak roda belakang. GR86 hadir dengan mesin Boxer 2.4L yang memberikan torsi lebih padat sejak putaran bawah, memudahkan ban belakang untuk "spin" tanpa usaha keras. Fitur modern seperti Limited Slip Differential (LSD) standar membuatnya siap diajak berdansa di lintasan langsung dari dealer. Ini adalah pilihan terbaik bagi drifter era baru yang menghargai reliabilitas mesin modern namun tetap haus akan kontrol manual yang presisi.


5. Nissan Cefiro A31: Pahlawan Lokal yang Tak Tergantikan

Nissan Cefiro
sumber : nzperformancecar.co.nz

Di Indonesia, nama Nissan Cefiro A31 adalah legenda hidup. Sedan empat pintu ini mungkin terlihat seperti mobil keluarga biasa, namun di balik itu, ia berbagi DNA dengan Nissan Skyline R32. Jarak sumbu roda (wheelbase) yang sedikit lebih panjang dibandingkan Silvia memberikan stabilitas lebih saat slide panjang, menjadikannya sangat bersahabat bagi pemula. Nissan Cefiro A31 adalah "canvas" kosong yang luar biasa. Potensi swap engine ke RB25 atau 2JZ membuatnya bisa berubah menjadi monster di lintasan dengan biaya yang relatif lebih kompetitif. Bagi banyak drifter di tanah air, Cefiro A31 adalah pintu masuk menuju dunia drifting profesional karena ketangguhannya yang sudah teruji
selama puluhan tahun.

Penutup


Setiap mobil memiliki karakter uniknya masing-masing. AE86 untuk sejarah, Silvia S15 untuk kesempurnaan sasis, BMW E46 untuk durabilitas Jerman, GR86 untuk teknologi modern, dan Cefiro A31 untuk potensi lokal yang tak terbatas. Apapun pilihan kalian, pastikan untuk selalu mengutamakan keamanan dan terus asah kemampuan di lintasan resmi.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Selasa, 12 Mei 2026

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 2

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 2

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 2
sumber : toyota.drive.place

Melanjutkan perjalanan panjang sang legenda, pada Part 2 kali ini penulis akan mengajak kalian masuk ke era yang sangat ikonik bagi orang Indonesia. Penulis akan memulai pembahasan dari kemunculan generasi ke-7 si "Great Corolla" yang masih jadi primadona hingga saat ini sampai ke generasi ke-12 yang menggunakan teknologi hybrid. Mari kita telusuri bagaimana Corolla berevolusi dari sedan keluarga yang nyaman menjadi ikon teknologi modern yang tetap bersaing di jalanan.

Sudah siap menjelajah waktu bersama Corolla? Baca ulasan lengkapnya di bawah dan pastikan kalian sudah membaca Part 1 agar tidak ketinggalan alur sejarahnya!

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 2


Corolla Gen-7 E100 (1991-1995)


Corolla E100
sumber : toyota.drive.place

Toyota Corolla generasi ketujuh yang lebih akrab disapa "Great Corolla" atau "Greco" di Indonesia, merupakan suksesor legendaris yang mengaspal antara tahun 1991 hingga 1995. Membawa kode rangka E100, mobil ini menandai transisi penting Corolla dari kategori mobil subcompact menjadi compact car yang lebih prestisius dan lega. Fakta unik yang menyertainya adalah reputasi mesin 4A-GE 20V di kancah global yang mengadopsi teknologi lima katup per silinder layaknya mobil sport Ferrari, menjadikannya incaran para tuner balap hingga saat ini. Di pasar lokal, PT. Toyota Astra Motor menghadirkan Greco dalam varian SE dan SE-G yang tercatat mengalami empat kali penyegaran tampilan minor (facelift) selama masa peredarannya, mempertegas statusnya sebagai sedan kelas menengah yang paling dicari pada masanya.

Dari sisi visual, Great Corolla membawa revolusi desain dengan meninggalkan guratan kaku dan kotak khas era sebelumnya menuju siluet yang lebih aerodinamis, membulat, dan tampak lebih "dewasa". Desainnya yang timeless dan sporty dirancang untuk memenuhi tuntutan pasar global yang menginginkan tampilan mewah namun tetap asyik dikendarai. Tidak hanya sekadar cantik secara estetika, dimensi bodi yang lebih luas ini memberikan keuntungan signifikan pada aspek ergonomi dan kelegaan kabin, sehingga mampu memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang. Penggunaan garis-garis lengkung yang halus pada eksteriornya terbukti sangat revolusioner, bahkan desain ini tetap terlihat relevan dan modern meski bersanding dengan kendaraan-kendaraan keluaran terbaru di jalan raya saat ini.

Mengintip ke balik kap mesin, Great Corolla di Indonesia dibekali dua opsi dapur pacu yang tangguh, yakni mesin 2E 1.300cc berkarburator untuk tipe SE (yang kemudian ditingkatkan pada tahun 1994) serta mesin 4A-FE 1.600cc DOHC dengan sistem Electronic Fuel Injection (EFI) untuk tipe SE-G. Teknologi injeksi ini menjadi lompatan besar dalam hal efisiensi bahan bakar dan keandalan performa jika dibandingkan generasi terdahulu. Untuk mendukung pengendalian, Toyota menyempurnakan sektor kaki-kaki menggunakan suspensi MacPherson empat titik di depan dan enam titik di belakang yang dikombinasikan dengan trek roda lebih lebar guna meningkatkan stabilitas di kecepatan tinggi. Kehadiran rem cakram berventilasi (ventilated disc brake) juga memastikan sistem pengereman yang lebih optimal, menjadikan Greco sebagai perpaduan sempurna antara durabilitas mesin dan kenyamanan berkendara yang mumpuni.


Corolla Gen-8 E110 (1995-2001)


Corolla E110
sumber : toyota.drive.place

Memasuki pertengahan era 90-an, tepatnya pada tahun 1995, Toyota menghadirkan babak baru melalui Corolla generasi kedelapan yang di Indonesia populer dengan sebutan New Corolla dan All New Corolla (AE111/AE112). Fakta unik yang membedakan era ini dengan sebelumnya adalah keputusan Toyota untuk mulai memisahkan desain unit berdasarkan target pasar global, seperti varian Liftback yang khusus untuk Eropa sementara pasar Asia mengikuti garis desain Jepang yang lebih elegan. Di masanya, sedan compact ini menyandang predikat sebagai mobil dengan fitur keamanan dan kenyamanan paling komprehensif di kelasnya, mengungguli para kompetitor melalui penyematan teknologi yang sebelumnya hanya ada di segmen mewah.

Dari sisi estetika, desain Corolla generasi kedelapan ini merupakan evolusi cerdas yang tetap mempertahankan siluet khas pendahulunya (E100), namun dengan sentuhan yang lebih modern dan fungsional. Perubahan paling mencolok pada unit pasar Tanah Air terlihat pada bagian pencahayaan, di mana lampu depan (headlamp) kini dibuat terpisah dari grille, serta lampu belakang (stoplamp) yang bertransformasi dari desain pipih memanjang menjadi bentuk yang lebih tegas dan mengotak. Tersedia dalam varian XLi, SE-G, hingga tipe eksklusif S-Cruise, mobil berkode bodi AE111 ini berhasil memadukan kesan sedan mewah dengan dimensi yang tetap lincah untuk penggunaan perkotaan.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi poin utama efisiensi yang ditawarkan Toyota pada seri ini. Untuk pasar Indonesia, awalnya Corolla dibekali mesin seri 4A-FE 1.600 cc, sebelum akhirnya mendapatkan update signifikan pada model facelift tahun 1998 dengan mesin 7A-FE berkapasitas 1.800 cc yang lebih bertenaga. Kecanggihan teknologi sangat terasa melalui hadirnya fitur Variable Timing Wiper, sistem pengereman ABS, hingga penggunaan Dual Airbag untuk proteksi maksimal. Selain itu, inovasi penggunaan material aluminium pada blok mesin dan kepala silinder (khusus mesin 1ZZ-FE di pasar global) membuat bobot kendaraan menjadi lebih ringan, sehingga menghasilkan performa yang lebih responsif sekaligus konsumsi bahan bakar yang lebih irit dibandingkan generasi sebelumnya.

Corolla Gen-9 E120-E130 (2000-2006)


Corolla E130
sumber : wikipedia.org

Memasuki milenium baru pada tahun 2001, Toyota melakukan langkah revolusioner dengan meluncurkan generasi kesembilan yang kini menyandang nama tambahan yaitu "Altis". Fakta unik di balik kemunculan era ini adalah keputusan strategis Toyota untuk menaikkan kelas Corolla dari sedan kompak keluarga menjadi sedan mewah, guna memberi ruang bagi Toyota Vios di segmen di bawahnya. Meskipun sempat muncul spekulasi mengenai penghapusan nama Corolla, Chief Engineer Takeshi Yoshida bersikeras mempertahankannya karena reputasi globalnya yang kuat, sehingga lahirlah konsep "New Century Value" yang membawa citra Corolla ke level yang jauh lebih eksklusif.

Secara visual, desain Corolla Altis mengalami perubahan radikal yang sering disebut sebagai fase "reborn" karena meninggalkan kesan konservatif. Dimensi bodinya bertambah besar, baik dari segi panjang maupun lebar, memberikan tampilan yang lebih gagah, aerodinamis, dan elegan dibandingkan pendahulunya. Perubahan estetika yang paling mencolok terlihat pada lampu depan yang tidak lagi sekadar mengotak, melainkan mengadopsi desain membulat yang modern. Di Indonesia, model ini hadir dalam dua fase utama, yaitu versi awal (2001-2003) dan versi facelift (2004-2007) yang membawa pembaruan pada grille, velg, hingga lampu belakang, serta varian Limited Edition yang tampil mewah dengan jok kulit dan logo berwarna emas.

Dari sisi teknis, Corolla Altis mengandalkan mesin tangguh berkode 1ZZ-FE berkapasitas 1.800 cc yang telah mengadopsi teknologi katup variabel VVT-i untuk efisiensi dan tenaga yang lebih responsif. Lompatan teknologi pada generasi ini sangat signifikan, terutama dengan hadirnya panel AC digital dan aksen kayu pada interior yang memperkuat kesan premium. Sektor keselamatan pun menjadi prioritas utama Toyota dengan menyematkan fitur melimpah di kelasnya, mulai dari Dual SRS Airbag, sistem pengereman ABS, hingga penggunaan rem cakram di keempat roda. Pada model tertentu di pasar global, generasi ini bahkan menjadi pionir dalam penggunaan fitur Vehicle Stability Control (VSC) dan Traction Control, membuktikan bahwa Altis bukan sekadar sedan bergaya, melainkan kendaraan dengan standar keamanan tinggi.

Corolla Gen-10 E140-E150 (2006-2013)


Corolla E150
sumber : toyota.drive.place

Memasuki periode 2006 hingga 2013, Toyota memperkenalkan generasi kesepuluh dari lini legendarisnya yang di Asia Tenggara lebih dikenal dengan nama Grand New Corolla Altis (E140). Fakta unik pada generasi ini adalah diferensiasi penamaan dan spesifikasi yang semakin tajam antar wilayah, seperti nama "Corolla Axio" untuk pasar domestik Jepang, sementara pasar Indonesia mendapatkan versi bodi yang lebih lebar dan gaya yang berbeda. Meskipun pada masa ini pamor sedan mulai bersaing ketat dengan tren MPV keluarga, Corolla generasi ke-10 tetap mencatatkan sejarah penting sebagai mobil Toyota pertama di Indonesia yang mengusung fitur Smart Entry Keyless, sebuah terobosan mewah yang kala itu sangat prestisius di kelasnya.

Secara visual, desain Grand New Corolla Altis bertransformasi dengan pendekatan yang lebih dinamis dan elegan tanpa meninggalkan kesan premium. Toyota sengaja merancang eksteriornya agar tidak hanya memikat kalangan menengah ke atas, tetapi juga menarik minat para eksekutif muda melalui garis desain yang lebih sporty dan modern. Di pasar nasional, mobil ini hadir dalam beberapa varian, mulai dari tipe J sebagai entri, tipe G untuk kelas menengah, hingga tipe V sebagai kasta termewah. Pada tahun 2010, Toyota memberikan penyegaran (facelift) pada sisi eksterior untuk menjaga penampilannya tetap kompetitif di tengah berkembangnya tren otomotif global.

Sektor performa dan kenyamanan menjadi keunggulan utama berkat penggunaan teknologi dapur pacu yang mutakhir. Untuk pasar Indonesia, tersedia dua pilihan mesin bertenaga, yakni 1.8L (2ZR-FE) dan 2.0L (3ZR-FE) yang keduanya sudah mengadopsi teknologi Dual VVT-i. Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi manual 6-percepatan atau otomatis Super CVT 7-percepatan yang sangat tangguh dan halus. Selain tenaga yang melimpah, kenyamanan kabin pun ditingkatkan secara signifikan melalui penerapan fitur Noise Vibration Harshness (NVH) yang membuat kabin jauh lebih senyap. Paket keselamatan yang ditawarkan juga sangat lengkap, mencakup Airbags, pengereman ABS dengan Electronic Brake Distribution (EBD), hingga Cruise Control untuk pengalaman berkendara yang lebih stabil dan aman.


Corolla Gen-11 E160-E170 (2013-2019)


Corolla E170
sumber : toyota.drive.place

Diluncurkan pertama kali secara global pada akhir 2013 dan masuk ke pasar Indonesia pada 2014, Corolla generasi kesebelas membawa perubahan paradigma yang cukup mengejutkan dalam sejarah panjangnya. Fakta unik yang paling menonjol adalah keputusan Toyota untuk memangkas dimensi panjang mobil hingga 50 mm, sebuah langkah yang jarang dilakukan dalam regenerasi model. Keputusan ini diambil untuk mengembalikan esensi Corolla sebagai kendaraan kompak yang user-friendly dan lincah, setelah dua generasi sebelumnya cenderung berfokus pada dimensi lebar. Selain itu, era ini menjadi tonggak sejarah baru di pasar global dengan diperkenalkannya varian hybrid ke dalam jajaran model Corolla untuk pertama kalinya.

Dari sisi estetika, Corolla generasi ke-11 ini mengadopsi bahasa desain "Keen Look" yang membuat tampilannya jauh lebih berani dan tajam dibandingkan para pendahulunya. Karakter sporty sangat terasa melalui penggunaan grille yang menyatu dengan lampu depan berdesain sipit, memberikan kesan agresif sekaligus modern. Perubahan model secara menyeluruh ini seolah menghidupkan kembali sisi dinamis Corolla yang sempat tertutup oleh citra konservatif. Interiornya pun mendapatkan penyegaran teknologi yang signifikan, dengan penyematan fitur-fitur canggih seperti cruise control, unit layar sentuh yang interaktif, serta sistem climate control otomatis untuk kenyamanan maksimal di dalam kabin.

Di balik kap mesinnya, Toyota mengandalkan mesin 2ZR-FE berkapasitas 1.798 cc yang telah dilengkapi dengan teknologi Dual VVT-i terbaru. Salah satu fitur unggulannya adalah hadirnya Sport Drive Mode, yang memungkinkan pengemudi merasakan lonjakan tenaga yang lebih responsif dan bertenaga sesuai kebutuhan. Fokus Toyota pada generasi ini sangat berat pada aspek keselamatan, di mana mereka memberikan perlindungan komprehensif melalui tujuh buah airbag, Vehicle Stability Control (VSC), serta Emergency Brake Signal (EBS). Ketangguhan performanya pun didukung oleh sistem kaki-kaki yang mumpuni, menggunakan kombinasi suspensi MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang, yang dirancang khusus untuk meredam getaran secara optimal di berbagai kondisi jalan.

Corolla Gen-12 (2018 – sekarang)


Corolla E210
sumber : toyota.drive.place

Memasuki tahun 2018, Toyota memulai babak paling inovatif dalam sejarah Corolla melalui peluncuran generasi kedua belas yang menandai pergeseran besar menuju teknologi ramah lingkungan. Fakta unik yang paling mengejutkan dari era ini adalah keberanian Toyota melakukan ekspansi radikal dengan menghadirkan model Corolla Cross pada tahun 2020, sebuah format SUV/Crossover yang memanfaatkan nama besar Corolla untuk menyasar pasar yang kini lebih menyukai mobil berpostur tinggi. Di Indonesia sendiri, model sedan resmi mengaspal pada September 2019 dengan nama All New Corolla Altis, yang sekaligus menjadi lini pertama dalam sejarahnya di Tanah Air yang menawarkan varian mesin bertenaga listrik atau hybrid secara resmi.

Dari sisi estetika, Corolla generasi terbaru ini dibangun di atas platform TNGA (Toyota New Global Architecture) yang revolusioner, memungkinkan desain bodi yang lebih aerodinamis dengan titik gravitasi lebih rendah. Interiornya kini bertransformasi menjadi sangat elegan dengan dominasi warna hitam yang modern, menggantikan nuansa krem pada model-model lawas untuk memberikan kesan premium yang lebih kuat. Secara eksterior, desainnya terlihat lebih agresif dengan bahasa desain global yang dinamis, baik untuk varian sedan, hatchback yang dikenal sebagai Corolla Sport di Jepang, hingga varian station wagon. Kabinnya pun telah ditingkatkan dengan konektivitas mutakhir seperti Apple CarPlay dan Android Auto, serta antarmuka yang lebih ramah pengguna untuk mendukung gaya hidup konsumen masa kini.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi sorotan utama melalui pengenalan sistem Hybrid 2ZR-FXE berkapasitas 1.800cc yang menggunakan sistem Atkinson cycle. Teknologi ini diklaim jauh lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan mampu menekan emisi gas buang hingga 60% dibandingkan mesin konvensional berkat dukungan motor listrik yang bekerja secara aktif. Selain varian hybrid, tersedia juga mesin bensin 2ZR-FE yang tetap menawarkan akselerasi responsif melalui transmisi CVT 7-percepatan. Aspek keselamatan pun naik kelas dengan hadirnya Toyota Safety Sense (TSS), yang mencakup fitur-fitur canggih seperti Pre-Collision System (PCS), Adaptive Cruise Control, hingga Lane Departure Alert, menjadikan Corolla generasi ke-12 ini sebagai salah satu kendaraan paling aman dan cerdas di kelasnya.

Penutup


Sebagai penutup perjalanan panjang kita, terlihat jelas bahwa evolusi Toyota Corolla dari generasi ke-7 hingga ke-12 bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan bukti konsistensi Toyota dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan zaman. Mulai dari era "Great Corolla" yang ikonik hingga teknologi Hybrid dan platform TNGA yang futuristik, Corolla sukses mempertahankan gelarnya sebagai raja sedan yang andal, aman, dan berkelas. Warisan sejarah ini membuktikan bahwa Corolla lebih dari sekadar kendaraan; ia adalah saksi perkembangan teknologi otomotif dunia yang terus melaju ke depan.

Dari generasi ke-7 hingga ke-12, mana yang jadi favorit atau punya kenangan manis buat Anda? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke komunitas otomotif Anda agar diskusi semakin seru!

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Sabtu, 11 April 2026

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi Part 1
sumber : toyota.drive.place

Ketika mendengar kata "Corolla" pasti yang terbesit di pikiran adalah lini mobil legendaris dari Toyota yang masih eksis hingga sekarang. Nama "Corolla" sendiri memiliki arti mahkota kecil yang diambil dari bahasa latin. Toyota Corolla memulai debutnya di dunia otomotif mulai tahun 1966. Sejauh ini sudah terjual 50 juta lebih unit Toyota Corolla di seluruh dunia sampai pada model Corolla Cross. Bahkan, pada tahun 1997 Toyota Corolla menjadi mobil yang penjualannya paling laris di dunia.

Dari tahun 1966 hingga postingan ini diterbitkan Toyota Corolla sudah memiliki 12 generasi dengan berbagai layout dari sedan, liftback, hatchback, wagon dan yang paling baru adalah SUV. Nah, pada kali ini penulis akan mengajak kalian berkenalan dengan Toyota Corolla dari generasi ke generasi di bawah ini.

Yuk, Mengenal Toyota Corolla Dari Generasi ke Generasi (Part 1)


Corolla Gen-1 (KE10-1966-1970)


Corolla E10
sumber : toyota-automobile-museum.jp

Sejarah besar dimulai pada tahun 1966 ketika Toyota meluncurkan Corolla generasi pertama sebagai bentuk pembuktian diri kepada dunia otomotif internasional. Di tengah tren produsen mobil yang kala itu rata-rata menggunakan mesin 1.000cc, Toyota tampil ambisius dengan menyematkan kapasitas 1.100cc untuk memberikan performa yang lebih unggul. Fakta menarik dari generasi ini adalah kegigihan Toyota dalam menembus pasar ekspor, dimulai dari Australia pada tahun 1966 hingga Amerika Serikat pada 1968. Sayangnya, bagi para pecinta mobil klasik di tanah air, Indonesia tidak masuk dalam daftar distribusi resmi untuk generasi pertama ini, sehingga unit yang ada saat ini biasanya merupakan koleksi langka hasil impor khusus atau perpindahan tangan antar-negara.

Dari sisi tampilan, Corolla generasi pertama mengusung konsep desain semi-fastback yang mencerminkan estetika sedan kelas dunia di masanya. Karakter klasiknya sangat kuat berkat penggunaan lampu depan bulat yang ikonik, fender yang tampak menonjol, serta posisi spion unik yang terletak di atas kap mesin atau fender mirrors. Masuk ke area interior, meski terlihat minimalis menurut standar modern, mobil dengan kode bodi KE10 (sedan), KE15 (coupe), dan KE16 (wagon) ini sudah dilengkapi fitur mewah di zamannya seperti radio, pemanas (heater), sandaran tangan, dan console box. Standar keselamatan pun mulai diperkenalkan melalui penggunaan sabuk pengaman, menandai awal kepedulian Toyota terhadap aspek keamanan pengemudi.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi fokus utama Toyota dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang responsif melalui mesin seri K berkapasitas 1.100cc dengan pasokan bahan bakar karburator. Untuk mengimbangi tenaga 60 HP yang dihasilkan, Toyota melakukan terobosan berani dengan menerapkan suspensi MacPherson Strut pada bagian depan—teknologi yang sangat canggih saat itu hingga membutuhkan waktu riset selama 2,5 tahun untuk mendapatkan setelan yang sempurna. Menjelang akhir masa produksinya pada tahun 1970, Corolla ini mendapatkan versi facelift dengan peningkatan kapasitas mesin menjadi 1.200cc serta pilihan transmisi yang beragam, mulai dari otomatis 2-percepatan hingga manual 4-percepatan dengan tuas di lantai maupun di kolom setir.

Corolla Gen-2 KE20 (1970-1974)


Corolla E20
sumber : wikipedia.org

Toyota Corolla generasi kedua, yang diperkenalkan secara global pada tahun 1970, memegang peranan krusial sebagai pionir keluarga Corolla di pasar otomotif Indonesia. Mobil ini memiliki fakta unik dengan julukan "Corbet" atau Corolla Betawi, sebuah nama yang lahir karena popularitasnya yang luar biasa di kalangan warga Jakarta serta perannya sebagai armada taksi ikonik di ibu kota pada masanya. Selain menjadi primadona lokal, ketangguhan dan durabilitas mobil ini diakui secara internasional dengan distribusi luas ke berbagai benua seperti Eropa, Amerika, hingga Afrika. Berkat reputasi keandalannya, Corolla generasi kedua sukses mencatatkan sejarah sebagai mobil terlaris kedua di dunia, menjadikannya salah satu simbol kesuksesan Toyota dalam merajai segmen sedan ekonomis secara global.

Dalam aspek desain, generasi kedua ini tampil dengan transformasi visual yang lebih modern melalui garis bodi yang cenderung membulat jika dibandingkan dengan pendahulunya. Meski tetap mempertahankan kesan kompak, Toyota merancang mobil ini dengan fokus utama pada peningkatan kenyamanan ruang kabin dan pengalaman berkendara yang lebih berkualitas. Di pasar internasional, Corolla ini hadir dalam berbagai varian model mulai dari sedan, coupe, hingga wagon, namun untuk pasar Indonesia, Toyota secara khusus hanya menghadirkan model sedan empat pintu yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan konsumen saat itu. Perubahan estetika ini tidak hanya mengejar penampilan, tetapi juga aspek ergonomis yang membuat pengemudi merasa lebih betah di balik kemudi.

Performa mesin menjadi salah satu keunggulan utama yang membuat Corolla generasi kedua begitu dicintai. Pada awal peluncurannya, mobil ini dipersenjatai mesin seri 3K berkapasitas 1.200cc yang sanggup menghasilkan tenaga 68 HP dan torsi 93 Nm, dengan dukungan tangki bahan bakar sebesar 45 liter untuk efisiensi perjalanan jauh. Untuk memberikan pilihan tenaga yang lebih besar, Toyota kemudian memperkenalkan mesin 1.600cc pada tahun 1971 yang mampu memuntahkan tenaga hingga 106 HP. Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 4 percepatan atau opsi transmisi otomatis yang inovatif di zamannya. Kombinasi teknologi mesin yang bandel dan perawatan yang mudah membuat Corolla ini tetap menjadi incaran para kolektor mobil antik hingga hari ini.

baca juga : Mengenal Nissan Silvia 270R Nismo, Tipe Nissan Silvia Paling Langka Yang pernah Ada

 

Corolla Gen-3 KE30-KE60 (1974-1979)


Corolla E30
sumber : wikipedia.org

Lahir pada tahun 1974, Toyota Corolla generasi ketiga muncul sebagai jawaban cerdas atas krisis energi global yang menuntut kendaraan hemat bahan bakar. Di Indonesia, mobil ini memiliki tempat spesial di hati para kolektor dengan julukan unik "Corvet" atau Corolla Veteran, sebuah nama warisan setelah generasi sebelumnya populer dengan sebutan "Corbet" (Corolla Betawi). Keberhasilan model ini di pasar internasional sangat fenomenal, dengan total penjualan menembus angka 3,7 juta unit. Salah satu fakta unik di balik kesuksesannya adalah dedikasi Chief Engineer Sasaki yang secara khusus meriset ukuran papan selancar untuk merancang varian liftback, guna memastikan ruang bagasi yang praktis namun tetap memiliki gaya yang sporty dan fungsional bagi gaya hidup anak muda kala itu.

Secara visual, desain Corolla generasi ketiga mengalami evolusi yang signifikan dengan dimensi bodi yang lebih besar dan garis yang cenderung lebih membulat atau lancip dibandingkan model sebelumnya. Meskipun bobotnya bertambah, Toyota mengakali efisiensi konsumsi bahan bakar melalui penerapan kaca depan yang lebih landai hasil dari pengujian wind tunnel (terowongan angin) yang ketat. Masuk ke bagian interior, nuansa mewah sangat terasa berkat penggunaan material padding pada dasbor dan tata letak tombol kontrol yang lebih ergonomis dan terpusat. Tak hanya soal tampilan, aspek keselamatan pun mulai menjadi standar utama dengan hadirnya struktur bodi penyerap benturan (crumple zone) serta penggunaan sabuk pengaman tiga titik otomatis yang memberikan perlindungan lebih bagi pengemudi dan penumpang.

Di sektor dapur pacu, Toyota tetap mengandalkan mesin seri 3K berkapasitas 1.200cc untuk varian dua pintu, serta mesin 1.600cc untuk versi empat pintu yang lebih bertenaga. Performa mesin tersebut didukung oleh pilihan transmisi manual 4 dan 5 percepatan, serta transmisi otomatis 3 percepatan yang cukup modern di zamannya. Salah satu lompatan teknologi paling krusial pada generasi ini adalah pengaplikasian catalytic converter, sebuah inovasi ramah lingkungan yang membuat penjualannya meledak karena mampu memenuhi standar emisi yang mulai ketat. Kombinasi antara mesin yang andal, teknologi suspensi yang lebih stabil, dan fokus pada efisiensi aerodinamika menjadikan Corolla generasi ketiga ini sebagai salah satu tonggak sejarah kesuksesan Toyota dalam merajai pasar sedan ekonomis dunia.

Corolla Gen-4 KE70 (1979-1983)


Corolla E70
sumber : wikipedia.org

Toyota Corolla DX, atau yang secara global dikenal sebagai Corolla generasi keempat dengan kode bodi KE70, merupakan salah satu sedan paling ikonik yang pernah mengaspal di Indonesia sejak tahun 1979. Keunikan utama mobil ini terletak pada penamaannya; meski di pasar internasional memiliki banyak varian, di Indonesia hanya trim level "DX" yang resmi dipasarkan sehingga nama tersebut melekat kuat sebagai identitas lokal yang melegenda. Selain menjadi buruan utama para kolektor mobil lawas, fakta menarik lainnya adalah Corolla DX merupakan generasi terakhir Corolla di Indonesia yang menggunakan sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive), menjadikannya primadona di dunia balap retro dan drifting hingga saat ini.

Beralih ke sisi estetika, Corolla DX membawa perubahan desain revolusioner di bawah arahan desainer Fumio Agetsuma dengan meninggalkan kesan bulat era 70-an menuju tampilan serba kotak yang tegas dan maskulin. Perubahan desain ini tidak hanya terlihat pada bodi yang lebih melar dan lampu utama yang ikonik, tetapi juga merambah ke bagian interior yang lebih mewah karena mengadopsi material dashboard serta kursi dari Toyota Celica Camry. Ruang kabin dirancang lebih lapang dan sangat fokus pada pengemudi (driver oriented), lengkap dengan fitur kenyamanan seperti kursi yang dapat diatur kemiringannya serta headrest yang bisa disesuaikan tingginya, sebuah standar kemewahan sedan menengah pada zamannya.

Dapur pacu Toyota Corolla DX dipersenjatai oleh mesin seri 4K-U OHV 8 valve berkapasitas 1.300cc yang mampu memproduksi tenaga 75 HP dan torsi 105 Nm, yang dikenal sangat tangguh serta mudah dalam perawatan. Teknologi suspensi menjadi lompatan besar pada generasi ini, di mana penggunaan model pegas ulir (coil spring) menggantikan per daun, sehingga memberikan bantalan yang jauh lebih empuk dan stabil saat berkendara. Tenaga mesin tersebut disalurkan melalui transmisi manual 4 atau 5 percepatan, serta pilihan transmisi otomatis yang pada tahun 1982 mendapatkan peningkatan teknologi menjadi 4 percepatan, mempertegas posisi Corolla DX sebagai mobil yang menggabungkan durabilitas mesin klasik dengan kenyamanan teknologi modern di masanya.

Corolla Gen-5 E80 (1983-1987)


Corolla E80
sumber : toyota.drive.place

Toyota Corolla generasi kelima, yang resmi meluncur pada tahun 1983, menjadi tonggak sejarah paling revolusioner karena untuk pertama kalinya beralih menggunakan sistem penggerak roda depan (FWD). Di Indonesia, model ini sangat dikenal dengan sebutan Toyota Corolla GL dan hadir sebagai sedan yang menawarkan kenyamanan serta efisiensi ruang kabin yang lebih baik dibandingkan para pendahulunya. Fakta unik yang paling mendunia dari generasi ini adalah eksistensi varian coupe AE86 atau "Hachi-Roku", yang tetap mempertahankan penggerak roda belakang (RWD) dan menjadi bintang dalam budaya pop Jepang lewat anime Initial D. Meski di Indonesia popularitas Corolla GL sempat dibayangi oleh kesuksesan Corolla DX, namun model ini tetap dianggap sebagai pionir modernisasi Toyota yang mulai mengadopsi teknologi berbasis komputer.

Memasuki aspek estetika, Corolla GL masih mengusung bahasa desain bodi mengotak yang populer di era 80-an, namun dengan sentuhan yang jauh lebih rapi, aerodinamis, dan tampak "cantik". Toyota secara khusus merancang eksterior mobil ini dengan target pasar anak muda, yang terlihat dari garis bodi yang lebih mengalir serta desain lampu depan dan belakang yang lebih modern. Perubahan desain yang paling krusial justru terjadi pada struktur dasarnya; penggunaan layout mesin melintang dan penggerak roda depan secara dramatis meningkatkan kelegaan interior. Tanpa adanya terowongan transmisi yang besar di bawah kabin, penumpang dapat menikmati ruang kaki yang lebih luas, menjadikan pengalaman berkendara terasa lebih mewah dan nyaman untuk sebuah sedan kompak di masanya.

Dapur pacu Toyota Corolla GL di Indonesia terbagi dalam dua periode utama, yakni penggunaan mesin berkode 2A kapasitas 1.300cc pada edisi 1983-1985, yang kemudian digantikan oleh mesin 2E yang lebih bertenaga pada versi facelift tahun 1985 hingga 1987. Teknologi yang disematkan pun melonjak drastis dengan mulai dikenalkannya sistem injeksi bahan bakar terkomputerisasi serta pilihan transmisi manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan. Di kancah internasional, generasi kelima ini juga memperkenalkan varian mesin legendaris 4A-GE 1.6L DOHC yang sangat bertenaga serta unit mesin diesel 1C 1.8L. Inovasi teknologi mesin yang lebih presisi serta penggunaan suspensi yang lebih empuk mempertegas posisi Corolla generasi kelima sebagai kendaraan yang efisien tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan berkendara.


Corolla Gen-6 E90 (1987-1991)


Corolla E90
sumber : toyota.drive.place

Toyota Corolla generasi keenam, yang lebih dikenal dengan kode bodi E90, resmi mengaspal di Indonesia pada rentang tahun 1987 hingga 1991 dan langsung menyabet gelar sebagai salah satu sedan paling ikonik. Menariknya, mobil ini lebih populer dengan julukan "Corolla Twincam" karena promosi teknologi camshaft ganda yang diusungnya, meskipun terdapat fakta unik bahwa varian terendahnya, tipe SE, sebenarnya tidak menggunakan mesin twin cam melainkan SOHC. Di pasar lokal, Toyota Astra Motor menghadirkan beberapa pilihan menarik mulai dari tipe SE, SE Limited, hingga varian Liftback 5-pintu yang sporty. Namun, kasta tertinggi yang paling diburu kolektor saat ini adalah tipe GTi, sebuah unit langka yang memiliki performa mesin luar biasa dan sering kali menjadi "harta karun" dalam kondisi orisinal di komunitas seperti Corolla Twincam Indonesia (CTI).

Beralih ke sisi estetika, di bawah arahan insinyur utama Akihiko Saito, Corolla E90 tampil dengan evolusi desain yang lebih membulat, lebih rendah, dan lebih lebar dibandingkan generasi sebelumnya yang kaku. Perubahan dimensi ini menciptakan siluet yang lebih dinamis dan aerodinamis, sekaligus memberikan dampak positif pada ruang kabin yang menjadi jauh lebih lega. Interiornya pun mengalami peningkatan kualitas secara masif dengan penggunaan material peredam suara yang lebih baik, sehingga menciptakan kenyamanan berkendara yang lebih senyap. Tidak hanya model sedan dan liftback saja yang beredar, secara eksklusif terdapat pula model wagon yang masuk melalui jalur perorangan, menambah keberagaman desain keluarga E90 yang tetap terlihat modis meski usianya telah melewati tiga dekade.

Sektor dapur pacu dan teknologi menjadi daya tarik utama yang membuat mobil ini dijuluki sebagai sedan tercanggih di kelasnya pada masa itu. Toyota menawarkan tiga pilihan mesin: unit 2E 1.300cc yang ekonomis untuk tipe SE, mesin 4A-F 1.600cc untuk SE Limited, serta mesin legendaris 4A-GE DOHC pada tipe GTi yang mampu memuntahkan tenaga hingga 140 hp. Selain keunggulan mesin, Corolla Twincam juga telah memanjakan pengemudinya dengan fitur-fitur modern yang mewah saat itu, seperti power steering dan power window. Meskipun sebagian besar unit di Indonesia menggunakan sistem karburator dan penggerak roda depan (FWD), keberadaan varian injeksi (EFI) dan ketersediaan transmisi otomatis semakin mempertegas posisi Corolla generasi keenam ini sebagai pelopor mobil harian yang bertenaga namun tetap nyaman.

Penutup


Perjalanan Toyota Corolla dari generasi pertama hingga keenam (1966–1991) membuktikan bahwa inovasi dan adaptasi adalah kunci utama umur panjang sebuah legenda otomotif. Dari era pionir mesin 1.100cc hingga kemunculan Corolla Twincam yang membawa standar teknologi modern, setiap model telah mengukir sejarah unik di Indonesia, mulai dari pesona retro Corolla DX hingga efisiensi penggerak roda depan pada Corolla GL. Transformasi desain dan transisi teknologi dalam enam generasi awal ini hanyalah fondasi dari kisah panjang sedan terlaris di dunia yang terus berevolusi. Jangan lewatkan kelanjutan evolusi sang legenda pada era "Great Corolla" dan generasi-generasi setelahnya dalam pembahasan bagian kedua yang tidak kalah menarik!

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Selasa, 22 September 2020

Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Mitos-Mitos Seputar Pengisian Bahan Bakar Mobil
sumber : pixabay.com

Bahan bakar merupakan hal yang sangat-sangat penting bagi sebuah kendaraan. Karena tanpanya kendaraan kalian tidak akan bisa digunakan. Nah, karena begitu pentingnya banyak pemilik kendaraan melakukan berbagai cara untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Baik itu dari teknik mengemudi maupun cara pengisiannya.

Namun kebanyakan adalah mitos semata khususnya teknik pengisian bahan bakar. Nah, apa sajakah mitos-mitos seputar pengisian bahan bakar mobil? Yuk, disimak mitos-mitosnya di bawah ini.

Mengisi Saat Hujan Agar Dapat Banyak Bahan Bakar


Mengisi Saat Hujan Agar Dapat Banyak Bahan Bakar
sumber : pixabay.com

Mitos yang pertama adalah jika mengisi bahan bakar saat hari hujan maka akan dapat lebih banyak. Mengapa bisa berpikiran seperti itu?

Teorinya adalah saat hujan suhu udara pastinya rendah atau dingin. Karena suhu yang dingin tersebut  membuat bahan bakar menjadi menyusut karena memang sifat bahan bakar yang sensitif terhadap perubahan suhu. Selain itu, suhu yang rendah juga membuat tingkat penguapan lebih sedikit.

Teori di atas memang benar, lalu di mana letak mitosnya? Sebelum menjawab mari kita bahas lebih lanjut mengenai teori di atas. Seperti yang dijelaskan bahwa suhu dingin dapat mengurangi tingkat penguapan bahan bakar. Namun, penyusutannya tidaklah besar, sehingga penambahan saat mengisi bahan bakar sangat-sangat tidak signifikan. Jadi, tidak "worth it" jika ingin mengisi bahan bakar harus menunggu hujan agar dapat bahan bakar yang banyak.

RON atau CN Lebih Tinggi Memiliki Efisiensi Yang Lebih Baik 


RON atau CN Lebih Tinggi Memiliki Efisiensi Yang Lebih Baik
sumber : viva.co.id/Yasin Fadilah

Mitos satu ini juga sudah umum beredar di masyarakat penulis sendiri sering mendengarnya. Misal, masih banyak orang beranggapan menggunakan pertamax jauh lebih irit dibanding pertalite atau premium. Nah, anggapan tersebut sebenarnya salah.

Sebenarnya pengisian bahan bakar yang tepat adalah berdasarkan rasio kompresi mesin mobil kalian.
Jika, kalian mengisi bahan bakar dengan dengan RON atau CN lebih tinggi dari rekomendasi rasio kompresi mesin kalian. Maka, pembakaran menjadi tidak sempurna yang mana meninggalkan endapan dan flek yang berujung pada knocking engine.
Jadi, bisa disimpulkan dengan menggunakan RON atau CN yang tinggi malah boros atau tidak efisien. Selain, itu mesin menjadi knocking atau yang biasa orang awam kenal mesin "mengelitik" jadi mengeluarkan biaya lagi untuk membersihkannya. Oleh karena itu gunakan bahan bakar dengan RON atau CN sesuai dengan rekomendasi rasio kompresi mesin kalau tidak mau rugi banyak.

Tidak Boleh Mengisi Bahan Bakar Saat Tangki Penyimpanan Diisi


Tidak Boleh Mengisi Bahan Bakar Saat Tangki Penyimpanan Diisi
sumber : semarang.bisnis.com

Mitos ini muncul dengan teori saat tangki timbun diisi, maka endapan kotoran pada dasar tangki akan naik. Nah, kotoran inilah yang dianggap akan masuk ke mobil saat melakukan pengisian.

Lalu, benarkah hal tersebut? faktanya adalah tidak. Teori tersebut dibantahkan oleh prosedur pembersihan tangki penyimpanan secara berkala. Pembersihan ini bertujuan agar tidak ada kotoran di tangki penyimpanan. Selain itu, pompa pengisian bahan bakar juga memiliki filter kotoran. Sehingga bahan bakar yang diisi ke mobil aman dari kotoran.

Lebih Hemat Mengisi Bahan Bakar Di Pagi Hari Atau Malam Hari


Lebih Hemat Mengisi Bahan Bakar Di Pagi Hari Atau Malam Hari
sumber : pixabay.com

Pada dasarnya mitos ini sama seperti mitos pengisian bahan bakar saat hujan yang menjadi kunci adalah suhu. Pada pagi hari biasanya suhu cuaca belum tinggi apalagi malam hari yang suhunya rendah maka tingkat penguapan bahan bakar rendah.

Sehingga, diharapkan tangki bahan bakar bisa menampung lebih banyak. Hal tersebut memang benar, namun tidak signifikan hanya bertambah beberapa mililiter saja. Jadi, sebaiknya isi saja bahan bakar tidak peduli itu pagi, siang ataupun malam.

Menggoyang-goyangkan Kendaraan Agar Mendapat Bahan Bakar Lebih Banyak


Menggoyang-goyangkan Kendaraan Agar Mendapat Bahan Bakar Lebih Banyak
sumber : wajibbaca.com

Mitos satu ini adalah yang paling mungkin untuk kita lihat. Penulis pun tidak jarang melihat orang mengisi bahan bakar sambil mengoyang-goyangkan kendaraannya. Kalian pun pasti pernah melihatnya minimal sekali.

Teori dari mitos ini adalah agar gelembung saat pengisian bahan bakar cepat naik, sehingga tangki bisa terisi penuh. Padahal faktanya kendaraan sekarang memiliki sistem ventilasi pada tangki. Sehingga, udara di dalam akan keluar dengan sendirinya tanpa perlu menggoyang-goyangkan kendaraan. Menggoyang-goyang kendaraan hanya menjadi kegiatan yang melelahkan, malah bisa bikin bahan bakar cepat menguap.

Mengisi Bahan Bakar Hingga Sangat Penuh Bahkan Tumpah-Tumpah


Mengisi Bahan Bakar Hingga Sangat Penuh Bahkan Tumpah-Tumpah
sumber : teaandpositivity.blogspot.com

Tidak sedikit pemilik kendaraan mengisi bahan bakar hingga sangat penuh bahkan tumpah-tumpah. Hal ini biasa dilakukan oleh orang yang ingin bepergian jauh. Tujuan dari pengisian penuh ini adalah agar tidak sering mengisi di POM dan konsumsi bahan bakar lebih irit.

Teori tersebut tidak sepenuhnya salah khususnya masalah irit. Sebenarnya untuk masalah irit tergantung dari cara berkendara. Namun, bila tangki diisi penuh maka ruang untuk penguapan semakin sedikit sehingga bahan bakar menjadi lebih irit.

Tetapi dengan catatan jangan mengisi bahan bakar hingga terlalu penuh bahkan tumpah. Karena panas dari bahan bakar dapat meningkatkan tekanan yang menekan bahan bakar naik bahkan terdorong keluar. Kemudian tumpahan tersebut dapat merusak cat mobil. Jadi, sisakan ruang antara bahan bakar dengan kepala tangki.

Penutup

Nah, itu tadi adalah beberapa mitos seputar pengisin bahan bakar mobil. Apakah salah satu mitos di atas ada yang pernah kalian dengar atau kalian mempraktekkannya hingga saat ini. Jika iya, segera hentikan karena itu semua hanya mitos. Kalau masalah irit itu tergantung dari teknik berkendara dan perawatan mobil itu sendiri. Karena mobil yang tidak terawat cenderung boros.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Sabtu, 20 Juni 2020

3 Cara Pembuatan Velg Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

3 Cara Pembuatan Velg Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Subaru Impreza WRX STI Blobeye
photo by Geovic Jadol on Unsplash

Velg merupakan salah satu komponen mobil yang sangat krusial. Velg menjadi tempat atau dudukan bagi ban agar mobil bisa berjalan. Tanpanya mobil kalian tidak akan bisa berjalan meski memiliki mesin super kencang sekalipun.

Selain itu velg juga dapat membuat mobil kalian bertambah keren. Perlu kalian perhatikan jika ingin mengganti velg mobil. Jangan hanya berpatokan pada keren semata. Perhatikanlah juga kualitas velg yang bisa kalian lihat dari cara pembuatannya.

Pertama, kalian harus memastikan mobil kalian akan digunakan untuk apa terlebih dahulu. Apakah untuk harian yang melewati jalan mulus, untuk balapan atau untuk melewati medan-medan yang berat dan rusak. Karena tidak mungkin velg biasa digunakan untuk medan berat atau balapan.

Nah, untuk mengetahui velg mana yang perlu kalian gunakan. Yuk, disimak tiga cara pembuatan velg mobil di bawah ini beserta kelebihan dan kekurangannya.

3 Cara Pembuatan Velg Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui


Casting


Pembuatan Velg Casting
sumber : turnology.com

Proses Casting adalah pembuatan velg yang dimulai dari material yang dipanaskan hingga meleleh. Kemudian, lelehan tersebut dituang ke dalam cetakan velg dengan bantuan vakum. Setelah cetakan dingin, selanjutnya dilakukan proses finishing seperti mengikis bagian velg agar menjadi rapi.

Proses Casting juga merupakan proses pembuatan velg yang paling cepat dan murah. Namun, kualitasnya tidak terlalu bagus yang mana velg jenis ini mudah mengalami retakan. Untuk meminimalisir retakan biasanya pabrikan menambahkan lebih banyak campuran material, sehingga bobot velg semakin berat. Proses casting memiliki dua metode, yaitu gravity casting dan low presure casting.

Gravity Casting

Gravity casting merupakan metode paling mudah. Prosesnya dilakukan dengan menuangkan material yang sudah dilelehkan ke dalam cetakan dengan memanfaatkan gravitasi. Keuntungan gravity casting yaitu ongkos produksi yang murah dan waktu pembuatan yang singkat.

Low Pressure Casting

Low pressure casting adalah metode yang dilakukan dengan cara menuangkan material yang sudah dilelehkan ke dalam cetakan menggunakan alat yang menghasilkan low pressure.

Keuntungan low pressure casting adalah tingkat kepadatan yang lebih baik daripada gravity casting dan juga bobot velgnya lebih ringan. Waktu pembuatan pun lebih singkat, namun biaya produksinya sedikit lebih mahal.

Flow Form


Pembuatan Velg Flow Form
sumber : turnology.com

Flow Form adalah proses pembuatan velg yang merupakan pengembangan dari low pressure casting dan mirip seperti metode forging hanya saja biayanya lebih murah. Tujuan dari Flow Form adalah membuat velg menjadi seringan mungkin.

Pada awalnya proses pembuatan velg dengan cara Flow Form mirip seperti casting. Dimulai dari proses casting atau mencetak untuk menentukan desain velg. Setelah itu velg diputar menggunakan "Spinning Disc" untuk membentuk lebar velg dan mendapatkan bentuk akhir. Selanjutnya adalah proses finishing agar velg menjadi rapi dan menarik.
baca juga : Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya
Velg flow form memiliki bobot yang ringan serta kuat dibandingkan proses casting. Hal ini dikarenakan susunan material lebih rapat dan padat. Offset yang dimilikinya pun lebih bervariatif. Velg tipe ini cocok untuk balapan bagi mobil yang bobotnya ringan.

Kekurangan velg tipe ini adalah bagian tengahnya yang masih menggunakan proses casting. Sehingga, masih adanya kemungkinan retak atau kerusakan di bagian tengah. Meski memiliki kualitas yang lebih bagus, namun produsen lebih memilih velg casting untuk menekan biaya produksi dan efisiensi waktu.

Forging


Velg Forged
sumber : turnology.com

Forging adalah proses pembuatan velg dengan memadatkan alumunium solid dengan penekanan yang ekstrem. Teknologi yang digunakan selama proses pembuatan pun menggunakan metode paling mutakhir.

Bahan yang digunakan adalah alumunium 6061 lalu bahan tersebut ditempa (memukul besi dengan kepanasan yang tinggi). Tidak seperti metode pembuatan velg lainnya, metode forging langsung menggunakan material padat yang ditempa. Materi yang digunakan pun hanya 30-35 persen karena tidak banyak campuran, sehingga hasilnya ringan dan kuat.

Velg Forging adalah yang jenis velg terbaik karena memiliki bobot yang sangat ringan dan durabilitas yang tinggi. Namun proses pembuatannya rumit dan lama, selain itu material yang dipakai juga kuat sehingga harganya mahal.

Penutup

Baiklah, itu tadi tiga cara pembuatan velg mobil. Patut diingat bagi kalian yang ingin mengganti velg mobil jangan hanya asal keren saja. Perhatikan juga medan yang kalian lalui serta peruntukan mobilnya, untuk harian atau balapan. Karena penggunaan velg yang salah justru berbahaya dan merugikan kalian sendiri.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Kamis, 02 Januari 2020

36 Mobil yang Ada di Anime Initial D dan Spesifikasinya

36 Mobil yang Ada di Anime Initial D dan Spesifikasinya

36 Mobil yang Ada di Anime Initial D dan Spesifikasinya
sumber : wall.alphacoders.com

Initial D adalah sebuah seri manga yang bertema balapan paling populer dan termasuk salah satu manga favorit penulis.  Saking populernya Initial D diadaptasikan menjadi anime dan terbukti meraih sukses besar. Bagi seorang car enthusiast sepertinya tidak asing dengan manga dan anime satu ini karena pengaruhnya yang besar dalam dunia otomotif.

Initial D identik dengan balapan ilegal di lereng gunung, drifting dan mobil-mobil pabrikan Jepang yang kencang, keren dan ikonik. Oleh karena itu mobil-mobil yang ada di Initial D sering menjadi incaran para car enthusiast, bahkan dimodif hingga benar-benar mirip seperti yang ada di anime.

Kalian pasti penasaran kan mobil apa saja sih yang muncul di Initial D?

Beberapa dari kalian mungkin hanya mengetahui beberapa saja terutama mobil yang digunakan sang tokoh utama yaitu Takumi Fujiwara. Nah, kali ini penulis akan membagikan 36 mobil yang digunakan untuk balapan di Initial D.

36 Mobil yang Ada di Anime Initial D dan Spesifikasinya

Honda

1. Honda Civic SiR-II (EG6)


Honda Civic SiR-II (EG6)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1995
Pemilik : Shingo Soji
Warna : Milano Red
Mesin : Inline-4 DOHC B16A 1595cc
Drivetrain : FF/FWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 170 HP (Stock) / 185 HP (Tuned by Shingo)
Transmisi : 5-Speed Manual

2. Honda Civic Type R (EK9)


Honda Civic Type R (EK9)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1998
Pemilik : Todo School
Driver : Daiki Ninomiya/Tomoyuki Taichi
Warna : Sunlight Yellow
Mesin : Inline-4 DOHC B16B 1595cc
Drivetrain : FF/FWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 182 HP (Stock) / 260 HP (Tuned by Todo School)
Transmisi : 5-Speed Manual

3. Honda Integra Type R (DC2)


Honda Integra Type R (DC2)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1998
Pemilik : Smiley Sakai
Warna : Championship White
Mesin : Inline-4 DOHC B18C 1797cc
Drivetrain : FF/FWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 197 HP (Stock) / 295 HP (Tuned by Smiley Sakai)
Transmisi : 5-Speed Manual

4. Honda S2000 Type-V (AP1)


Honda S2000 Type-V (AP1)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 2000
Pemilik : Toshiya Joushima
Warna : Long Beach Blue Pearl
Mesin : Inline-4 DOHC F20C 16V + VTEC 1997cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 250 HP
Transmisi : 6-Speed Manual

5. Honda NSX (NA1)


Honda NSX (NA1)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1994
Pemilik : Go Hojo
Warna : Formula Red
Mesin : V6 DOHC C30A 2977cc
Drivetrain : MR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 270 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

Mazda

1. Mazda Savanna RX-7 Infini III (FC3S)


Mazda Savanna RX-7 Infini III (FC3S)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1990
Pemilik : Ryosuke Takahashi
Warna : Crystal White
Mesin : Twin Rotor Rotary 13B-T 654 cc x 2 (1308cc)
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Single Turbo
Power : 205 PS (Stock) / 350 PS (Tuned by Ryosuke Takahashi)
Transmisi : 5-Speed Manual

2. Mazda RX-7 Type R (FD3S)


Mazda RX-7 Type R (FD3S)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1991
Pemilik : Keisuke Takahashi
Warna : Competition Yellow Mica
Mesin : Twin Rotor Rotary 13B-REW 654 cc x 2 (1308cc)
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Twin Turbo
Power : 260 PS (Stock) / 450 PS (Tuned by Keisuke Takahashi)
Transmisi : 5-Speed Manual

3. Mazda/Efini RX-7 Type R (FD3S)


Mazda/Efini RX-7 Type R (FD3S)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1993
Pemilik : Kyoko Iwase
Warna : Brilliant Black
Mesin : Twin Rotor Rotary 13B-REW 654 cc x 2 (1308cc)
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Single Turbo
Power : 260 PS (Stock) / 450 PS (Tuned by Kyoko Iwase)
Transmisi : 5-Speed Manual

4. Mazda Roadster RS (NB8C)


Mazda Roadster RS (NB8C)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1999
Pemilik : Satoshi Omiya
Warna : Evolution Orange Mica
Mesin : Inline-4 DOHC BP-ZE 1839cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 140 HP
Transmisi : 6-Speed Manual

5. Mazda/Eunos Roadster NA Package (NA6CE)


Mazda/Eunos Roadster NA Package (NA6CE)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1991
Pemilik : Toru Suetsugu
Warna : Classic Red
Mesin : Inline-4 DOHC B6-ZE 1597cc (Stock) / 1839 (Bored Up by Toru Suetsugu)
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 118 HP (Stock) / 197 HP (Bored Up by Toru Suetsugu)
Transmisi : 5-Speed Manual

baca juga : Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

Mitsubishi

1. Mitsubishi Lancer Evolution III GSR (CE9A)


Mitsubishi Lancer Evolution III GSR (CE9A)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1995
Pemilik : Kyoichi Sudo
Warna : Pyrenees Black
Mesin : Inline-4 DOHC 4G63T 1997cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Turbo
Power : 270 HP (Stock) / 350 HP (Tuned by Kyoichi Sudo)
Transmisi : 5-Speed Manual

2. Mitsubishi Lancer Evolution IV RS (CN9A)


Mitsubishi Lancer Evolution IV RS (CN9A)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1996
Pemilik : Seiji Iwaki
Warna : Scotia White
Mesin : Inline-4 DOHC 4G63T 1997cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Turbo
Power : 276 HP (Stock) / 300 HP (Tuned by Seiji Iwaki)
Transmisi : 5-Speed Manual

3. Mitsubishi Lancer Evolution V GSR (CP9A)


Mitsubishi Lancer Evolution V GSR (CP9A)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1998
Pemilik : Aikawa
Warna : Scotia White
Mesin : Inline-4 DOHC 4G63T 1997cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Turbo
Power : 295 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

4. Mitsubishi Lancer Evolution VI GSR Tommi Makinen Edition (CP9A)


Mitsubishi Lancer Evolution VI GSR Tommi Makinen Edition (CP9A)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1999
Pemilik : Ichijo
Warna : Scotia White
Mesin : Inline-4 DOHC 4G63T 1997cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Turbo
Power : 280 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

5. Mitsubishi Lancer Evolution VII GSR (CT9A)


Mitsubishi Lancer Evolution VII GSR (CT9A)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 2001
Pemilik : Kobayakawa
Warna : Dandelion Yellow
Mesin : Inline-4 DOHC 4G63T 1997cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Turbo
Power : 300 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

Nissan

1. Nissan Skyline GT-R V Spec II (BNR32)


Nissan Skyline GT-R V Spec II (BNR32)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1994
Pemilik : Takeshi Nakazato
Warna : Black Pearl Metallic
Mesin : Inline-6 DOHC RB26DETT 2568cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Twin Turbo
Power : 276 HP (Stock) / 395 HP (Tuned by Takeshi Nakazato)
Transmisi : 5-Speed Manual

2. Nissan Skyline GT-R V Spec II (BNR32)


Nissan Skyline GT-R V Spec II (BNR32)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1994
Pemilik : Rin Hojo
Warna : Black Pearl Metallic
Mesin : Inline-6 DOHC RB26DETT 2568cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Twin Turbo
Power : 276 HP (Stock) / 650 HP (Tuned by Rin Hojo)
Transmisi : 5-Speed Manual

3. Nissan Skyline 25GT Turbo (ER34)


Nissan Skyline 25GT Turbo (ER34)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1998/1999
Pemilik : Atsuro Kawai
Warna : Dark Blue Pearl
Mesin : Inline-6 DOHC RB25DET 2568cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Turbo
Power : 276 HP (Stock) / 400 HP (Tuned by Atsuro Kawai)
Transmisi : 5-Speed Manual

4. Nissan Skyline GT-R V-Spec II Nur (BNR34)


Nissan Skyline GT-R V-Spec II Nur (BNR34)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 2002
Pemilik : Kozo Hoshino
Warna : Millenium Jade Metallic
Mesin : Inline-6 DOHC RB26DETT 2568cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Twin Turbo
Power : 276 HP (Stock) / 500 HP (Tuned by Kozo Hoshino)
Transmisi : 6-Speed Manual

5. Nissan Silvia K's (S13)


Nissan Silvia K's (S13)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1988
Pemilik : Koichiro Iketani
Warna : Lime Green Two-Tone
Mesin : Inline-4 DOHC CA18DET 1809cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Turbo
Power : 175 HP (Stock) / 200 HP (Tuned by Koichiro Iketani)
Transmisi : 5-Speed Manual

6. Nissan Silvia Q's Aero (S14)


Nissan Silvia Q's Aero (S14)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1995
Pemilik : Kenta Nakamura
Warna : Super Clear Red
Mesin : Inline-4 DOHC SR20DE 1998cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 170 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

7. Nissan Silvia Spec R Aero (S15)


Nissan Silvia Spec R Aero (S15)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1999
Pemilik : Hiroya Okuma
Warna : Brilliant Blue
Mesin : Inline-4 DOHC SR20DET 1998cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Turbo
Power : 250 HP
Transmisi : 6-Speed Manual

8. Nissan 180SX Type II (RPS13)


Nissan 180SX Type II (RPS13)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1989
Pemilik : Kenji
Warna : White
Mesin : Inline-4 DOHC SR20DET 1998cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Turbo
Power : 205 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

9. Nissan Sileighty


Nissan Sileighty
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1996
Pemilik : Mako Sato
Warna : Impact Blue
Mesin : Inline-4 DOHC SR20DET 1998cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Turbo
Power : 230 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

10. Nissan Fairlady Z (Z33)


Nissan Fairlady Z (Z33)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 2003
Pemilik : Ryuji Ikeda
Warna : Burning Red
Mesin : V6 DOHC VQ35DE 3498cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated) / Twin Turbo (Tuned by Ryuji Ikeda)
Power : 280 HP (Stock) / 305 HP (Tuned by Ryuji Ikeda)
Transmisi : 6-Speed Manual

Subaru

Subaru Impreza WRX STI Coupe Type R Version V (GC8)


Subaru Impreza WRX STI Coupe Type R Version V (GC8)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1998
Pemilik : Bunta Fujiwara
Warna : Sonic Blue Mica
Mesin : Boxer-4 DOHC EJ20K 1994cc
Drivetrain : AWD
Aspiration : Turbo
Power : 276 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

Suzuki

Suzuki Cappuccino (EA11R)


Suzuki Cappuccino (EA11R)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1995
Pemilik : Sakamoto
Warna : Cordoba Red
Mesin : Inline-3 DOHC F6A 657cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Turbo
Power : 63 HP (Stock) / 130 HP (Tuned by Sakamoto)
Transmisi : 5-Speed Manual

Toyota

1. Toyota Sprinter Trueno 2 Door GT-APEX (AE86)


Toyota Sprinter Trueno 2 Door GT-APEX (AE86)
sumber : banpei.net

Tahun : 1986 (Kouki Model)
Pemilik : Shinji Inui
Warna : High-Tech Two-Tone
Mesin : Inline-4 DOHC 4A-GEU 1587cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 125 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

2. Toyota Sprinter Trueno GT-APEX (AE86)


Toyota Sprinter Trueno GT-APEX (AE86)
sumber : pinterest.ie

Tahun : 1983 (Zenki Model)
Pemilik : Takumi Fujiwara
Warna : High-Tech Two-Tone
Mesin : Inline-4 DOHC 4A-GEU 1587cc (Stock) / Inline-4 DOHC OEM 4A-GE 1587cc (Fujiwara Tofu Shop Version) / Inline-4 DOHC TRD Group A 4A-GELU 1587cc (Project D Version)
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 125 HP (Stock) / 150 HP (Fujiwara Tofu Shop Version) / 240 HP (Project D Version)
Transmisi : 5-Speed Manual

3. Toyota Corolla Levin GT-APEX (AE86)


Toyota Corolla Levin GT-APEX (AE86)
sumber : pikdo.biz

Tahun : 1985 (Kouki Model)
Pemilik : Wataru Akiyama
Warna : High-Tech Two-Tone
Mesin : Inline-4 DOHC 4A-GEU 1587cc (Stock) / Inline-4 DOHC OEM 4A-GE 1587cc (Wataru Akiyama Stage 2) / Inline-4 DOHC 4A-GZE 1587cc (Wataru Akiyama Stage 4)
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated) (Stock) / Turbocharged (Wataru Akiyama Stage 2) / Supercharged (Wataru Akiyama Stage 4)
Power : 125 HP (Stock) / 280 HP (Wataru Akiyama Stage 2) / 250 HP (Wataru Akiyama Stage 4)
Transmisi : 5-Speed Manual

4. Toyota Corolla Levin SR (AE85)

Toyota Corolla Levin SR (AE85)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1984
Pemilik : Itsuki
Warna : High-Tech White
Mesin : Inline-4 SOHC 3A-U 1452cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated) (Stock) / Turbocharged (Changed by Itsuki)
Power : 83 HP (Stock) / 150 HP (Tuned by Itsuki)
Transmisi : 5-Speed Manual

5. Toyota MR2 G-Limited (SW20)

Toyota MR2 G-Limited (SW20)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1996
Pemilik : Kai Kogashiwa
Warna : Strong Blue Metallic
Mesin : Inline-4 DOHC 3S-GE 1998cc
Drivetrain : MR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 180 HP
Transmisi : 5-Speed Manual

6. Toyota MR-S S Edition (ZZW30)


Toyota MR-S S Edition (ZZW30)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 2001
Pemilik : Kai Kogashiwa
Warna : Silver Metallic
Mesin : Inline-4 DOHC 1ZZ-FED 1794cc (Stock) / Inline-4 DOHC 2ZZ-GE 1796cc (Swapped by Kai Kogashiwa)
Drivetrain : MR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 140 HP (Stock) / 290 HP (Tuned by Kai Kogashiwa)
Transmisi : 5-Speed Manual (Stock) / 6-speed manual (Changed by Kai Kogashiwa)

7. Toyota Supra RZ (JZA80)


Toyota Supra RZ (JZA80)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1993
Pemilik : Hideo Minagawa
Warna : Super White
Mesin : Inline-6 DOHC 2JZ-GTE 2997cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : Twin Turbo
Power : 320 HP
Transmisi : 6-speed manual

8. Toyota Celica GT-Four (ST205)


Toyota Celica GT-Four (ST205)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 1998
Pemilik : Miki
Warna : Super Black V
Mesin : Inline-4 DOHC 3S-GTE 1998cc
Drivetrain : 4WD
Aspiration : Turbo
Power : 255 HP
Transmisi : 5-speed manual

9. Toyota Altezza RS200 (SXE10)


Toyota Altezza RS200 (SXE10)
sumber : initiald.fandom.com

Tahun : 2000
Pemilik : Nobuhika Akiyama
Warna : Silver Metallic
Mesin : Inline-4 DOHC 3S-GE (Generasi 5) 1998cc
Drivetrain : FR/RWD
Aspiration : N/A (Naturally Aspirated)
Power : 210 HP
Transmisi : 6-speed manual

Penutup

Baiklah itu tadi 36 mobil yang digunakan pada anime Initial D. Dari semua mobil di atas favorit penulis adalah Toyota Corolla Sprinter Trueno GT APEX (AE86) dan Lancer Evolution III GSR (CE9A). Kemudian, gimana nih dengan kalian? Manakah yang jadi mobil favorit kalian? Tulis di kolom komentar ya.

Terima kasih sudah berkunjung 😁